Wapres JK: Ada 2 Juta TKI di Malaysia, tapi tak Sempat Ribut

Berita Islam 24H – Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa heran terhadap pihak-pihak yang ramai mengkritik masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia.
Padahal, ucap dia, tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia masih kalah dibandingkan tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke negara lain.
“Ada 2 juta orang Indonesia bekerja di Malaysia, tapi Malaysia tak Sempat ribut walaupun 2 juta. Kita, (TKA) masuk sedikit ribut,” ujar Kalla di Mengakses Munas Apindo di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (24/4/2018).
“Padahal untuk maju dibutuhkan investasi, investasi itu kan modal dan skill. Apabila kita persulit tenaga ahli, expat, maka modal dan skill tak masuk,” sambung dia.
Kalla Menyebut, kebijakan pemerintah Mengakses pintu TKA masuk ke Indonesia bukan untuk mengambil lapangan kerja. Justru, ucap Kalla, hal itu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja di Indonesia.
Ia mengakui, ada beberapa hal yang tak sesuai rencana, namun dengan cara Keseluruh, masuknya tenaga kerja asing akan membagikan manfaat investasi dan lapangan kerja.
Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri membantah pernyataan sejumlah pihak yang Menyebut tenaga kerja asing (TKA) asal China telah menyerang atau menyerbu Indonesia.
Hal ini Disampaikan Bagaikan jawaban dari kekhawatiran sejumlah pihak terhadap Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 mengenai Penggunaan Tenaga Kerja Asing, di mana disebut banyak TKA asal China yang masuk ke Indonesia.
Hanif merujuk di data World Bank dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri per akhir tahun 2017.
Dari data Itu, ada total 9 juta TKI di beberapa negara, dengan sebaran paling banyak di Malaysia (55 persen), disusul Saudi Arabia (13 persen), China (10 persen), Hongkong (6 persen) dan Singapura (5 persen).
apabila dirinci lebih detail lagi, ada lebih dari 150.000 TKI di Hongkong, 20.000 TKI di Makau, serta 0.000 TKI di Taiwan. Sementara, jumlah TKA asal China yang bekerja di Indonesia per akhir 2017 hanya 24.800 orang.
Perpres digugat
Advokat Yusril Ihza akan uji materil Perpres Nomor 20 Tahun 2018 mengenai Tenaga Kerja Asing ke Mahkamah Agung RI.
Yusril mewakili Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Yusril akan meminta Mahkamah Agung membatalkan Perpres di karenakan bertentangan dengan undang-undang.
Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal sebelumnya mengungkapkan bahwa organisasinya akan menggelar aksi demonstrasi sekitar 150.000 buruh se-Jabodetabek di peringatan Hari Buruh atau May Day di 1 Mei 2018.
di aksi itu, para buruh akan menuntut pemerintah untuk Genjah mencabut Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 yang mempermudah masuknya TKA ke Indonesia. [b-islam24h.com / kompas]

Loading...
Advertisement

Wapres JK: Ada 2 Juta TKI di Malaysia, tapi tak Sempat Ribut

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply