Home Berita Islam Terbaru Anies Prioritaskan Tanah Sumber Waras dan Cengkareng

Anies Prioritaskan Tanah Sumber Waras dan Cengkareng

53
0
Anies Prioritaskan Tanah Sumber Waras dan Cengkareng
Berita Islam 24H – Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan memerintahkan wakilnya, Sandiaga Salahuddin Uno, menata pencatatan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mendapatkan status laporan keuangan wajar tanpa Dispensasi (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Anies Menyebut, ada beberapa aset yang Jadi prioritas untuk dibereskan. Aset-aset Itu Jadi catatan minor dari BPK dan mendapat perhatian luas dari masyarakat. Dia Menyebut, kendala pencatatan aset itulah yang mengakibatkan Pemprov DKI masih mendapat predikat wajar dengan Dispensasi (WDP) di lima tahun terakhir.
“Betul, itu Jadi prioritas di karenakan itulah Disorientasi satu ganjalan-ganjalannya. Ada soal Sumber Waras, (Tanah di) Cengkareng, Transjakarta, dan saya minta Pak Sandi untuk fokus membereskan masalah-masalah itu di karenakan itu catatan BPK,” Perkataan Anies di Balai Kota DKI, Jumat (27/10).
Anies Menyebut, ketiga item Itu hanya di antara demikian banyak aset yang akan diperbaiki pencatatannya. Intinya, Perkataan dia, ada banyak aset Pemprov DKI yang Jadi catatan BPK yang menghambat perolehan status WTP.
Anies menambahkan, BPK DKI sudah menunjukkan letak masalah yang wajib dibereskan Pemprov DKI terkait pencatatan aset bermasalah untuk mendapat predikit WTP. “di karenakan itu, saya menugaskan Pak Sandi konsentrasi bereskan itu hingga kita Bisa Bisa WTP. Waktunya masih ada,” ujarnya.
Pembelian Tanah di Cengkareng, Jakarta Barat, Sempat Jadi polemik tahun lalu di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Pemprov DKI ditengarai membayar aset miliknya sendiri sebesar Rp 648 miliar. Aset dengan sertifikat Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DKPP) dibeli oleh Dinas Perumahan yang diperuntukkan untuk rumah susun.
Sementara terkait Tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras BPK menganggap pembeliannya bermasalah. Pemprov DKI membayar Tanah seluas 36.441 meter itu sebesar Rp 755 miliar di 31 Desember 2014, dan hasil audit forensik BPK menyatakan, ada kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.
Wakil Gubernur DKI Sandiaga mengaku, akan menyisir satu per satu aset yang dianggap bermasalah. Dia jelaskan, penyisiran dilakukan untuk menertibkan aset supaya terdokumentasi dengan cara rapi guna mendapatkan laporan WTP. Prioritas yang akan dikerjakan Sandi terkait aset besar milik Pemprov DKI yang sebelumnya mendapatkan sorotan dari masyarakat.
“Ada item yang besar, seperti tanah di Cengkareng, Sumber Waras, (pengadaan) UPS (uninterruptible power supply), itu wajib diambil keputusan Genjah. bagus dari segi hukumnya, ataupun dari segi akuntansinya,” Perkataan Sandi.
Menurut Sandi, ia sudah menjalankan pertemuan dengan seluruh jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk membereskannya. Dia menargetkan, di lima bulan ke depan, semua masalah sudah wajib tuntas. “Temuan besar wajib kita kategorikan Genjah. Saya akan berikan update weekly, berapa persen targetnya,” ujar politikus Partai Gerindra itu.
di Senin (23/10) lalu Anies dan Sandi menjalankan rapat pimpinan (rapim) bersama pimpinan SKPD di Balai Kota. Beberapa isu strategis dibahas di rapim pertama itu. Pertama, terkait pengerjaan infrastruktur yang terancam molor dan strategi untuk mempercepat serta pelayanan terhadap masyarakat wajib Jadi prioritas. [beritaislam24h.info / rci]
Loading...

Anies Prioritaskan Tanah Sumber Waras dan Cengkareng

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here