Home Doa Islam Adab dan Batasan Laki-laki Melihat Calon Istri

Adab dan Batasan Laki-laki Melihat Calon Istri

29
0

Website Eksklusif Doa – Pacaran. Itulah yang sangat lumrah sekali dikalangan masyarakat kita saat seorang pria dan wanita memadu Afeksi sebelum menikah. Biasanya pacaran hanya sebatas perkenalan lebih di mengenai kepribadian masing-masing, sehingga kalo memang sudah merasa cocok akan melanjutkan pernikahan.

Nah, untuk seorang muslim yang hendak memilih pasangan Hayati, ada beberapa adab dan batasan yang wajib diperhatikan saat seorang lelaki menjalankan nadzar dengan wanita yang dia lamar. Beberapa diantaranya Yaitu Bagaikan berikut :

  1. Pihak laki-laki wajib benar-benar serius dan mempunyai keinginan untuk menikahinya.
    Berdasarkan hadis dari sahabat Abu Humaid Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

    “Apabila kalian melamar seorang wanita, tak ada dosa baginya untuk me-nadzar-nya, bila tujuan dia melihatnya hanya untuk dipinang. Meskipun wanita itu tak tahu,”(HR. Ahmad 23603, At-Thabrani di Al-Ausath 911 dan sanadnya dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

  2. Ada peluang untuk menikahinya
    Seperti, memungkinkan untuk diizinkan walinya, atau memungkinkkan untuk diterima pihak wanita. bila kemungkinan besar pasti ditolak, bagus oleh pihak wali atau wanita yang dinadzar maka tak boleh tetap nekad untuk nadzar.

    Ibnul Qatthan Al-Fasi di Ahkam An-Nadzar Menyebut,

    “bila lelaki yang hendak meminang wanita mengetahui bahwa pihak wanita tak akan bersedia nikah dengannya, atau pihak wali tak akan mengabulkan pinanganya, maka tak boleh dia menjalankan nadzar. Meskipun dia sudah menyampaikan lamarannya. di karenakan dibolehkannya nadzar, hanya di karenakan Jadi sebab untuk menikah. bila dia yakin bahwa dia pasti ditolak, maka kembali di hukum asal melihat wanita, Yaitu dilarang,” (An-Nadzar fi Ahkam An-Nadzar, hal. 391).

  3. tak boleh ada sentuhan anggota badan sedikitpun
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Sesungguhnya Allah menetapkan jatah dosa zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tak Bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, Padahal kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya,” (HR. Bukhari 6243).

    Az-Zaila’I Menyebut,

    “tak boleh menyentuh wajahnya, telapak tangannya – meskipun aman dari gejolak syahwat – di karenakan adanya Embargo dan tak ada alasan dharurat,” (Tabyin al-Haqaiq, 16/361).

  4. tak boleh berduaan, wajib ada pihak keluarga yang menemaninya, terutama keluarga pihak wanita
    dari Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Jangan hingga seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. bila terjadi makhluk ketiganya Yaitu setan,” (HR. Ahmad 177, Turmudzi 2165, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

    Ibnu Qudamah Menyebut,

    “Lelaki yang melamar, tak boleh berduaan dengan wanita yang dilamarnya, di karenakan ini haram. Dan tak ada dalil yang menyebutkan Dispensasi Embargo ini, ‘kecuali nadzar’. Sehingga kembali kepada hukum diharamkan,” (al-Mughni, 7/453).

    Loading...
  5. tak boleh sambil menikmati apa yang dilihat
    Melihat dengan tips penuh menikmati (taladzudz) termasuk diantara bentuk zina mata. Nadzar disyariatkan untuk mewujudkan sunah, dan bukan untuk menikmati Estetika parasnya. Sehingga bila sudah cukup membuat pihak lelaki tertarik untuk menikahinya, itu sudah cukup baginya.

    Imam Ahmad Sempat Menyebut,

    “Dia melihat ke wajahnya, namun tak boleh dengan tips menikmati. Dia boleh melihat berulang-ulang, dan menimbang kecantikannya. di karenakan tujuan saling mencintai hanya Bisa diwujudkan dengan tips itu.”

  6. Dibolehkan untuk menjalankan komunikasi, berbicara langsung dengannya, selama tak berduaan
    Imam Ibnu Baz Menyebut,

    “Boleh untuk lelaki yang hendak melamar wanita untuk berbincang-bincang dengannya dan melihatnya tanpa berduaan… bila pembicaraan dilakukan untuk membahas terkait pernikahan, tempat tinggal, atau latar belakang keluarga, sehingga kita tahu apakah dia tahu mengenai itu, ini dibolehkan. bila dia hendak menikahinya,” (Majmu’ Fatawa, 20/429).

  7. Boleh untuk melihat berkali-kali ke arah calon pasangan
    di Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

    “Boleh mengulang-ulang melihat wanita yang dilamar, bila dibutuhkan, sehingga semakin jelas semua kondisinya. supaya tak menyesal Seusai nikah. di karenakan tujuan itu umumnya tak terwujud di awal nadzar,” (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 22/17).

Itulah beberapa adab dan batasan yang Bisa kita lakukan khususnya untuk seorang laki-laki yang hendak melamar calon pasangan. Semoga kita semua mendapatkan jodoh yang sesuai Asa dan Bisa membina keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Amin.

untuk teman-teman yang mungkin kebetulan belum juga ditemukan dengan jodohnya, silakan Bisa mengamalkan doa berikut ini:

  • Doa Enteng supaya Genjah Bisa Jodoh dan Menikah Lengkap

Demikian yang Bisa kami share di kesempatan yang bagus ini. Semoga apa-apa yang sudah kami publikasikan di Website Eksklusif Doa ini Bisa bermanfaat untuk teman-teman semua. Amin.

Adab dan Batasan Laki-laki Melihat Calon Istri

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here