Home Doa Islam 2 Waktu Tidur yang Dilarang di Islam

2 Waktu Tidur yang Dilarang di Islam

23
0

Website Eksklusif Doa – Tidur merupakan aktivitas yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Rasul Menyebut bahwa tubuh kita mempunyai Copyright untuk beristirahat. Tidur juga meremajakan kembali kulit tubuh dan menyegarkan Heroisme. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang menurut Rasul, hendaknya dihindari.

1. Tidur di Pagi Hari Seusai Shalat Shubuh
Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah untuk ummatku di pagi harinya,” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).

Ibnul-Qayyim telah berkata mengenai keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :

“Termasuk hal yang makruh untuk mereka – Yaitu orang shalig – Yaitu tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, di karenakan waktu itu Yaitu waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu Itu dari orang-orang shalih, hingga-hingga walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tak toleransi untuk istirahat di waktu Itu hingga matahari terbit. di karenakan ia Yaitu awal hari dan sekaligus Bagaikan kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian di yang mahal Itu. Maka seyogyanya tidurnya di di seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa,” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

Tidur Sebelum Shalat Isya’

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya,” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Loading...

Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) Menyebut :

“Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan di masalah ini. Abdullah bin Mubarak Menyebut : “Kebanyakan hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ Eksklusif di bulan Ramadlan aja.”

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata di Fathul-Baari (2/49) :

“Di antara para ulama melihat adanya keringanan (Yaitu) mengecualikan apabila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tak hingga melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, di karenakan kita katakan bahwa alasan Embargo Itu Yaitu kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”

2 Waktu Tidur yang Dilarang di Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here