Home Doa Islam 9 Adab Ziarah Kubur yang sesuai Syariat Islam

9 Adab Ziarah Kubur yang sesuai Syariat Islam

54
0

Website Eksklusif Doa – Ziarah kubur sering dilakukan minimal satu minggu sekali setiap hari kamis atau hari jum’at. Banyak manfaat saat kita menjalankan ziarah kubur seperti mengingatkan kita semua akan kematian, mendoakan para ahli kubur supaya diberi tempat yang terbaik oleh Allah SWT terutama untuk keluarga kita, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

di berziarah kubur hendaknya kita melakukannya sesuai dengan adab di syariat islam, supaya supaya ziarah kita berpahala. Beberapa diantara adab-adab ziarah kubur menurut islam Yaitu Bagaikan berikut:
#1. Mengingat Tujuan Utama Berziarah
Ingatlah selalu hikmah disyari’atkannya ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

Imam Ash Shan’ani rahimahullah berkata :

“Semua hadits yang menunjukkan disyari’atkannya ziarah kubur dan jelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di di hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya) : “di karenakan di di ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap Global”. bila tujuan ini tak tercapai, maka ziarah Itu bukanlah ziarah yang diinginkan dengan cara syari’at,” (Lihat Subulus Salaam (1/502), Maktabah Syamilah).

#2. tak Boleh menjalankan Safar untuk Berziarah
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Janganlah menjalankan perjalanan jauh (di rangka ibadah, ed) kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha,” (Muttafaqun ‘alaihi dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

#3. Mengucapkan Salam saat Masuk Pemakaman (Kuburan)
“Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mereka (para shahabat) bila mereka keluar Futuristis pekuburan supaya mengucapkan :

“Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian,” (HR. Muslim no. 974).

(Pelajari juga: Lafadz Doa Ziarah Kubur, Doa Masuk Kuburan Bahasa Arab, Latin dan Artinya)

#4. tak Memakai Sandal saat Memasuki Pekuburan
Dari shahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu : “saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah bersabda,

“Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!” Lalu orang Itu melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (Seandainya orang itu Yaitu) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya,” (HR. Abu Dawud (2/72), An Nasa’I (1/288), Ibnu Majah (1/474), Ahmad (5/83), dan selainnya. Al Hakim berkata : “Sanadnya shahih”. Hal ini disetujui oleh Adz Dzahabi dan juga Al Hafizh di Fathul Baari (3/0). Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 173, Maktabah Al Ma’arif).

#5. tak Duduk di atas Kuburan dan Menginjaknya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Loading...

“Sungguh bila Disorientasi seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih bagus daripada duduk di atas kubur,” (HR. Muslim (3/62)).

#6. Mendo’akan Mayit bila Dia Seorang Muslim
Adapun bila mayit Yaitu orang kafir, maka tak boleh mendo’akannya.
(Pelajari juga: Doa Eksklusif untuk Mayit Laki-laki dan Perempuan Lengkap Arab, Latin dan Artinya)

#7. Boleh mengangkat tangan saat mendo’akan mayit akan tetapi tak boleh menghadap kuburnya saat mendo’akannya (yang dituntunkan Yaitu menghadap kiblat)
Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha saat beliau mengutus Barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi’ Al Gharqad. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi’, lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo’akan mereka.[22] Dan saat berdo’a, hendaknya tak menghadap kubur di karenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Padahal do’a Yaitu intisari sholat.

#8. tak Mengucapkan Al Hujr
Telah lewat keterangan dari Imam An Nawawi rahimahullah bahwa al hujr Yaitu ucapan yang bathil. Syaikh Al Albani rahimahullah Menyebut : “Tidaklah samar lagi bahwa apa yang orang-orang awam lakukan saat berziarah semisal berdo’a di mayit, beristighotsah kepadanya, dan meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, Yaitu termasuk al hujr yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar.

Maka wajib untuk para ulama untuk jelaskan kepada mereka mengenai hukum Allah di hal itu. Dan memahamkan mereka mengenai ziarah yang disyari’atkan dan tujuan syar’i dari ziarah Itu,” (Syaikh Al Albani Menyebut : “Diriwayatkan oleh Ahmad (6/92), dan hadits ini terdapat di Al Muwaththo’ (1/239-240), dan An Nasa’I dengan redaksi yang semisal akan tetapi disana tak disebutkan (Seandainya Nabi) mengangkat tangan. Dan sanad hadits ini hasan”. Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 246, Maktabah Al Ma’arif).

#9. Diperbolehkan Menangis akan tetapi tak boleh Meratapi Mayit
Menangis yang wajar diperbolehkan sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis saat menziarahi kubur ibu beliau sehingga membuat orang-orang disekitar beliau Empati menangis. akan tetapi bila hingga tingkat meratapi mayit, menangis dengan histeris, menampar pipi, merobek kerah, maka hal ini diharamkan.

Teman-teman, itulah beberapa adab di ziarah kubur sesuai syariat islam yang patut kita praktekkan. Semoga sedikit artikel ini Bisa bermanfaat untuk kita semua dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. Amin

9 Adab Ziarah Kubur yang sesuai Syariat Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here