Terkuak, Fakta Sebenarnya Terkait “Siswa Lamongan Bersurat ke Ahok”

Terkuak, Fakta Sebenarnya Terkait “Siswa Lamongan Bersurat ke Ahok”
Berita Islam 24H – Dinas Pendidikan Jawa Timur menurunkan tim ke Lamongan untuk menginvestigasi kebenaran berita adanya seorang siswa SMAN di Lamongan yang berkirim surat ke Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Diberitakan oleh media nasional sebelumnya, bahwa siswa dengan nama Fadila Maretta mengadukan ke Ahok bahwa ijazahnya ditahan sekolah di karenakan adanya tunggakan yang belum diselesaikan.
Seusai terjun langsung ke Lamongan, akhirnya Dinas Pendidikan Jatim memperoleh fakta kejadian sebenarnya, yang ternyata berbeda dari apa yang diberitakan bahwa ijazah siswa Itu ditahan sekolahnya.
“Benar siswa bernama Fadila Maretta tercatat Bagaikan siswa SMAN 3 Lamongan lulusanan tahun 2017 (bukan SMAN 30 Lamongan),” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Saiful Rachman, lewat rilis yang diterima SERUJI, Selasa (2/1) sore.
Sebelumnya Sempat beredar kabar di sosial media bahwa siswa Itu bersekolah di SMAN 30 Lamongan, yang faktanya tak ada sekolah Itu di Lamongan.
Dari hasil investigasi Disdik Jatim Itu diketahui juga bahwa Fadila Maretta sejak lulus di Mei 2017, tak Sempat mendatangi sekolah. “Untuk pengambilan ijazah dan cap tiga jari,” jelas Saiful.
Fadila Maretta, lanjut Saiful, memang datang ke SMAN 3 di tanggal 28 Desember 2017 sekitar pukul 08.30 WIB menemui Tata Usaha Sekolah, Sulityowati Fitriah.
“setelah itu dilaporkan ke Kepala Sekolah, bahwa ada tamu siswa bernama Fadila Maretta dan seorang perempuan yang mengaku wali murid. Maksud kedatangan untuk meminta nomor rekening sekolah dan rincian tunggakan,” jelasnya.
Wanita yang mengaku wali murid Itu, Menyebut bahwa Fadila Maretta menang lomba puisi Ahok, tanpa mengungkapkan bahwa siswa Itu telah berkirim surat ke Ahok.
Wanita Itu Sempat ingin melihatkan percakapannya lewat pesan dengan seseorang kepada Kepala Sekolah, Wiyono.
“Namun Kepala Sekolah menolak membaca isi percakapan itu di karenakan tak ada kaitannya dengan pengambilan ijazah dan sekolah,” ungkap Saiful.
Akhirnya ijazah Itu diserahkan kepada Fadila Maretta Seusai ia membubuhkan cap tiga jari, tanpa dipungut biaya Serupa sekali, yang memang sudah Jadi kebijakan di Provinsi Jatim.
“Selama proses berlangsung, Kepala Sekolah tak Sempat menjalin komunikasi dengan saudara Natanael, sebagaimana yang disebutkan di berbagai berita media masa dan sosial media,” tegas Saiful.
Ditegaskan juga oleh Saiful bahwa selama proses pemberian ijazah, tak ada Serupa sekali campur tangan Ahok atau orang kepercayaannya sebagaimana yang diklaim di berbagai media.
“Selama proses ini Serupa sekali tak ada campur tangan Ahok apalagi dukungan, semuanya murni di karenakan sekolah ingin membagikan ijazah Itu sebab yang bersangkutan datang ke sekokah,” ujar Saiful.

Disampaikan juga oleh Saiful bahwa penyerahan ijazah berlangsung singkat tak lebih dari 20 menit, di karenakan dianggap tak ada masalah dan tak wajib wajib membayar apapun untuk sekolah. Sebab sejak awal ada ketentuan di Provinsi Jatim bahwa pengambilan ijazah gratis dan seluruh tunggakan siswa yang lulus bila ada dianggap lunas.
“Catatan dindik_jatim bahwa kasus ini Jadi viral tanggal 30 Desember 2017 sementara penyerahan ijazah 28 Desember 2017. Artinya ijazah diberikan sebelum kasus ini muncul ke permukaan. apabila sekolah menyerahkan di ramai, akan muncul dugaan rekayasa. Ini yang saya hindari,” pungkas Saiful. [berita-islam24h.com / sjc]

Loading...

Terkuak, Fakta Sebenarnya Terkait “Siswa Lamongan Bersurat ke Ahok”

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply