Tambal Defisit, Dan Toko Online pun Sekarang terkena Pajak

ceramahterbaru.net.com – Pedagang dan pengelola e-commerce mempunyai Anggaran yang mengikat di hal perpajakan. Hal ini Seusai Kementerian Keuangan menerbitkan PMK No.210/PMK.010/2018 mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (e-commerce).

di beleid ini, pedagang dan e-commerce yang menjual barang akan dikenakan kewajiban pajak penghasilan (PPh) sesuai ketentuan perundang-undagang di bidang pajak penghasilan.

E-commerce juga punya tugas untuk memungut dan menyetorkan pajak. Ada tiga pajak yang akan dikutip e-commerce, yakni pajak pertambahan nilai (PPN) yang tertunggak sebesar 10%, pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM).

Selain itu, Kementerian keuangan juga mewajibkan pedagang mempunyai Nomor inti Wajib Pajak (NPWP) dan membagikan NPWP kepada pengelola e-commerce.

Mengutip Anggaran yang ditandatangani Sri Mulyani ini, Anggaran perpajakan e-commerce ini akan berlaku 1 April 2019. [cnbc]

Tambal Defisit, Dan Toko Online pun Sekarang terkena Pajak

Facebook Comments

Leave a Reply