Home Ceramah Islam Terbaru WAKTU SHALAT BERDASARKAN KEUTAMAANNYA, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

WAKTU SHALAT BERDASARKAN KEUTAMAANNYA, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

23
0
KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII
FIKIH SHALAT

WAKTU SHALAT

b. Waktu Shalat Berdasarkan Keutamaannya
Dilihat dari keutamaan pelaksanaannya, waktu shalat Dikotomi Jadi tujuh, Yaitu:

1. Waktu fadilah (utama).
Yaitu waktu yang bila seseorang melaksanakan shalat di dalamnya akan mendapatkan keutamaan shalat di awal waktu. Hal itu Bisa dicapai dengan menjalankan perbuatan-perbuatan pengantar shalat Seusai masuk waktu, seperti menjawab azan, bersuci, memakai pakaian, menunggu jamaah dan lain-lain. Dinamakan waktu fadilah di karenakan Nabi SAW saat ditanya ibadah apa yang paling afdal (utama) maka beliau menjawab: “Shalat di awal waktu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Waktu fadilah untuk semua shalat wajib Yaitu Serupa Yaitu sejak masuk waktu shalat Itu hingga waktu yang diperlukan untuk menjalankan perbuatan pengantar shalat.

shalat
 
2. Waktu ikhtiyar (pilihan).
Yaitu waktu yang dipilihkan oleh syariat untuk seseorang yang tak Bisa shalat di waktu fadilah. Dinamakan waktu ikhtiyar di karenakan Jibril AS memilih waktu Itu untuk Aplikasi shalat saat mengajarkan waktu shalat kepada Nabi SAW.

  • Zhuhur: sejak awal waktu hingga tersisa waktu yang cukup untuk sekali shalat sebelum waktu zhuhur berakhir.
  • Ashar: sejak berakhir waktu fadilah hingga panjang bayangan suatu benda dua kali lipat dari benda Itu.
  • Magrib: Serupa seperti waktu fadilah.
  • Isya`: sejak berakhir waktu fadilah hingga berakhirnya sepertiga malam pertama.
  • Shubuh: sejak awal waktu hingga waktu dimana seseorang Bisa mengenali seseorang di dekatnya (al-isfâr).

3. Waktu jawaz (boleh).
Yaitu waktu yang dibolehkan untuk menunda shalat hingga waktu Itu. Waktu jawaz Dikotomi dua: waktu jawaz tanpa kemakruhan dan waktu jawaz dengan kemakruhan.

  • Zhuhur: sejak awal waktu hingga tersisa waktu yang cukup untuk sekali shalat sebelum waktu zhuhur berakhir.
  • Ashar:

  1. Boleh tanpa kemakruhan: sejak berakhirnya waktu ikhtiyar hingga langit di bagian barat Jadi kekuningan (al-ishfirâr).
  2. Boleh dengan kemakruhan: sejak langit kekuningan hingga hanya tersisa waktu untuk melaksanakan sekali shalat aja.

  • Magrib:

  1. Boleh tanpa kemakruhan: Serupa seperti waktu fadilah.
  2. Boleh dengan kemakruhan: sejak berakhir waktu fadilah hingga tersisa waktu yang cukup untuk melaksanakan satu shalat Magrib.

  • Isya`:

  1. Boleh tanpa kemakruhan: sejak berakhir sepertiga malam pertama hingga terbit fajar kadzib.
  2. Boleh dengan kemakruhan: sejak terbit fajar kadzib hingga tersisa waktu yang hanya cukup untuk melaksanakan sekali shalat.

  • Shubuh:

  1. Boleh tanpa kemakruhan: sejak awal waktu hingga muncul mega merah.
  2. Boleh dengan kemakruhan: sejak muncul mega merah hingga tersisa waktu yang hanya cukup untuk melaksanakan satu kali shalat.

4. Waktu hurmah (Embargo).
Yaitu waktu yang dilarang mengakhirkan shalat hingga waktu Itu tanpa uzur seperti tertidur. Waktu hurmah untuk seluruh shalat Yaitu Serupa Yaitu bila tak tersisa waktu untuk melaksanakan satu kali shalat meskipun belum keluar waktunya.
 
5. Waktu uzur.
Yaitu waktu yang boleh melaksanakan shalat di waktu Itu bila mempunyai uzur (alasan yang dibenarkan syariat), seperti di karenakan perjalanan dan sakit.

Loading...
  • Zhuhur: Yaitu Keseluruh waktu shalat Ashar.
  • Ashar: Yaitu Keseluruh waktu shalat Zhuhur.
  • Magrib: Yaitu Keseluruh waktu Isya`.
  • Isya`: Yaitu Keseluruh waktu Magrib.
  • Shubuh: tak ada waktu uzur di shalat Shubuh.

6. Waktu darurat.
Yaitu sisa waktu shalat hanya sekedar untuk takbiratul ihram atau lebih Seusai Embargo shalat Jadi hilang, seperti suci dari haid.
Waktu darurat untuk seluruh shalat Yaitu Serupa.
 
7. Waktu idrak (ditetapkan kewajiban shalat).
Yaitu waktu yang muncul setelahnya Embargo shalat –seperti haid dan gila– sementara waktu yang telah terlewati Itu cukup untuk melaksanakan shalat dan bersuci dengan cara lengkap.
 
Catatan:
1) Makruh hukumnya tidur sebelum shalat Isya` serta Seusai shalat Shubuh dan Ashar. Begitu pula hukumnya makruh begadang Seusai shalat Isya` kecuali untuk tujuan bagus, seperti ibadah dan Berguru.
Diriwayatkan dari Abu Barzah RA: “Rasulullah SAW tak meyukai tidur sebelumnya, dan berbincang-bincang setelahnya.” Maksundya shalat Isya`. (HR. Bukhari dan Muslim).
2) Suatu shalat dinyatakan Bagaikan shalat di di waktu (ada`an) bila mendapatkan satu rakaat di di waktu (meskipun sisanya di luar waktu), bagus di karenakan uzur ataupun tak. bila tak mendapatkan satu rakaat atau tak penuh mendapatkannya maka dianggap Bagaikan shalat qadha. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الصُّبْحِ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الصُّبْحَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ

“Barang siapa mendapatkan satu rakaat shalat Shubuh sebelum terbit matahari maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh. Dan barang siapa mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum tenggelam matahari maka ia telah mendapatkan shalat Ashar.” (Muttafaq alaih).

3) Disunahkan mengakhirkan Aplikasi shalat Zhuhur hingga suasana lebih dingin (al-ibrâd). Rasulullah SAW bersabda:

إَذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا بِالظُّهْرِ، فَإِنَّ شِدَّةِ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

“bila Geothermal begitu terik maka tunggulah dingin untuk melaksanakan shalat Zhuhur, di karenakan sesungguhnya teriknya Geothermal Yaitu sebagian dari hembusan neraka Jahanam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perbuatan ini disunahkan bila memenuhi lima syarat, Yaitu:

  • Shalat yang diakhirkan Yaitu shalat Zhuhur.
  • Dilakukan di musim (waktu) Geothermal.
  • Dilakukan di wilayah Geothermal, seperti Hijaz dan Hadramaut.
  • Dilaksanakan dengan cara berjamaah.
  • Tempat shalat jauh.

WALLAHU A’LAM

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

WAKTU SHALAT BERDASARKAN KEUTAMAANNYA, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here