Home Ceramah Islam Terbaru W U D H U

W U D H U

137
0
KITAB THAHARAH (BERSUCI)


D. W U D H U
dengan cara bahasa wudhu berarti indah. Wudhu Yaitu membasuh atau mengusap air di anggota badan Eksklusif dengan tips Eksklusif.
Wudhu disyariatkan berdasarkan Alquran dan hadits. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kita hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu hingga dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu hingga dengan kedua mata kaki.” (Al-Mâidah: 6).

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Humron bahwa Utsman bin Affan RA memintanya mengambilkan air untuk wudhu. Lalu beliau membasuh (mencuci) kedua telapak tangannya tiga kali. Lalu berkumur, menghirup air (istinsyaq) dan membuangnya. Lalu membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali, lalu tangan kiri seperti itu juga. Lalu mengusap kepalanya. Lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kaki tiga kali, lalu kaki kiri seperti itu juga. Lalu Utsman berkata: “Aku telah melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini.”

Wudhu: Suci Lahir Batin
Wudhu: Suci Lahir Batin

 
a. Syarat-syarat Wudhu
Terdapat beberapa syarat supaya wudhu Jadi Absah, Yaitu:
1. Islam.

2. Mumayiz, Yaitu seorang anak yang sudah Bisa membedakan antara yang bagus dan yang buruk. Sejumlah ulama membatasinya dengan umur Yaitu tujuh tahun.

3. Suci dari haid dan nifas.

4. tak ada sesuatu yang menghalangi air hingga di kulit, seperti benda berbahan plastik, cat, lilin dan minyak. Begitu pula kotoran kuku dan mata yang dianggap menghalangi sampainya air ke permukaan kulit.

5. Bebas dari najis aini (yang mempunyai rasa, bau atau warna).

6. Berwudhu dengan air yang suci dan mensucikan.

7. tak ada sesuatu yang Bisa merubah sifat air, seperti sabun atau tinta.

8. Mengalirnya air dengan cara alami ke anggota wudhu selain rambut (kepala), sehingga tak cukup dengan kain basah atau batu es.

9. Telah masuk waktu dan dilakukan dengan cara muwalah (tak terputus) untuk orang yang mempunyai masalah beser dan perempuan yang kedatangan darah penyakit (istihadhah).


b. Rukun wudhu
Wudhu mempunyai enam rukun. Empat rukun ditetapkan berdasarkan ayat wudhu (surah Al-Mâidah ayat 6) dan dua rukun (Yaitu niat dan tertib) didasarkan di hadits-hadits Nabi SAW. Keenam rukun Itu Yaitu:
1. Niat. Nabi SAW bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu tergantung di niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat dilakukan bersamaan dengan membasuh bagian pertama dari wudhu Yaitu wajah. Niat yang diperhitungkan Yaitu yang dihadirkan di hati. Pelafalan niat dengan lisan tak dianggap Bagaikan niat tapi melakukannya Yaitu sunah (dianjurkan). Niat boleh dengan bahasa selain Arab.
Contoh niat wudhu: ( نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَصْغَرِ لِلهِ تَعَالَى ) “Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil di karenakan Allah Ta’ala.”

2. Membasuh wajah. Yang dimaksud membasuh atau mencuci Yaitu mengalirkan air di permukaan kulit sehingga tak cukup sekedar mengelap wajah dengan kain basah atau tangan basah. Batas wajah Yaitu dari tempat tumbuhnya rambut di bagian ubun-ubun kepala hingga tempat tumbuhnya jenggot di bagian dagu, dan dari batas telinga kanan hingga telinga kiri.
3. Membasuh kedua tangan hingga siku.

4. Mengusap rambut atau kulit kepala. Yang dimaksud mengusap Yaitu membasahi (mengelap) dengan sisa air yang ada di tangan. Rambut yang boleh diusap Yaitu yang tak keluar dari batas kepala bila diulur ke bawah.

