Home Doa Islam 4 Hukum ‘Azl (Mengeluarkan Sperma di Luar Rahim Istri di Berjima)

4 Hukum ‘Azl (Mengeluarkan Sperma di Luar Rahim Istri di Berjima)

110
0

Website Eksklusif Doa – di literatur fiqh Islam, istilah ‘Azl diartikan Bagaikan tindakan suami mencabut kemaluan di Herbi saat mendekati ejakulasi dan mengeluarkan sperma di luar rahim supaya tak terjadi pembuahan. Bagaimana hukumnya di Islam?

Dilansir dari laman islampos, dengan cara hukum setidaknya ada empat Etos berbeda menyikapi masalah Azl ini, diantaranya :
#1 – Boleh dengan cara Absolut
Pendapat ini dilansir oleh kalangan Syafi’iyyah dengan berdasarkan hadits Shahih yang diriwayatkan dari Jabir Ra

وَعَنْ جَابِرٍ – رضي الله عنه – قَالَ : – كُنَّا نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ , وَلَوْ كَانَ شَيْئًا يُنْهَى عَنْهُ لَنَهَانَا عَنْهُ اَلْقُرْآنُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ (1) .
وَلِمُسْلِمٍ : – فَبَلَغَ ذَلِكَ نَبِيَّ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ يَنْهَنَا – (2)

Artinya :
“Kami menjalankan Azl dimasa Rasululloh SAW sementara Alquran turun, bila aja hal itu Embargo niscaya alQuran akan melarang kami melakukannya,” (Mutafaq ‘Alaih/Sunan Ibnu Maajah Vol 1 Hal 620),

“Kami menjalankan `azl di masa Nabi SAW. Kabar Itu hingga kepada beliau, akan tetapi beliau tak melarangnya,” (HR Muslim).

Akan akan tetapi menurut An-Nawawy (Ulama’ Syafiiyyah) di Syarh Muslim menegaskan apabila Azl dilakukan demi menghindari kehamilan hukumnya makruh dengan cara Absolut bagus ada kerelaan pihak istri atau tak di karenakan tindakan Azl dianggap memutus keturunan.

Loading...

#2 – Makruh apabila ada HAJAT
Pernyataan ini dipegang oleh kalangan Hanabilah dengan dasar beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar, Ali, Ibnu Umair dan Ibnu Umair yang membenci Azl di karenakan Bisa mengurangi jumlah keturunan yang dianjurkan syara’ Sabda Nabi saw “Menikahlah kalian dan memperbanyak keturunan”

#3 – Boleh apabila ada kerelaan Istri
Pendapat ini Statemen dari Imam ahmad berdasarkan suatu Hadits dari Umair yang diriwayatkan Ibnu Majah

هَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعْزَلَ عَنْ الْحُرَّةِ إِلَّا بِإِذْنِهَا

Artinya :
Dari ‘Umar ibn al-Khattab berkata: “Nabi melarang perbuatan `azl terhadap wanita merdeka kecuali seizinnya”. (HR Ibnu Maajah Vol 1 Hal 620)

Perlunya kerelaan dari pihak istri ini dikarenakan istri mempunyai Copyright atas anak sehingga dengan tindakan Azl akan menghilangkan haknya namun apabila istri membagikan membagikan izin hukumnya tak makruh.

#4 – Haram
Pendapat ini dilansir oleh kalangan Dhohiriyyah dengan tendensi hadits yang diriwayatkan dari Judzamah Ra

أن الصحابة سألوا رسول الله عن العزل فقال : ذلك الوأد الخفي

Artinya :
“Sesungguhnya para shahabat bertanya mengenai Azl, Nabi menjawab hal itu Yaitu pembunuhan anak dengan samar” (HR. Muslim)

4 Hukum ‘Azl (Mengeluarkan Sperma di Luar Rahim Istri di Berjima)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here