Home Doa Islam Ternyata Pekerjaan Rumah Tangga itu Kewajiban Suami

Ternyata Pekerjaan Rumah Tangga itu Kewajiban Suami

493
0

Website Eksklusif Doa – Umumnya, pekerjaan rumah tangga seperti masak, cuuci baju, bebersih rumah dan lainnya Yaitu pekerjaan seorang istri, akan tetapi ternyata justru pekerjaan rumah Itu sepenuhnya Yaitu tanggung jawab suami. Seorang istri tak berkewajiban untuk pekerjaan Itu, namun bila seorang istri melakukannya maka sang suami wajib memberinya gaji dengan nilai yang pasti.

Allah SWT berfirman bahwa suami itu memberi nafkah kepada istrinya. Dan memberi nafkah itu artinya bukan sekadar membiayai keperluan rumah tangga, tapi lebih dari itu, para suami wajib ‘menggaji’ para istri. Dan uang gaji itu wajib di luar semua biaya kebutuhan rumah tangga. 4 Mazhab besar bersepakat bahwa para istri di hakikatnya tak punya kewajiban untuk berkhidmat kepada suaminya.

1. Mazhab As-Syafi’i
Di di kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab karya Abu Ishaq Asy-Syirazi rahimahullah, ada disebutkan:

tak wajib atas istri berkhidmat untuk membuat roti, memasak, mencuci dan bentuk khidmat lainnya, di karenakan yang ditetapkan (di pernikahan) Yaitu kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta’), Padahal pelayanan lainnya tak termasuk kewajiban.

2. Mazhab al-Hanafi
Al-Imam Al-Kasani di kitab Al-Badai’ menyebutkan:

Seandainya suami pulang bawa bahan pangan yang masih wajib dimasak dan diolah, lalu istrinya enggan untuk memasak dan mengolahnya, maka istri tak boleh dipaksa. Suaminya diperintahkan untuk pulang membawa Boga yang siap santap.

Di di kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah fi Fiqhil Hanafiyah disebutkan:

Seandainya seorang istri berkata, ‘Saya tak mau masak dan membuat roti,’ maka istri itu tak boleh dipaksa untuk melakukannya. Dan suami wajib memberinya Boga siap santap, atau menyediakan pembantu untuk memasak Boga.

3. Mazhab Hambali
Seorang istri tak diwajibkan untuk berkhidmat kepada suaminya, bagus berupa mengadoni bahan Boga, membuat roti, memasak, dan yang sejenisnya, termasuk menyapu rumah, menimba air di sumur. Ini merupakan nash Imam Ahmad rahimahullah. di karenakan aqadnya hanya kewajiban pelayanan seksual. Maka pelayanan di bentuk lain tak wajib dilakukan oleh istri, seperti memberi minum kuda atau memanen tanamannya.

4. Mazhab Maliki
Di di kitab Asy-syarhul Kabir oleh Ad-Dardir, ada disebutkan:

Wajib atas suami berkhidmat (melayani) istrinya. Meski suami mempunyai keluasan rezeki sementara istrinya punya kemampuan untuk berkhidmat, namun tetap kewajiban istri bukan berkhidmat. Suami Yaitu pihak yang wajib berkhidmat. Maka wajib atas suami untuk menyediakan pembantu buat istrinya.

Selain ke empat madzhar diatas, Mazhab Adz-Dzahiri juga berpendapat Serupa yakni “para istri di hakikatnya tak punya kewajiban untuk berkhidmat kepada suaminya”.

Loading...

di mazhab yang dipelopori oleh Daud Adz-Dzahiri ini, kita juga menemukan pendapat para ulamanya yang tegas menyatakan bahwa tak ada kewajiban untuk istri untuk mengadoni, membuat roti, memasak dan khidmat lain yang sejenisnya, walau pun suaminya anak khalifah.

Suaminya itu tetap wajib menyediakan orang yang Bisa menyiapkan untuk istrinya Boga dan minuman yang siap santap, bagus untuk makan pagi ataupun makan malam. Serta wajib menyediakan pelayan (pembantu) yang bekerja menyapu dan menyiapkan tempat tidur.

di kitab Fiqih Kontemporer Dr. Yusuf Al-Qaradawi, beliau agak Anemia setuju dengan pendapat jumhur ulama ini. Beliau cenderung tetap Menyebut bahwa wanita wajib berkhidmat di luar urusan seks kepada suaminya. di Etos beliau, wanita wajib memasak, menyapu, mengepel dan membersihkan rumah. di karenakan semua itu Yaitu timbal balik dari nafkah yang diberikan suami kepada mereka.

Namun satu hal yang jangan dilupakan, beliau tetap mewajibkan suami memberi nafkah kepada istrinya, di luar urusan kepentingan rumah tangga. Artinya, istri mendapat ‘upah’ materi di luar uang nafkah kebutuhan bulanan.

Sungguh, begitu mulianya seorang wanita di Islam, termasuk di berumah tangga. Maka, patut baginya untuk mengikuti apa yang diperintahkan padanya, yakni memenuhi hasrat biologis suami. Sebab, suami mempunyai tanggungjawab besar manafkahi istri.

Sedang perihal tugas pekerjaan rumah, bukan berarti seorang istri itu berleha-leha dengan membagikan tanggungjawab sepenuhnya di suami. akan tetapi, menjalankan pekerjaan rumah itu Serupa halnya ibadah, yakni meringankan beban yang dipikul oleh suami. dan dari situlah seorang istri memperoleh pahala lebih. Oleh sebab itu, seorang suami pun patut mengapresiasi istri yang menjalankan pekerjaan rumah, dengan membagikan nafkah terbaiknya.

Itulah Elaborasi mengenai pekerjaan rumah tangga yang ternyata semua itu Yaitu kewajiban seorang suami. Semoga artikel ini Bisa bermanfaat untuk kita semua dan tentunya menambah wawasan kita khususnya di rumah tangga. (Source: Islampos)

Ternyata Pekerjaan Rumah Tangga itu Kewajiban Suami

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here