Home Politics AMMI Harap Komnas Ham Ambil Sikap Soal Kekerasan KKB

AMMI Harap Komnas Ham Ambil Sikap Soal Kekerasan KKB

47
0

Kisah tragis juga dialami pelajar asli Papua bernama Ali Mom.

CeramahTerbaru.net, PAPUA — Rentetan kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sangat mencederai nilai-nilai Manusia. Sebab, aksi kekejaman KKB akhir-akhir ini kerap menyasar masyarakat sipil bahkan orang asli Papua (OAP) Jadi korban teroris KKB.


Menanggapi hal itu, Sekjen Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Arip Nurahman, mengecam tindakan brutal teroris KKB. Disamping itu, dia juga mempertanyakan suara Komisi Nasional Copyright Asasi Manusia (Komnas HAM) yang seolah diam melihat aksi kebrutalan yang dilakukan KKB terhadap warga sipil.


“Kami mengutuk keras aksi KKB yang semakin mendobrak nilai-nilai Manusia dengan membunuh masyarakat sipil bahkan orang asli Papua. Kita tak boleh membiarkan KKB leluasa menjalankan pembunuhan dan menebar teror kepada masyarakat,” ujar Arip di keterangannya, Selasa (15/6/2).


“di seperti ini, kami juga menyayangkan dan mempertanyakan sikap Komnas HAM yang seolah menutup mata melihat kekejaman KKB. Padahal kekejaman yang dilakukan teroris KKB Yaitu masalah Manusia,” Perkataan dia melanjutkan.


Menurutnya, Komnas HAM Bagaikan Forum setingkat Forum negara lainnya yang fokus terhadap masalah Manusia wajib intensif bersuara membela Copyright-Copyright masyarakat sipil di tanah Papua untuk Bisa keluar dari ancaman dan teror yang dilakukan KKB.


“Komnas HAM Bagaikan Forum yang mempunyai wewenang untuk menjalankan penanganan terhadap pelanggaran HAM harusnya lebih responsif terhadap permasalahan saudara-saudara kita masyarakat Papua yang Jadi korban dari aksi kebrutalan KKB,” Perkataan Arip.


Menurutnya, Bagaikan kelompok teroris, KKB selalu menjalankan tips kekerasan di menjalankan misinya. Dia juga Menyebut, selama ini KKB kerap meneror dan menanam ketakutan kepada masyarakat. Selain itu, teroris KKB juga sangat membahayakan untuk kedaulatan negara.

Loading...


“Aksi Teroris KKB memang sudah melewati batas. Kami sangat geram di karenakan kelompok teroris KKB menjalankan aksi dengan tips yang sangat kejam dan tak berkeprikemanusiaan,” Perkataan Arip.


Arip juga Menyebut, sikap tegas sudah tepat dilakukan pemerintah di karenakan upaya diskusi dan diplomasi di menyelesaikan sejumlah persoalan di Papua telah dilakukan pemerintah sejak era Presiden BJ Habibie hingga Presiden Joko Widodo, tapi tak membuahkan hasil.


Sebelumnya, kekerasan yang terjadi di Papua terus berlanjut. Terakhir, di Jumat 4 Juni 2021, dilaporkan sebanyak tiga orang tewas di aksi teror yang dilakukan kelompok teroris OPM. Satu di antaranya Yaitu Patianus Kogoya seorang kepala kampung di Nipuralome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.


Pria kelahiran Ilaga 14 Juli 1975 ini menemui luka tembakan di kepala bagian belakang. Hal ini terungkap di Kepala Kampung Kago, Denis Wonda, bersama sembilan OAP lainnya melaporkan kejadian penembakan terhadap enam OAP ke Polres Puncak. Tiga OAP dinyatakan meninggal dan sisanya menemui luka-luka.


Di di bersamaan, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia sedang menjalankan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait sejumlah bangunan di Bandara Aminggaru, Ilaga, yang dibakar teroris OPM, di Kamis 3 Juni 2021. Kapolres berkoordinasi dengan pihak TNI untuk mengevakuasi para korban.


Sebelum penembakan kepala kampung Patianus Kogoya, kisah tragis juga dialami pelajar asli Papua bernama Ali Mom yang Jadi korban Kebiadaban teroris OPM. Ali Mom ditembak kelompok Lekagak Telenggen. Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengaku membunuh dan membantai sadis pelajar SMA itu.

AMMI Harap Komnas Ham Ambil Sikap Soal Kekerasan KKB

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here