Home Doa Islam 10 Tips dan tips supaya Jadi Istri yang Shalihah

10 Tips dan tips supaya Jadi Istri yang Shalihah

57
0

Website Eksklusif Doa – Setiap laki-laki tentunya sangaat mendambakan istri yang sholehah, begitu juga untuk perempuan itu sendiri, pasti ingin juga Jadi istri yang shalihah. Bagaikan seorang suami pasti menginginkan istri yang shalihah yang mampu menjalankan segala kewajibannya dan memenuhi segala Copyright suami terhadap istrinya.

mempunyai istri yang shalihah bagaikan memperoleh kenikmatan di Global, sebagaimana dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bin Ash, Rasulullah SAW bersabda, “Global ini Yaitu kenikmatan, dan sebaik-bagus kenikmatan Global Yaitu perempuan (istri yang shalihah),” (HR. Muslim dan Ahmad).

supaya seorang wanita Bisa dikategorikan dan termasuk Bagaikan istri yang shalihah, berikut akan dijelaskan apa aja perkara yang wajib dipenuhi. Silakan simak ulasan selengkapnya berikut ini :

  1. Selalu mendahulukan Copyright suaminya daripada Copyright orang lain termasuk Copyright dirinya sendiri.
  2. Senantiasa bersedia membagikan kenikmatan (termasuk kenikmatan seksualitas) kepada sang suami, terutama bila suami menginginkannya, terkecuali bila sedang haid dan mendapatkan nifas. Apabila istri menolak keinginan suami tanpa sebab dan alasan yang diperbolehkan di ajaran Islam, maka di itu juga istri berdosa, bahkan dilaknat oleh malaikat. Sabda Rasulullah SAW Menyebut:
    “Apabila suami mengajak istrinya Herbi, lalu istrinya menolak (tanpa alasan yang dibenarkan), lalu suaminya marah, maka istri itu dilaknat oleh malaikat,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Rasul juga Menyebut, “Apabila diajak oleh suaminya untuk Herbi intim, maka istri wajib memenuhi ajakan itu, meskipun ia sibuk di dapur,” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).

    Loading...

    Selain itu, Rasulullah juga Menyebut di haditsnya yang lain bahwasanya, “Apabila seorang istri tidur menjauh dari tempat tidur suaminya (di karenakan menghindari suami dsb), maka istri itu dilaknat oleh malaikat hingga pagi,” (HR. Bukhari dan Muslim).

  3. tak diperkenankan untuk istri untuk menjalankan puasa sunat tanpa seizin suaminya. di sang istri sedang berpuasa, sudah tentu suami dilarang untuk menggaulinya, Padahal Copyright bergaul Yaitu Copyright suami terhadap istrinya, hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
    “tak halal (tak boleh) seorang istri berpuasa Padahal suaminya ada di rumah, kecuali atas izinnya,” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. tak diperkenankan untuk seorang istri membagikan sesuatu dari di rumahnya atau mengeluarkan sesuatu dari di rumahnya tanpa izin dan sepengetahuan suaminya. Apabila ia menjalankan hal Itu, maka dosa yang akan didapat, Padahal sang suami mendapatkan pahala. Tentunya yang menyangkut mengenai hal-hal yang memang bernilai dan wajib sepengetahuan suami.
  5. Bagaikan seorang istri tak diperbolehkan bepergian meninggalkan rumah, dan Menelusuri nafkah (kerja) di luar rumah kecuali dengan izin suaminya.
  6. Bagaikan seorang istri, wajib mempunyai sifat qana’ah Yaitu menerima apa adanya segala kemampuan suami di hal Menelusuri nafkah. Ia tak boleh menuntut suaminya melebihi kadar kemampuan yang suami punya. Seorang istri yang shalihah wajib senantiasa mengingatkan suaminya untuk Menelusuri nafkah dari sumber yang halal jangan hingga terjerumus dan terjebak ke di pekerjaan yang haram. Kita Bisa mencontoh dari Ungkap para istri salafusshaleh yang selalu Menyebut seperti ini saat suaminya hendak meninggalkan rumah untuk Menelusuri rezeki, “Hati-hati dan jauhi sumber-sumber rezeki yang haram, di karenakan sesungguhnya kami Bisa bersabar menahan lapar, akan tetapi kami tak akan sanggup menahan api neraka.”
  7. Seorang istri diwajibkan untuk selalu menutup auratnya dan tak memperlihatkan kecantikannya kepada orang lain yang tak berhak melihatnya. Mengakses aurat, memakai pakaian mini (minim) dan memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang indah sangat jelaslah hukumnya haram. Diriwayatkan oleh Aisyah, ia berkata:
    “Aku Sempat mendengar Rasulullah SAW bersabda: tak boleh untuk seorang perempuan Mengakses pakaiannya di rumah yang bukan milik suaminya, sebab apabila ia lakukan maka berarti ia membongkar auratnya sendiri serta menginjak-injak kemuliaan dan kehormatannya Bagaikan perempuan (istri),” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud).
    Hal ini berlaku pula untuk perempuan yang mempertontonkan aurat dan bagian tubuhnya yang tak boleh dilihat orang lain di kolam-kolam renang, tempat disko, dan sebagainya.
  8. tak diperkenankan seorang istri berkenalan dengan lawan jenis terutama teman dari suami. Lebih bagus hal seperti ini dihindari Bagaikan tindakan antisipatif dan sikap kehati-hatian supaya tak munculnya fitnah serta tak membawa di dosa kemaksiatan.
  9. Seorang istri yang shalehah tak boleh bersikap Arogan dengan membanggakan diri dengan kecantikannya kepada suaminya, atau menghina kejelekan suaminya (Seandainya fakta suaminya kebetulan jelek dengan cara fisik). tak boleh pula berbangga dengan harta dan kekayaannya di hadapan suaminya. Mau bagaimanapun kondisi suami, ia tetap wajib dihormati, dihargai, dijaga perasaannya, dilayani dengan sepenuh hati, dijaga kewibawaan dan kehormatannya.
  10. Istri yang shalehah wajib mempunyai rasa cinta dan Afeksi sayang terhadap semua anak-anaknya. Mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan perasaan tanpa menjalankan kekerasan yang kerap terjadi sekarang ini. Berusaha mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam yang bagus. tak mengajarkan anak-anaknya dengan Ungkap kasar dan kotor. Orang tua yang bagus hendaknya bila sedang ada masalah, jangan membicarakan permasalahan apalagi hingga bertengkar di depan anak-anaknya. Hal ini akan berpengaruh buruk di anak-anak kelak sudah besar nanti. Ia akan mengikuti apa yang Dulu orang tuanya lakukan.

Istri yang shalihah pula selalu ingat akan perjuangan dan kerja keras suami selama ini, jangan melupakan kebaikan suami dikarenakan suatu kesalahan kecil yang dilakukan suaminya, apalagi hingga melaknat suami. Hal ini sangat tak bagus dan dilarang. di karenakan hal ini, penghuni neraka lebih banyak dari kaum perempuan. saat Rasulullah SAW menjalankan perintah isra’ dan mikraj, beliau melihat dan menyaksikan bahwa kebanyakan penghuni neraka Yaitu dari kaum perempuan. Lalu beliau ditanya apa sebabnya, maka beliau menjawab:
“di karenakan perempuan sering (suka) melaknat dan melupakan kebaikan suaminya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

10 Tips dan tips supaya Jadi Istri yang Shalihah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here