‘Zona Bebas Muslim’ Dinilai Semakin Meningkat di Myanmar

‘Zona Bebas Muslim’ Dinilai Semakin Meningkat di Myanmar
Berita Islam 24H – Seiring ribuan orang Rohingya melarikan diri dari wilayah Rakhine untuk menyelamatkan diri dari kekerasan dan ‘operasi pembersihan etnis’, komunitas Muslim di seluruh Myanmar telah mendapatkan penindasan di bentuk lain, termasuk penciptaan ‘zona bebas Muslim’.
di suatu laporan yang diterbitkan oleh Jaringan Copyright Asasi Manusia Burma (BHRN), organisasi independen Itu mengklaim bahwa sejak kekerasan terjadi di tahun 2012, jumlah ‘zona bebas Muslim’ telah meningkat di negara ini.
“BHRN telah mendokumentasikan keberadaan setidaknya 21 desa di seluruh negeri saat penduduk setempat, dengan izin dari pihak berwenang, membagikan Asterik peringatan kepada masyarakat Muslim untuk tak memasukkannya ke di zona bebas Muslim,” Perkataan pendiri dan direktur eksekutif organisasi Itu, Kyaw Win, dikutip Harian Bernama.
Sebelum tahun 2012, ada beberapa kota di Myanmar yang memberlakukan pembatasan spesifik di komunitas Muslim, wilayah Rakhine dan wilayah Kayin, namun jumlahnya meningkat di seluruh negara di menanggapi cerita seolah-oleh menggambarkan masyarakat Islam Bagaikan ancaman.
Kekerasan di tahun 2012, menurut laporan Itu, memicu peningkatan usaha di antara nasionalis Buddhis untuk menentukan siapa yang berasal dari Burma (Myanmar) dan siapa yang tak.
“Pengusiran komunitas Muslim dari desa Budha didorong oleh respon kehadiran komunitas Muslim di negara ini dengan cara Keseluruh dan di lingkungan setempat, yang merongrong kekuatan Buddhisme dan oleh di karenakan itu, merupakan ancaman,” Perkataan laporan Itu.
di laporan Itu, BHRN juga memasukkan foto zona bebas Muslim seperti Kota Oak Tadar Block Yatsauk di wilayah Shan dengan peringatan papan nama Muslim supaya tak menginap, membeli atau menyewakan properti dan menikahi penduduk setempat di negara bagian Itu.
Laporan Itu juga menunjukkan Asterik-Asterik peringatan dan Embargo serupa kepada komunitas Muslim, termasuk di desa Botaesu, Kota Yaytarshae Timur di Pegu, Kyow Htaw Waterfall Gates di negara bagian Karen, dan kota-kota Shwe Nyaung dan Taunggyi di Negara Bagian Shan.
Slogan Anti Muslim
Asterik-Asterik dengan slogan anti-Muslim juga muncul di seluruh Myanmar, dengan suatu peringatan, “jangan beri makan harimau dan jangan memberi ruang kepada ‘Kalar’ (bahasa hinaan untuk kaum Muslim).” bila kalian memberi makan di harimau, itu akan memakan kalian. ”
Menurut BHRN, kampanye kepada akar rumput di Myanmar untuk mengekangdan menjauhkan umat Budha dan Islam meningkat di pemerintah gagal bertindak menciptakan keamanan.
Laporan Itu didasarkan di lebih dari 350 wawancara yang dilakukan oleh BHRN selama delapan bulan, dengan bukti dikumpulkan dari individu-individu di lebih dari 46 kota dan desa di seluruh negeri, dari wilayah Karen di timur hingga wilayah Rakhine di Barat, dan di seluruh Myanmar tengah .
Laporan Itu juga didasarkan di bukti yang dikumpulkan oleh BHRN sejak Maret 2016. [beritaislam24h.info / htl]

Loading...

‘Zona Bebas Muslim’ Dinilai Semakin Meningkat di Myanmar

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply