Home Berita Islam Terbaru Umar Bin Khattab: Suatu Negeri akan Hancur bila Para Penghianat Jadi Petinggi,...

Umar Bin Khattab: Suatu Negeri akan Hancur bila Para Penghianat Jadi Petinggi, dan Harta dikuasai Orang-orang Fasik

133
0

Kepada para komander pasukan Umar Radiyallahu Anhu Menyebut: “..Perintahkan manusia supaya pergi haji dan barangsiapa yang tak mampu, maka hajikan dia dari harta Allah ..” …

(Dari disertasi DR. Jabirah bin Ahmad Al Haritsi, di program S3 Ekonomoi Islam Fakulti Syariah dan Kajian Islam Universiti Ummul Qura Makkah dengan predikat Summa Kepujian)

~~~~~~~~~~

Umar bin Khatab Radiyallahu Anhu Yaitu Khalifah yang sukses membangun dan meletakkan asas-asas ekonomi yang kukuh berdasarkan keimanan dan Tauhid kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Beliau Yaitu orang yang terakhir kali boleh makan dan berehat Seusai yakin penduduk sudah terjamin kesejahteraannya. Beliau sangat zuhud terhadap keduniawiaan dan itu penguatkuasaan di keluarganya. Ibn Umar Radiyallahu anhu sangat terkenal dengan pengawasan terhadap rakyatnya dan ketegasannya terhadap orang-orang yang menjalankan Defleksi, khususnya apabila orang yang menjalankan penyelewengan itu Yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan Generik seperti Gabenor, hakim, pemungut zakat.

di masa sekarang ini di mana negara-negara di Global terbahagi Jadi negara kapitalis, negara sosialis dan lain-lain mengikut dasar sistem ekonomi yang diikuti oleh setiap negara. Ini menunjukkan begitu kuatnya Interaksi antara politik dan ekonomi yang saling mempengaruhi dengan cara timbal balik. Ibn Umar Radiyallahu anhu menjelasakan bahawa kerosakan sistem pemerintahan dan dikuasainya pelbagai urusan oleh orang-orang yang fasik merupakan sebab kehancuran tiang-tiang umat; dimana beliau berkata, “Suatu negeri akan hancur walaupun dia makmur.” Mereka berkata, “Bagaimana suatu negeri hancur Padahal dia makmur?” Ia menjawab, “bila orang-orang yang penghianat Jadi pemimpin dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik.”

Sesungguhnya ekonomi kontemporari mengakui sebab-sebab yang menghancurkan terhadap kerosakan ekonomi dan bahwasanya itu merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap usaha pembangunan ekonomi khususnya di negara-negara membangun).

Oleh kerana itu, Umar R.a berupaya keras di mewujudkan sistem pemerintahan yang bagus. Bahkan sangat sering beliau bertanya kepada sebahagian sahabatnya supaya mereka mengemukakan pendapat mereka untuk mengetahui faktor-faktor kebaikan. Contohnya kepada Muadz bin Jabal, “Apakah tiang perkara ini ya Muadz? ‘Ia berkata,” Islam, kerana dia Yaitu fitrah; ikhlas, kerana dia Yaitu substansi agama, dan ketaatan kerana dia Yaitu perlindungan.

Dari fikih Ekonomi Umar r.a. semasa pemerintahannya, ada beberapa point yang menyebutkan kriteria sistem pemerintahan yang bagus Yaitu:

Kerajaan melaksanakan tugasnya nya yang terpenting iaitu menjaga agama dengan tips menetapkan hukum-hukumnya dan berjihad melawan musuh, menjaga harta kaum muslimin Yaitu dengan mengumpulkan dan membagikannya sesuai syariah, menegakkan keadilan dengan meralisasikan kemanan dan ketenteraman, berupaya mewujudkan kesejahteraan ummat dengan memperhatikan orang-orang yang memerlukan
Melibatkan ummat dengan tips musyawarah ataupun membagikan impak ummat kepada pengawasan terhadap jalannya pemerintah dengan tips menasihati dan meluruskannnya
Ada Copyright ummat menuntut kerajaan bila kerajaan mengabaikan Aplikasi apa yang Jadi Copyright-Copyright ummat. di hal ini Umar sangat peduli untuk mengetahui pendapat Generik dan ia bertanya kepada Malik, sahabat karibnya di rumah seraya berkata, “Wahai Malik, bagaimana keadaan manusia?” Ia menjawab “Manusia di keadaan bagus.”. Lalu Umar bertanya lagi “Adakah kita mendengar sesuatu?” Malik menjawab “Aku tak mendengar melainkan kebaikan” Soalan ini berulang sehingga tiga kali. Maka Malik berkata padanya di hari ketiga “Apa yang kita khawatirkan dari manusia?” Umar menjawab “Bagaimana kita ini Malik! Aku bimbang bila Umar mengabaikan sebahagian Copyright kaum muslimin lalu mereka datang kepadanya dengan bendera dan menanyakan Copyright mereka? “Dan diantara nasihat Umar kepada para gabenornya Yaitu” Janganlah kita memukul kaum muslimin, kerana dengan itu kita menistakan mereka. Dan janganlah kita menghalang Copyright-Copyright mereka, kerana dengan itu kita menjadikan mereka untuk menderhaka kepada kita .. “
Adanya Kestabilan yang tak mengakibatkan kepada pergolakan dan kegoncangan. Kestabilan politik disini Yaitu dengan mengharamkan seorang muslim menderhaka kepada pemimpinnya.
Pembangunan ekonomi ini menuntut adanya sistem pengurusan yang memudahkan lajunya roda pembangunan dan menghilangkan rintangan dari jalannya, di mana sebahagian bentuk pengurusan dan sistem kawalan yang terdapat di fiqh ekonomi Umar r.a Yaitu sbb:
a.Hisbah dan pengawasan pasaran

b. pengawasan harta

c. Pengawasan kerja dan pengaturannya

d. perlindungan alam sekitar

Menurut Fiqih ekonomi Itu, bahawasanya ada korelasi antara pembangunan ekonomi di kacamata Islam dengan wujudnya suatu lingkungan yang Islami di segala aspek kehidupan. Dan dari dua diantara lima tiang-tiang pengembanganan ekonomi (sebagaimana dikemukakan di disertasi Dr Jaribah bin Ahmad dari tesisnya yang membincangkan mengenai itu) Yaitu

kesalehan ummat
Sesungguhnya kesalahehan ummat Yaitu dengan mengimani Islam Bagaikan akidah dan syariah dan pengaplikasiannya di segala aspek kehidupan.

saat seorang muslim meyakini bahawa dia Bagaikan Khalifah di bumi, ini akan mendorongnya menjalankan pembangunan ekonomi kerana ini merupakan Copyright dan sarana ummat. Dan bila ini dilakukakannya sepenuh hati kerana Allah (ikhlas) maka akan Jadi ibadahnya dihadapan Allah Ta’ala.

Disisi lain, ketaatan dan kemaksiatan juga memberi kesan di kehidupan ekono mi umat, di mana ketaatan akan Jadi sebab diperolehnya keberkatan dalamn segala sesuatu, Padahal kemaksiatan mengakibatkan tercerabutnya keberkatan dari segala sesuatu. Allah berfirman di QS al A’raf: 96

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka dikarenakan perbuatannya ..”

Ibn Umar Radiyallahu anhu mengegaskan di satu Fenomena; “… Sesungguhnya Global Yaitu kesenangan yang menawan, maka barang siapa mengambilnya dengan tips ayang benar, dia akan mendapat keberkatan di dalamnya, dan barang siapa mengambilnya dengan tips tak benar maka dia seperti orang yang makan dan tak Sempat kenyang .

 2. Kebaikan sistem

Kerajaan Yaitu alat politik dan apa yang muncul darinya berkaitan sistem kerajaan. Sebab dengan kebaikan peranti politik, konsisten pemahaman politik untuk individu dan kebaikan Interaksi antara rakyat dan kerajaan, maka akan meletakkan kadar pesatnya pembangunan ekonomi di jalan yang semestinya.

Contoh sikap Umar Bagaikan pejabat negara Bisa dilihat dari perkataaan antara lain tehadap para gabenornya “Sesungguhnya aku tak menguasakan kepadamu atas urusan berjalan, harga diri serta harta kaum muslimin, namun aku mengutus kita untuk menegakkan solat, membahagi fai ‘mereka dan menetapkan hukum dengan Adil.

Kepada para komander pasukan Umar Radiyallahu Anhu Menyebut: “..Perintahkan manusia supaya pergi haji dan barangsiapa yang tak mampu, maka hajikan dia dari harta Allah ..”

Ungkap Umar, “Sungguh aku sangat berupaya supaya tak melihat keperluan manusia melainkan aku penuhinya, selama sebagian kita terdapat keleluasaan atas sebagian yang lain. Tapi bila demikian itu tak Bisa dilakukan, maka kita memberi contoh di kehidupan kita sehingga kita Serupa di kecukupan “

di fikih ekonomi Umar radiyallahu anhu kita dapatkan bahawa politik ekonomi dijalankan oleh kerajaan merupakan Ebonit ukur terpenting mengenai bagus atau tidaknya sistem kerajaan, sekaligus merupakan karekteristik sistem kerajaan itu. Bagaikan bukti hal itu bahawa Ibn Umar Radiyallahu anhu Menyebut ” ‘demi Allah .., aku tak mengerti apakah aku khalifah atau seorang raja. bila aku Raja maka demikian itu Yaitu perkara besar! “Maka seorang berkata,” Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya di antara keduanya terdapat perbezaan. “Ia berkata,” Apakah itu? Ia menjawab, ‘Khalifah tak mengambil melainkan dengan tips yang betul dan tak meletakkannya melainkan di kebenaran dan kita alhamdulillah seperti demikian itu .. Padahal raja Yaitu menindas manusia, lalu dia mengambil dari ini dan memberi yang ini. “Maka Umar pun diam.

sumber eramuslim.com

Umar Bin Khattab: Suatu Negeri akan Hancur bila Para Penghianat Jadi Petinggi, dan Harta dikuasai Orang-orang Fasik

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here