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

6. Maksudnya menjalankan rukun-rukun diatas dengan cara berurutan dari awal hingga akhir berdasarkan berbagai dalil bagus Alquran ataupun hadits serta perbuatan Nabi SAW yang selalu melaksanakan wudhu dengan cara berurutan.


c. Sunah wudhu

  • Pertama: Sunah wudhu dengan cara Generik:

1. Menghadap kiblat di karenakan kiblat Yaitu arah terbaik dan merupakan arah di setiap ketaatan.
2. Duduk untuk menghindari cipratan air mustakmal (bekas wudhu) di karenakan dianggap air kotor meskipun suci dan di karenakan sebagian ulama menganggapnya najis.
3. tak berbicara.
4. Memulai dari anggota sebelah kanan, berdasarkan hadits:

إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فَابْدَؤُوْا بِمَيَامِنِكُمْ

“bila kalian berwudhu maka mulailah dari bagian kanan.” (HR. Ibnu Majah).
5. Menggosok permukaan kulit, sebagaimana di hadits Abdullah bin Zaid bahwa Nabi SAW menggosok kulitnya di wudhu (HR. Ahmad).
6. Menigakalikan di membasuh dan mengusap, sebagaimana hadits Utsman yang menceritakan tatacara wudhu Nabi SAW (HR. Bukhari dan Muslim).
7. tak membasuh atau mengusap lebih dari tiga kali. Berdasarkan sabda Nabi SAW Seusai beliau berwudhu dengan menigakalikan basuhan:

هَكَذَا الْوُضُوْءُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا أَوْ نَقَصَ فَقَدْ أَسَاءَ وَظَلَمَ

“Begitulah wudhu. Maka barang siapa menambah dari ini atau menguranginya maka sungguh ia berlaku buruk dan zalim.” (HR. Abu Daud).
8. Muwalah, Yaitu menjalankan wudhu dengan cara berkelanjutan sehingga anggota wudhu pertama tak kering saat membasuh anggota yang kedua. Ini didasarkan atas perbuatan Nabi SAW yang selalu menyelesaikan wudhu tanpa ditunda.
9. Ekonomis di memakai air. di karenakan berlebih-lebihan Yaitu hal yang dilarang. Nabi SAW juga bersabda:

إِنَّهُ سَيَكُوْنُ فِيْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ

“Sungguh akan ada di umat ini orang-orang yang Lebih di bersuci dan doa.” (HR. Abu Daud).
10. tak meminta dukungan di berwudhu di karenakan Bisa menghilangkan kerendahan diri dan menimbulkan kesombongan. Ibnu Abbas RA berkata: “Rasulullah SAW tak menyerahkan urusan wudhunya kepada orang lain. tak pula di urusan sedekah yang beliau akan berikan kepada orang lain. Beliau sendiri yang menjalankan itu semua.” (HR. Ibnu Majah).
11. tak mengibaskan anggota wudhu sehingga air yang ada padanya Jadi hilang atau kering. di karenakan tindakan itu seperti menunjukkan ketidaknyamanan dengan ibadah. Dan setiap tetes air di tubuh orang yang berwudhu akan mengurangi dosa-dosa yang ada padanya hingga tetes terakhir.
12. tak mengeringkan air di anggota wudhu dengan kain kecuali darurat. Diriwayatkan bahwa Maimunah RA –isteri Nabi SAW—membagikan handuk kepada beliau Seusai mandi akan tetapi beliau tak mengambilnya dan mengurangi air dengan tangannya. (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Kedua: Sunah wudhu sebelum membasuh wajah.

1. Berniat menjalankan sunah wudhu. di karenakan amalan yang tak disertai niat ibadah tak dianggap Bagaikan ibadah.
2. Membaca basmalah dan ta’awudz. di karenakan anjuran membaca basmalah di setiap perbuatan bagus. Dan diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

Loading...
تَوَضَّؤُوْا بِسْمِ اللهِ

“Berwudhulah dengan Menyebut nama Allah.” (HR. Nasa`i).
3. Bersiwak atau membersihkan gigi. Rasulullah SAW bersabda:

لَوْ لاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Seandainya tak memberatkan umatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak di setiap wudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
4. Membasuh kedua telapak tangan hingga pergelangan. Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid RA saat ditanya mengenai tata tips wudhu Nabi SAW. Maka beliau meminta diambilkan bejana air lalu berwudhu seperti wudhunya Nabi SAW. Beliau menuangkan air ke telapak tangannya dari bejana dan mencucinya tiga kali. Lalu memasukkan tangannya di bejana itu. (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Berkumur-kumur.
6. Membersihkan lubang hidung, Yaitu dengan menghirup air dan mengeluarkannya kembali. di hadits Abdullah bin Zaid RA yang menyontohkan wudhu Nabi SAW: Lalu berkumur, menghirup air dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim).
Sangat dianjurkan untuk berlebih-lebihan di berkumur dan membersihkan hidung kecuali bila sedang berpuasa. Nabi SAW bersabda:

وَبَالِغْ فِي اْلاسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَائِماً

“Dan berlebihanlah di menghirup air kecuali bila berpuasa.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa`i dan Ibnu Majah).

  • Ketiga: Sunah wudhu saat membasuh wajah.

1. Melafalkan niat, Yaitu bersamaan dengan basuhan pertama di wajah.
2. Memulai membasuh wajah dari bagian atas.
3. Mengambil air dengan kedua telapak tangan.
4. Memperhatikan bagian ujung mata yang berada di dekat hidung.
5. Menyela-nyela jenggot dan jambang yang lebat. Berdasarkan hadits Anas RA bahwa Rasulullah SAW bila berwudhu akan mengambil air dengan telapaknya dan meletakkan di bawah mulutnya lalu beliau menyela-nyela jenggotnya. Lalu beliau bersabda: “Beginilah aku diperitah oleh Tuhanku.” (HR. Abu Daud).
6. Melebihkan basuhan dari batas wajah. Juga bagian lain dari anggota wudhu. Nabi SAW bersabda:

إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil di keadaan bersinar (wajah, tangan dan kakinya) di karenakan bekas wudhu. Maka barang siapa diantara kalian yang Bisa untuk melebihkan basuhannya maka lakukanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. tak memukulkan air ke wajah.

  • Keempat: Sunah wudhu saat membasuh kedua tangan.

1. Memulai basuhan dari kedua telapak tangan bila menyiramkan air Yaitu dirinya sendiri. Namun, bila yang menyiramkan Yaitu orang lain –termasuk juga kran air– maka dimulai dari bagian siku-siku.
2. Menyela-nyela jari-jemari. Berdasarkan perintah Nabi SAW:

وَخَلِّلْ بَيْنَ الأَصَابِعِ

“Dan sela-selailah jari-jemari.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa`i dan Ibnu Majah).
3. Melebihkan basuhan dari batas tangan.
4. Menggerakkan cincin sehingga air benar-benar mengenai kulit di bawah cincin.

  • Kelima: Sunah wudhu saat mengusap rambut atau kepala.

1. Mengusap semua rambut kepala. Caranya dengan meletakkan kedua ibu jari di kedua pelipis dan menempelkan kedua jari telunjuk serta meletakkanya di atas dahi (tempat tumbuh rambut). Lalu menarik tangannya ke belakang dan mengembalikan ke depan lagi bila rambutnya Bisa dibalik. Tapi bila rambutnya pendek sekali atau panjang –seperti rambut perempuan– maka tak wajib menarik kembali ke depan.
Hal ini sebagaimana Ungkap Abdullah bin Zaid RA: “Bahwa Rasulullah SAW mengusap kepalanya dengan kedua tangan maju dan mundur. Beliau memulai dari bagian depan kepala dan digeser hingga tengkuknya. Lalu beliau kembalikan ke tempat semula.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Membasuh kedua telinga Seusai membasuh rambut atau kepala. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA ia berkata: “Nabi SAW membasuh kepalanya dan kedua telinganya bagian di luar dan di.” (HR. Tirmidzi).

  • Keenam: Sunah wudhu saat membasuh kedua kaki.

1. Memulai basuhan dari ujung jari.
2 Melebihkan basuhan dari batas mata kaki.
3. Lebih di membasuh tumit. Nabi SAW bersabda:

وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ

“Celakalah tumit-tumit (yang tak terbasuh) di neraka.”
4. Menyela-nyela jari kaki.

  • Ketujuh: Sunah wudhu Seusai selesai berwudhu.

1. Membaca doa wudhu sambil menghadap kiblat:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa tak sekutu untuk-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Yaitu hamba Allah dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk di golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk di golongan orang-orang yang mensucikan.”
2. Melaksanakan shalat dua rakaat wudhu. Dianjurkan membaca surah al-Kaafiruun di rakaat pertama dan surah al-Ikhlaash di rakaat kedua. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوْءَهُ ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Tiada seorang muslim yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya lalu ia melaksanakan shalat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan dengan wajah dan hatinya kecuali ia pasti mendapatkan surga.” (HR. Muslim).
Wallahu A’lam.

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

W U D H U

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here