Home Kisah Islami Tangisan Nabi Kepada Ummatnya Yang Jadi Penghuni Neraka

Tangisan Nabi Kepada Ummatnya Yang Jadi Penghuni Neraka

17
0
Suatu keistimewaan yang paling luar biasa didalam diri Rasulullah SAW Yaitu air mata beliau selalu aja mengalir hanya untuk memikirkan ummatnya semata. Beliau tak Sempat lepas dari kerisauan keadaan ummatnya.
Suatu saat para sahabat mendapati Nabi SAW di keadaan yang tak biasanya. Selama beberapa hari beliau tampak bersedih dan menyendiri aja di di rumah, tak keluar kecuali di shalat berjamaah, itupun beliau tak bercakap-cakap dengan siapapun. saat shalat itu Nabi SAW sangat merendahkan diri kepada Allah dan menangis, seolah-olah ada beban begitu berat yang beliau rasakan. Seusai itu pulang dan menyendiri, lagi-lagi sambil menangis. Para sahabat Jadi Empati bersedih tanpa tahu apa yang sedang mengganggu pikiran beliau.
di hari ketiga, Abu Bakar datang ke rumah Nabi SAW dan berkata, “Assalamu’alaikum yaa ahla baitir rakhmah, apakah saya Bisa bertemu Rasulullah SAW??”
tak ada jawaban, Nabi SAW hanya diam sehingga (sahabat) pembantu beliau yang menjaga pintu juga tak berani menjawab dan tak membukakan pintu. Seusai tiga kali salam tak ada jawaban, Abu Bakar berlalu pulang sambil menangis tersedu-sedu.
tak berapa lama datang Umar bin Khaththab dan berdiri di pintu rumah Nabi SAW. Ia berkata, “Assalamu’alaikum yaa ahla baitir rakhmah, apakah saya Bisa bertemu Rasulullah SAW??”
Seperti yang terjadi di Abu Bakar, tak ada jawaban, sehingga Umar juga pulang dengan menangis tersedu-sedu.
setelah itu datanglah sahabat Salman al Farisi, ia juga berdiri di depan pintu mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum yaa ahla baitir rakhmah, apakah saya Bisa bertemu junjunganku, Rasulullah SAW??”
Seperti di Abu Bakar dan Umar, tak ada jawaban sehingga Salman menangis sedih beberapa lamanya, bahkan hingga ia jatuh tanpa menyadarinya. Ia bangkit lagi dan berjalan Futuristis rumah Fathimah, Salman berkata, “Assalaamu’alaika, wahai putri Rasulullah!!”
Tampaknya sang suami, Ali bin Thalib sedang tak ada di rumah sehingga Fathimah hanya menjawab salamnya akan tetapi tak membukakan pintu. di karenakan itu Salman berkata lagi, “Wahai putri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah di beberapa hari ini sedang menyendiri. Beliau tak keluar rumah kecuali untuk kepentingan shalat, dan itupun beliau tak berkata-Perkataan sedikitpun. Beliau juga tak mengijinkan siapa aja untuk masuk ke rumah beliau!!”
Mendengar pemberitahuan Salman ini, Fathimah Genjah mengenakan pakaian panjang dan pergi ke rumah Rasulullah SAW. Di depan pintu ia berkata, “Assalaamu’alaika ya Rasulullah, saya Yaitu Fathimah!!”
di itu Nabi SAW sedang sujud dan menangis. Beliau bangkit setelah itu bersabda, “Ada apa Fathimah? Aku sedang menyendiri. Bukakan pintu untuk Fathimah!!”
Pintu dibukakan dan Fathimah masuk, seketika itu ia menangis tersedu-sedu melihat keadaan Nabi SAW. Beliau tampak sangat lemah dan pucat pasi, wajahnya sembab di karenakan terlalu sedih dan banyak menangis. Fathimah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang sedang menimpa ayah??”
Nabi SAW bersabda, “Wahai Fathimah, tiga hari yang lalu Jibril datang dan menceritakan mengenai neraka….!!”
Rasulullah SAW menceritakan bagaimana Malaikat Jibril menggambarkan keadaan Neraka, sehingga mereka berdua menangis penuh ketakutan, takut akan ‘makar’ Allah. Seusai tangisan mereka agak reda, Jibril jelaskan lagi bahwa neraka itu mempunyai tujuh pintu, yang masing-masing pintu seluas jarak 70 tahun perjalanan. Pintu yang di bawah lebih Geothermal 70 kali daripada pintu di atasnya.
Nabi SAW bertanya, “Siapakah penghuni pintu-pintu itu?”
Jibril jelaskan bahwa pintu yang pertama dan yang terbawah sekaligus yang paling Geothermal bernama Hawiyah. Penghuninya Yaitu kaum munafik, kaum dari Nabi Isa AS yang ingkar Seusai diturunkannya hidangan dari langit untuk mereka, dan untuk Fir’aun dan para pengikutnya.
Pintu kedua yang di atasnya bernama Jahim, dihuni oleh orang-orang yang musyrik.
Pintu ke tiga Yaitu Saqar, dihuni oleh orang-orang Shabi’in.
Pintu ke empat bernama Ladha, dihuni oleh Iblis dan para pengikutnya termasuk kaum Majusi.
Pintu ke lima bernama Huthamah, dihuni oleh orang-orang Yahudi.
Pintu ke enam bernama Sa’ir, dihuni oleh orang-orang Nashrani….
hingga di situ tiba-tiba Malaikat Jibril terdiam, sementara Nabi SAW menunggu Elaborasi lebih lanjut. Merasa aneh dengan diamnya Jibril, Nabi SAW bersabda, “Mengapa engkau memberitahukan penghuni pintu neraka yang ke tujuh??”
Malaikat Jibril tampak segan untuk berbicara, akan tetapi Etos mata Nabi SAW tampak ‘memaksa’ untuk mengetahuinya, sehingga Jibril berkata, “Pintu ke tujuh dihuni umat-umatmu yang menjalankan dosa besar, dan tak bertaubat hingga ia meninggal!!”
Mendengar Ungkap Jibril yang terakhir, seketika wajah Nabi SAW pucat pasi dan beliau pingsan. Jibril meletakkan kepala beliau di pangkuannya. Seusai sadar, Nabi SAW bersabda, “Betapa besar cobaanku, betapa sedihnya hatiku, Jadi ada umatku Bagaikan penghuni neraka?”
Jibril berkata, “Benar, umatmu yang mengerjakan dosa-dosa besar dan belum bertaubat!!”
Seusai menceritakan hal itu, Fathimah makin terhanyut dan tangisannya makin tersedu. Nabi SAW berkata, “Sejak di itulah aku teramat sedih dan selalu menangis. Aku banyak bersujud dan merendahkan diri kepada Allah, supaya siksa untuk umatku Itu diringankan oleh Allah!!”
Fathimah berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah mereka itu masuk ke neraka?”
Nabi SAW bersabda, “Mereka digiring malaikat Futuristis neraka. Wajah mereka tak hitam, mata mereka tak biru, mulut mereka juga tak disumbat. Mereka juga tak dirantai atau dibelenggu sebagaimana penghuni neraka lainnya…”
Fathimah bertanya lagi, “Bagaimana keadaannya saat mereka digiring ke neraka??”
Beliau bersabda, “Orang laki-laki ditarik di jenggotnya, Padahal yang perempuan ditarik di rambut ubun-ubunnya…”
Beliau melanjutkan penjelasannya, bahwa ada di antara mereka yang masih muda, saat ditarik jenggotnya, mereka berkata, “Betapa sayangnya kemudaan dan ketampananku!!”
Padahal kaum wanita yang ditarik rambut ubun-ubunnya, mereka berkata, “Alangkah malunya aku!!”
saat malaikat yang menggiring ke neraka bertemu malaikat Malik, malaikat penjaga neraka, Malik berkata, “Siapakah mereka ini? Aku tak Sempat menemukan orang yang disiksa seperti keadaan mereka ini. Wajahnya tak hitam, matanya tak biru, mulutnya tak disumbat, mereka juga tak digiring di golongan syaitan yang dibelenggu atau diikat di lehernya!!”
Malaikat yang menggiring itu berkata, “Demikianlah keadaannya kami diperintahkan membawa mereka kepadamu!!”
Malaikat Malik berkata, “Wahai orang-orang yang celaka, siapakah sebenarnya kalian semua ini??”
Mereka menjawab bahwa mereka Yaitu ummat Nabi Muhammad yang Ahli Al qur’an berpuasa di bulan Ramadhan, berhaji, berjihad, menunaikan zakat, menyantuni anak yatim, mandi di jibanat dan shalat lima waktu, akan tetapi mereka mendapat siksaan Allah. Nauzu Billah
Kisah Selengkapnya baca di  : “Perjalanan Kita DiMahsyar Nanti& Syafaat Nabi untuk Ummatnya”
Akhirnya Fathimahpun makin sedih mendengar Elaborasi Nabi SAW Itu, dan menemani Nabi SAW munajat kepada Allah supaya umat-umat beliau yang menempati pintu ke tujuh dari neraka itu mendapat keringanan siksaan, dan akhirnya Bisa dibebaskan dari neraka.
Baca juga : “TangisanNabi Kepada 9 Kelompok Wanita Disiksa Dineraka”

Loading...
[Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kalian Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Tangisan Nabi Kepada Ummatnya Yang Jadi Penghuni Neraka

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here