Home Kisah Islami Taubat Seorang Anshor Diterima Allah Meski Dengan Isyarat Mata

Taubat Seorang Anshor Diterima Allah Meski Dengan Isyarat Mata

19
0
tak ada yang tau kapan seseorang akan mati, bagaimana dan dimana akan dipanggil. Namun sebenarnya hal yang paling menyedihkan Yaitu saat mati di keadaan berdosa dan tak Sempat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Apalagi mereka yang mati di keadaan kafir. (Na’uzubillahi min Zalik). Sungguh kehidupan yang amat sangat merugikan sekali. wajib kita sadari bahwa mereka yang sudah mati, sungguh sangat berharap dihidupkan kembali kedunia ini untuk bertaubat menyesali perbuatannya dengan sebenar-benarnya, dan beramal sholeh meski satu menit aja. di karenakan telah yakin dan percaya dengan apa yang mereka lihat dan rasakan. Dan berharap lepas dari penderitaan pedihnya siksa kubur yang hari demi hari mereka rasakan.
Kejadian ini yang membuat Rasulullah bersedih dan menangis melihat ummatnya yang mati tanpa Sempat meminta ampunan kepada Allah SWT, dikarenakan terlena dengan kesenangan Global.
Suatu ketika Rasulullah larut di kesedihan yang memikirkan ummatnya, Malaikat Jibril AS dating menemui Nabi SAW dan berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah mengirimkan salam kepadamu, dan berfirman : Barang siapa yang bertaubat dari umatmu, setahun sebelum kematiannya, maka taubatnya akan diterima!!”
Seusai berterima Afeksi dan menjawab salam-Nya, Nabi SAW bersabda, “Wahai Jibril, setahun itu sangat banyak (lama), di karenakan kelalaian dan panjang angan-angannya (tulul amal) umatku itu sangat mendominasi kehidupan mereka!!”
Jibril berkata, “Aku akan menyampaikan ucapanmu kepada Allah, dan sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui…!!”
tak berapa lama Jibril datang lagi kepada Nabi SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman : Siapa yang bertaubat sebelum kematiannya, berselang satu bulan, maka taubatnya akan diterima!!”
Nabi SAW bersabda, “Wahai Jibril, satu bulan itu masih terlalu lama untuk umatku!!”
Jibril berkata, “Aku akan menyampaikan ucapanmu kepada Allah, dan sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui…!!”
tak berapa lama Jibril datang lagi kepada Nabi SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman : Siapa yang bertaubat dari umatmu, sehari sebelum kematiannya, maka taubatnya akan diterima!!”
Nabi SAW bersabda, “Wahai Jibril, satu hari itu masih terlalu lama untuk umatku!!”
Jibril berkata, “Aku akan menyampaikan ucapanmu kepada Allah, dan sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui…!!”
tak berapa lama Jibril datang lagi kepada Nabi SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman : Siapa yang bertaubat dari umatmu, satu jam sebelum kematiannya, tentu taubatnya akan diterima!!”
Nabi SAW bersabda, “Wahai Jibril, satu jam itu masih terlalu lama untuk umatku!!”
Jibril berkata, “Aku akan menyampaikan ucapanmu kepada Allah, dan sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui…!!”
tak berapa lama Jibril datang lagi kepada Nabi SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam kepadamu dan Dia berfirman : Barang siapa dari umatmu yang melalui semua umurnya dengan kemaksiatan, dan ia belum kembali (bertaubat) kepada-Ku kecuali setahun sebelum kematiannya, atau sebulan, atau sehari, atau satu jam sebelum kematiannya, atau bahkan sebelum ruhnya hingga di tenggorokannya, dan tak memungkinkan baginya untuk bertaubat atau meminta maaf dengan lidahnya, kecuali hatinya yang menyesal (atas dosa-dosa yang telah dilakukannya), maka sungguh Aku akan mengampuninya!!”
Nabi SAW amat gembira dengan kemurahan Allah atas umat beliau Itu, dan tak henti-hentinya mengucap syukur.
Sungguh Maha Pemurah Allah SWT, betapa Allah SWT masih membagikan keluasan ampunan untuk hamba-hambanya yang ingin bertaubat. Inilah yang dirasakan oleh Disorientasi seorang dari kaum anshor yang mendapat ampunan dari Allah SWT meski dengan bertaubat dengan isyarat mata. di kisahnya
di itu Nabi SAW mengunjungi seorang lelaki dari kalangan Anshar yang sakit dan di keadaan sakaratul maut (naza’). Melihat keadaannya Itu, beliau bersabda, “Bertaubatlah kita kepada Allah!!”
Sahabat Anshar Itu sepertinya memahami Ungkap Rasulullah SAW, akan tetapi anggota tubuhnya tak Bisa bereaksi. Mulutnya tak Bisa mengucap istighfar atau kalimat tauhid, laa ilaaha illallah, tangannya tak Bisa diangkat untuk mengisyaratkan doa dan istighfarnya, hanya aja tampak bola matanya Dinamis ke atas, seakan-akan memandang ke langit.
tak lama setelah itu tampak Nabi SAW tersenyum, Padahal di itu kebanyakan yang hadir di keadaan bersedih dan khawatir di karenakan orang Anshar Itu Serupa sekali tak menanggapi perintah Nabi SAW. Umar bin Khaththab yang menyertai beliau dan meriwayatkan peristiwa ini berkata, “Apa yang membuat engkau tersenyum, ya Rasulullah?”
Masih dengan tersenyum, beliau bersabda, “Orang yang sakit ini tak Bisa bertaubat dengan lidahnya. akan tetapi ia bertaubat dengan isyarat matanya ke langit dan hatinya menjalankan penyesalan. Dan Jibril baru aja memberitahukan kepadaku bahwa Allah berfirman : Wahai malaikat-Ku, hamba-Ku ini tak Bisa bertaubat dengan lidahnya, namun ia sangat menyesal di di hatinya. Dan Aku tak menyia-nyiakan taubat dan penyesalan di di hatinya, dan saksikanlah bahwa Aku membagikan Grasi kepadanya!!” 
Maha Suci Allah dengan segala KemurahanNYA. Semoga kita termasuk hamba-hambaNYA yang selalu mendapatkan petunjuk dan ampunan sebelum datangnya kematian. Amiinnn…
[Ibnu Ghufron]

Loading...

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Taubat Seorang Anshor Diterima Allah Meski Dengan Isyarat Mata

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here