Home Ceramah Islam Terbaru tips WUDHU PEMAKAI PERBAN

tips WUDHU PEMAKAI PERBAN

26
0
BAB THAHARAH (BERSUCI)


I. MENGUSAP PERBAN
Yang dimaksud perban disini Yaitu semua bentuk Epilog bagian yang sakit dari anggota badan yang Bisa menghalangi sampainya air ke permukaan kulit, seperti kain kasa, gips, dan lain sebagainya. Epilog seperti ini wajib dibuka saat seseorang hendak bersuci bila tak khawatir menyebabkan kemudaratan di bagian yang ditutupi.

Para ulama sepakat bahwa mengusap perban diperbolehkan oleh syariat Bagaikan pengganti membasuh atau mengusap anggota badan di mandi, wudhu atau tayamum bila seseorang mempunyai uzur. Pensyariatan ini didasarkan di hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata: “Lenganku patah di perang Uhud sehingga panji yang ada di tanganku jatuh. Lalu Nabi SAW berkata: “Letakkan panji itu di tangan kirinya di karenakan dialah pemegang panjiku di Global dan akhirat.” Lalu aku bertanya: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan perban ini?” Beliau menjawab:

امْسَحْ عَلَيْهَا

“Usaplah perban itu.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi).

جبيرة

Jabir RA meriwayatkan: “Suatu saat kami menjalankan safar. Lalu seorang lelaki diantara kami terkena lemparan batu sehingga melukai kepalanya. saat tidur orang Itu mimpi basah. Ia bertanya kepada para rekan-rekannya: ‘Apakah aku mempunyai keringanan (rukhshah) untuk bertayamum?’ Para rekannya menjawab: ‘Kami tak melihat dirimu mempunyai keringanan untuk bertayamum di karenakan kita Bisa memakai air.” Orang itupun lalu mandi dan akhirnya meninggal. saat kami telah hingga kepada Nabi SAW diceritakanlah masalah Itu. Maka Nabi SAW berkata:

قَتَلُوهُ قَتَلَهُمُ اللَّهُ ، أَلا سَأَلُوا إِذَا لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِبَ عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ

“Mereka telah menyebabkan kebinasaannya. Semoga Allah membinasakan mereka. Mengapa mereka tak bertanya bila tak tahu. Sesungguhnnya obat untuk kebodohan Yaitu bertanya. Sesungguhnya cukuplah untuk orang itu bertayamum dan memperban lukanya dengan kain lalu mengusapnya dan menyiramkan air (mandi) ke seluruh badannya.” (HR. Abu Daud, Daruquthni dan Baihaqi).

a. Syarat Mengusap Perban
Terdapat beberapa syarat di kebolehan mengusap perban, Yaitu:

  1. bila terkena air maka akan mengakibatkan mudarat di anggota badan yang luka atau patah. Atau bila perban dibuka akan mengakibatkan mudarat di badan yang sakit.
  2. Anggota badan yang sehat boleh terkena air, bila tak maka kewajiban orang itu Yaitu tayamum.
  3. Hendaknya perban dipasang Seusai bagian tubuh yang sehat dan tertutupi perban Jadi suci dengan wudhu atau mandi.


b. tips Bersuci untuk Pemakai Perban
bila perban tak mungkin dibuka maka tips berwudhu untuk pemilik perban Itu Yaitu:

Loading...
  1. Berwudhu seperti biasa hingga bagian tubuh yang ditutupi perban.
  2. Bertayamum saat hingga di bagian yang ditutup guna menjaga tertib (urutan pembasuhan).
  3. Mengusap perban Epilog.
  4. Melanjutkan wudhu di bagian yang tersisa.

Adapun bila ingin melaksanakan mandi maka sebaiknya bertayamum terlebih Dulu lalu mandi. Namun dibolehkan juga mendahulukan mandi daripada tayamum.
bila orang yang memakai perban Itu ingin melaksanakan shalat wajib yang lain maka ia cukup bertayamum aja.

c. Mengaqadha Shalat untuk Pengusap Perban
Orang yang memakai perban diatas tak wajib mengqadha atau mengulang shalatnya di dua keadaan, Yaitu:

  1. bila perban hanya menutupi tepat bagian yang sakit aja (tak mengenai bagian lain yang sehat).
  2. bila perban menutupi sebagian tubuh yang tak sakit (sebatas keperluan mengikat) dan bagian Itu di keadaan suci (tak berhadas).

Namun, orang yang memakai perban wajib mengulangi shalatnya bila telah sehat di tiga keadaan, Yaitu:

  1. Perban berada di anggota tayamum, bagus ia memakai di keadaan suci ataupun hadas.
  2. Perban bukan di anggota tayamum akan tetapi menutupi sebagian tubuh yang sehat (sebatas keperluan mengikat) dan bagian itu di tak suci.
  3. Perban bukan di anggota tayamum akan tetapi menutupi sebagian tubuh yang sehat melebihi keperluan mengikat, bagus ia memakainya di keadaan suci ataupun hadas.

bila seseorang tak memasang perban di lukanya maka ia cukup membasuh di bagian tubuh yang sehat aja dan bertayamum. Orang ini tak wajib mengulang shalatnya meskipun luka Itu di anggota tayamum.

Wallahu A’lam

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

tips WUDHU PEMAKAI PERBAN

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here