Home Ceramah Islam Terbaru WAKTU SHALAT WAJIB, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

WAKTU SHALAT WAJIB, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

24
0
KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII
FIKIH SHALAT

WAKTU SHALAT


a. Shalat Lima Waktu
Shalat wajib lima waktu (Shubuh, Zhuhur, Ashar, Magrib, dan Isya’) mempunyai waktu Eksklusif yang tak Absah pelaksanaannya sebelum waktunya dan tak boleh ditunda hingga keluar waktunya. Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu Yaitu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisaa`: 103).

Di di Alquran, terdapat beberapa ayat yang mengisyaratkan waktu-waktu shalat Itu, diantaranya Yaitu firman Allah SWT:

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ ، وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ

“Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kita berada di petang hari dan waktu kita berada di waktu subuh. Dan untuk-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kita berada di sore hari dan di waktu kita berada di waktu zuhur.” (Ar-Ruum: 17-18).


waktu shalat

Kalimat “di petang hari” mengisyaratkan waktu shalat Magrib dan Isya’. Kalimat “di waktu subuh” mengisyaratkan waktu shalat Shubuh. Kalimat “di sore hari” mengisyaratkan waktu shalat Ashar. Dan kalimat “di waktu zuhur” mengisyaratkan waktu shalat Zhuhur.

Adapun penentuan awal dan akhir waktu shalat maka didasarkan di Elaborasi Jibril yang mengajarkan kepada Nabi SAW waktu-waktu shalat Seusai diturunkannya perintah pelaksanaannya di malam Isra’ dan Mi’raj. Begitu juga didasarakan di Ungkap dan perbuatan Nabi SAW yang jelaskan kepada kaum muslimin.

Diantara hadits yang jelaskan dengan cara lengkap waktu shalat lima waktu Yaitu hadits diriwayatkan oleh Muslim di kitab Shahihnya dari Abu Musa al-Asy’ari RA bahwa suatu hari seseorang datang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai waktu shalat akan tetapi beliau tak menjawabnya. di riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi SAW berkata: “Hadirlah shalat bersama kami.” Lalu Nabi SAW melaksanakan shalat Shubuh saat fajar terbit sementara orang-orang hampir tak Bisa saling mengenal satu Serupa lain. Lalu beliau memerintahkan shalat Zhuhur saat matahari tergelincir. Seorang berkata: “Siang berada tepat di atas kepala.” Beliau lebih tahu dari mereka. Lalu beliau melaksanakan shalat Ashar sementara matahari masih cukup tinggi. Lalu beliau memerintahkan shalat Magrib saat matahari tenggelam. Lalu beliau memerintahkan melaksanakan shalat Isya’ saat mega telah hilang.

Lalu esok harinya beliau mengakhirkan waktu shalat Shubuh hingga saat selesai shalat seorang berkata: “Matahari telah atau hampir terbit.” Lalu beliau mengakhirkan shalat Zhuhur hingga mendekati waktu Aplikasi shalat Ashar kemarin. Lalu beliau mengakhirkan waktu Ashar hingga saat selesai seseorang berkata: “Matahari telah memerah.” Lalu beliau mengakhirkan shalat Magrib hingga saat mega akan menghilang. Lalu beliau mengakhirkan shalat Isya’ hingga sepertiga malam pertama. Lalu saat pagi, beliau memanggil orang yang bertanya itu dan berkata: “Waktu shalat diantara dua waktu Itu.”
Berikut Elaborasi dengan cara terperinci waktu-waktu shalat Itu.

  1. Shalat Shubuh.

Shubuh Yaitu nama waktu di awal siang. Dinamakan juga dengan shalat Fajar. Waktu shalat Shubuh dimulai sejak terbit fajar shadik dan berakhir dengan terbitnya sebagian lempengan matahari. Rasulullah SAW bersabda:

وَقْتُ صَلاَةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوْعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ

“Waktu shalat Shubuh dari terbit fajar sebelum terbit matahari.” (HR. Muslim).

Yang dimaksud fajar disini Yaitu fajar shadik (fajar hakiki), bukan fajar kadzib (fajar semu). Disparitas antara keduanya Yaitu:

  • Cahaya fajar shadik menyebar dan terus bertambah, sementara cahaya fajar kadzib akan menghilang dan diikuti kegelapan.
  • Fajar shadik bentuknya memanjang dari selatan ke utara di atas cakrawala (ufuk). Sementara fajar kadzib meninggi dari timur ke barat (dari bawah ke atas) seperti ekor srigala.
  • Fajar shadik merupakan Asterik masuk shalat dan puasa, sementara fajar kadzib tak.

 

Loading...

2. Shalat Zhuhur.
Dinamakan dengan zhuhur di karenakan shalat ini tampak (zhâhir) di waktu siang. Atau di karenakan dilakukan saat terik matahari (zhahîrah). Atau di karenakan ia merupakan shalat yang pertama kali muncul (zhahara) di Islam.
Waktu shalat Zhuhur dimulai sejak tergelincir matahari dan berakhir saat bayangan suatu benda sepanjang benda itu sendiri selain bayangan istiwa`. Rasulullah SAW bersabda:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُوْلِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرِ

“Waktu Zhuhur bila matahari tergelincir dan bayangan seorang seperti tinggi dirinya selama belum datang waktu Ashar.” (HR. Muslim).

Bayangan istiwa’ Yaitu suatu bayangan yang muncul saat matahari berada persis di tengah hari sebelum tergelincir. Untuk mengetahuinya dengan mendirikan suatu benda di tempat datar lalu menandai ujung bayangannya. bila bayangan itu terus menyusut maka matahari belum tergelincir. bila bayangan itu berhenti (tak berkurang dan tak bertambah) itulah waktu istiwa’. Dan bila bayangan Berawal Dari bertambah ke arah timur maka matahai telah tergelincir.

  1. Shalat Ashar.

Perkataan ashar dengan cara bahasa berarti masa. Shalat Ashar Yaitu shalat wajib yang paling afdal dan merupakan ash-shalaatul wusthaa (shalat yang tengah) yang disebutkan di Alquran.

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa.” (Al-Baqarah: 238).

Shalat Ashar dimulai sejak bayangan suatu benda sedikit lebih panjang dari benda itu sendiri (selain bayangan istiwa`) dan berakhir saat lempengan matahari hilang dari cakrawala saat tenggelam. Nabi SAW bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ

“Barang siapa mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum tenggelam matahari maka ia telah mendapatkan shalat Ashar.” (Muttafaq alaih).

  1. Shalat Magrib.

Magrib artinya waktu tenggelam matahari. Waktu shalat magrib dimulai sejak terbenam semua bagian matahari ke di cakrawala dan berakhir dengan hilangnya mega merah di ufuk. Shalat Magrib Yaitu shalat yang paling pendek waktunya. Rasulullah SAW bersabda:

وَقْتُ الْمَغْرِبِ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مَا لَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ

“Waktu Shalat Magrib bila telah terbenam matahari selama belum hilang mega.” (HR. Muslim).

  1. Shalat Isya`.

Isya` berarti awal gelap. Waktunya dimulai sejak hilangnya mega merah hingga terbit fajar shadik. Waktu shalat Isya` Yaitu waktu shalat terpanjang.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA bahwa: “Jibril AS melaksanakan shalat Isya’ akhir saat mega telah hilang.”
Terdapat tiga macam mega, Yaitu merah, kuning dan putih. Disunahkan untuk menunda Aplikasi shalat Isya` hingga hilangnya mega putih dan kuning guna menghindari Disparitas pendapat mazhab yang Menyebut bahwa waktu Isya` dimulai sejak hilangnya mega putih, Yaitu mazhab Hanafi.

WALLAHU A’LAM

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

WAKTU SHALAT WAJIB, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here