Ya Allah, nyalakan Kembali Ibuku…

ceramahterbaru.net.com – Tak ada penyesalan yang hadir di depan. Ia Bagaikan sunnatullah, selalu hadir belakangan, saat nasi telah Jadi bubur. Sayangnya, meski disadari demikian adanya, banyak diantara kita yang lalai. Sehingga penyesalan serupa terus terjadi dan berpindah dari satu orang kepada orang lainnya.

Penyesalan biasa hinggap di mereka yang tak tahu atau sok tahu. bila tak tahu, mungkin Bisa ditolerir. Meskipun amat wajib diketahui apa penyebab ketidaktahuannya. bila sok tahu, inilah sosok yang wajib kita kasihani setelah itu mendoakannya. Pasalnya, bila akut, sok tahu Bisa berubah Jadi Arogan; merasa pandai dan enggan menerima nasihat dari orang lain.

Anak itu khusyuk di munajatnya di suatu siang. Riak mukanya serius, dahinya berkerut, tatapan matanya menerawang, matanya alirkan bulir suci di tangis syahdu nan terdengar pilu. Sesalnya terbaca saat kedua tangannya tak kunjung turun. Lama ia berdoa.

Loading...

Berselang jenak, masuklah sesosok dewasa ke rumah Allah itu. Menyaksikan ‘keanehan’ pemandangan itu, ia terhenyak. Benaknya penuh di tanya. Gerangan apakah yang membuat anak kecil itu berlaku serupa itu. Padahal, usianya terbilang amat belia. Ia yang lebih lama Hayati tapi tak Sempat sekhusyuk itu di panjatkan pinta, dibuat bertanya-tanya entah.

Maka ditungguilah hingga sang anak usai di munajat panjangnya. Seusainya, dengan malu dan hati-hati, mendekatlah lelaki dewasa itu. Hendak menyapa, setelah itu bertanya untuk obati keingintahuannya.

Lepas mengatur tempat duduk, saat jarak keduanya tak terlampau jauh, ia Mengakses Perkataan, “Dik, apa yang kaupinta sedari tadi? hingga air matamu tumpah, hampir Demisioner?”

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ya Allah, nyalakan Kembali Ibuku…

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply