Tokoh Muda Golkar ini Sebut Foto Novanto Untuk Cari Simpati

Tokoh Muda Golkar ini Sebut Foto Novanto Untuk Cari Simpati

Berita Islam 24H – Penyebaran foto tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto yang sedang terbaring di rumah sakit, lengkap dengan alat bantu pernafasan dinilai sengaja disebarkan oleh orang dekat. Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dengan cara frontal Menyebut itu Bagaikan upaya pencitraan dan menarik simpati publik.
“Penyebaran yang dilakukan pihak Setya Novanto itu merupakan suatu langkah berani-beranian mengubah persepsi publik,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (27/9).
Lebih lanjut dia jelaskan, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dari foto Itu. Tujuannya jelas, untuk tahu apakah foto itu benar menggambarkan kondisi Novanto yang sakit. Atau, hanya untuk bersandiwara aja.
Menurut Doli, yang wajib dilihat Yaitu berbagai alat kedokteran di ruangan itu. Misalnya, dari alat bantu yang dipasangkan di tubuh Novanto. Ada keanehan saat melihat layar Elektrokardiograf atau alat pengukur denyut jantung di foto Itu.
Alat yang berada di ujung kiri itu, menunjukkan pergerakan detak jantung Novanto yang tampak datar. Untuk diketahui, Asterik datar menunjukkan pasien itu tak lagi bernyawa.
“Dan apabila publik yang melihat photo itu jeli dan setelah itu ada yang menyimpulkan bahwa itu mengada-ada, dengan melihat kerja alat-alat yang berada di sekitarnya itu. Bisa Jadi back fire buat dirinya,” sebut Doli.
Dia menuturkan, sebenarnya, untuk Novanto dan keluarga untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan benar-benar sakit parah Yaitu dengan melepas semua tanggung jawabnya di Global politik. Yakni, mundur dari jabatannya Bagaikan Ketua Generik Golkar dan Ketua DPR.
Sebab, dengan sakitnya yang parah itu sangat tak mungkin Novanto menjalankan tanggung jawabnya. “tak dengan tutorial-tutorial kekanakan kirim foto ke publik seperti di atas,” pungkas Doli. [beritaislam24h.info / jpc]

Loading...

Tokoh Muda Golkar ini Sebut Foto Novanto Untuk Cari Simpati

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply