Home Berita Islam Terbaru Ulama yang Lebih Berbahaya daripada Dajjal

Ulama yang Lebih Berbahaya daripada Dajjal

118
0

di buku Bidayatul Hidayah, Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali mengutip suatu riwayat yang menyebutkan mengenai Dajjal yang bukan Dajjal. Beliau menyebutkan bahawa Dajjal Itu bukanlah Dajjal yang sesungguhnya, akan tetapi justru dinisbatkan kepada sosok ulama.

Siapakah yang dimaksudkan ulama ini? Mengapa mereka disamakan bahkan terkesan lebih berbahaya daripada Dajjal?

“Aku sangat menghkawatirkan kalian terhadap Dajjal yang bukan Dajjal,” sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Sebahagian sahabat bertanya, “Siapakah yang engkau maksud, wahai Rasulullah?”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menjawab, “Ulama yang buruk.”

Ulama yang buruk dinisbatkan lebih buruk daripada Dajjal. Pasalnya, Dajjal itu nyata. Jelas bentuk dan visinya. Tidaklah dia diutus di akhir Masa, kecuali untuk menjerumuskan manusia ke di kesesatan, dosa, dan keburukan hingga terjerumus di di neraka.

“Sementara ulama yang buruk,” tutur Imam al-Ghazali, “walaupun lisan dan Perkataan-katanya mengajak manusia berpaling dari Global, namun ia juga mengajak mereka kepada Global melalui tingkah laku dan perbuatannya (teladannya).”

Tindakan, sebagaimana sudah Jadi keumuman, lebih dirujuk dan mudah diikuti daripada Ungkap lisan. Bahkan ada begitu banyak omongan yang tak berfungsi bila bertentangan dengan perbuatan.

“Bahasa sikap lebih fasih daripada bahasa lisan. Sebab manusia lebih cenderung menyaksikan tindakan nyata daripada memperhatikan atau mengikuti Perkataan-Perkataan. “

Lebih lanjut, kesan buruk yang diperolehi dari mengikuti perbuatan buruk ini jauh lebih dahsyat daripada kebaikan yang ditimbulkan dari mengikuti Perkataan-Perkataan.

Imam al-Ghazali meneruskan, “Kerosakan yang ditimbulkan oleh orang yang tertipu dengan amal-amalnya lebih banyak daripada kebaikan yang ia lakukan dengan Perkataan-Perkataan. Sebab, orang bodoh berani rakus dengan Global gara-gara orang pintar. Orang pintarlah yang Jadi penyebab hamba-hamba Allah Taala yang awam berani berbuat durhaka kepada-Nya. “

Inilah orang pintar yang justru membahayakan diri, agama, dan peradaban. Sebabnya, “Jiwanya sebenarnya bodoh, terus menipu angan-angan serta harapannya. Ia menganggap dirinya lebih bagus daripada kebanyakan hamba Allah Taala. “

Tentu, nasihat ini lebih bersifat reflektif untuk para hamba yang beriman. Janganlah nasihat ini dijadikan alasan sehingga seorang Muslim malas menuntut ilmu. Yang seharusnya dilakukan Yaitu menuntut ilmu dari sumber yang suci, lantas terus menerus mengamalkannya dengan pelbagai jenis amal soleh. supaya ilmu menyelamatkan. Bukan membahayakan atau menjerumuskan.

Wallahu a’lam.

Sumber: http://kisahikmah.com/ulama-yang-lebih-berbahaya-dari-dajjal/

sumber kedua: ceramahterbaru.net

Ulama yang Lebih Berbahaya daripada Dajjal

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here