Yudian: Ijtima Ulama itu Hukum Allah Tertinggi, Bukan Qur’an dan Hadits

ceramahterbaru.net.com – Hukum Allah tertinggi bukan Al Quran dan hadits akan tetapi ijma’ atau konsensus ulama.

“Umat Islam wajib Bisa menerima Fenomena bahwa hukum Allah yang tertinggi bukan Al Quran di di kitab, Hadits di di kitab akan tetapi Ijma atau konsensus,” Perkataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi di wawancara dengan detik.com beberapa waktu lalu.

Menurut Yudian, kembali ke Al Quran dan hadits di arti di di kitab akan memunculkan ketegangan.

“Misalnya Muhammadiyah tak ziarah kubur, NU ziarah kubur. Masing-masing punya alasan di Al Quran dan hadits,” jelasnya.

Perkataan Yudian, ketegangan NU dan Muhammadiyah misalnya di ziarah kubur di karenakan belum dikomunikasikan, masih perspektif masing-masing



“Maka wajib ijma misalnya bikin MoU NU dan Muhammadiyah misalnya pasal 1 NU ziarah kubur, Muhammadiyah tak ziarah kubur, pasal 2 saling menghormati dan tak saling menyerang, pasal 3 yang melanggar terkena sanksi.

Loading...

“NU dan Muhammadiyah mempunyai kewajiban untuk menertibkan anggotanya yang melanggar kesepakatan itu. Merupakan Quran juga untuk bersatu dan tak untuk berpecah-belah akan tetapi sudah dikomunikasikan,” jelasnya.

“Untuk Indonesia konsensus tertinggi namanya Pancasila. Nanti turunannya semua peraturan perundang-undangan yang dihasilkan DPR/MPR itu konsensus nasional mengingat siapapun Seandainya sudah diundangkan,” pungkasnya.

Yudian: Ijtima Ulama itu Hukum Allah Tertinggi, Bukan Qur’an dan Hadits

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply