Home Berita Islam Terbaru Suriah Memang Sendiri

Suriah Memang Sendiri

95
0

Suriah Memang Sendiri

Berita Islam 24H – Duka warga Suriah belum berhenti. Pekan ini, warga sipil Suriah yang berada di Khan Syeikhoun, Provinsi Idlib diterjang Agresi bom kimia. Puluhan jasad bocah tak berdosa terbujur kaku. Hanya karpet penuh debu yang menyelimuti bocah-bocah malang itu. Tak ada satu pun negara Muslim yang menaruh simpati. Lagi-lagi warga Suriah kesepian.
Tony Syarqi, seorang relawan Manusia untuk Suriah, Sempat membuat tulisan berjudul “Suriah yang Sendirian”. Saya wajib menghormati beliau yang setidaknya sudah melihat langsung apa yang terjadi di Suriah, ketimbang saya yang hanya mengetahuinya dari berita-berita media yang tak jarang dibumbui kebohongan.
Yang menarik, saya juga baru memahami bahwa apa yang dituliskan oleh beliau sejatinya bukanlah mengenai rakyat Suriah, melainkan mengenai kita, kaum muslimin di luar Suriah, yang terlalu mengabaikan mereka. Ada sebagian kita yang terlalu berbusa-busa berdiskusi seputar konflik rumit yang terjadi di sana; serta kepada kelompok yang mana wajib berpihak; dan ada pula yang memilih bersikap acuh tak acuh. Mereka sudah pusing duluan memikirkan kerumitan Itu, kedua sikap Itu di akhirnya akan melalaikan dari satu fakta yang tak rumit tapi penting, Yaitu jutaan nyawa telah terbunuh.
Kebanyakan dari kita memang terjebak di dua hal Itu. Kita seperti enggan untuk sejenak mengabaikan kerumitan konflik Suriah, lalu fokus di hal-hal yang lebih sederhana untuk dipahami terlebih Dulu. Bukankah sudah Jadi fitrah manusia untuk memulai sesuatu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mudah terlebih Dulu, bukankah hal itu pula yang didoktrinkan oleh guru-guru sekolah kita saat memulai suatu ujian.
Mari kita andaikan konflik Suriah seperti suatu kertas ujian. Kita Berawal Dari dari pertanyaan paling mudah: Bagaimana menolong jutaan korban konflik Itu?
Korban suatu konflik hanya berkisar di dua keadaan meninggal ataupun terluka. Luka Bisa berarti fisik, psikis, ataupun keduanya. Orang meninggal hanya wajib dimakamkan, tak wajib ditolong. Dan saya yakin orang Suriah Bisa melakukannya sendiri. Orang terluka lah yang wajib pertolongan, tak mungkin konflik sedahsyat Suriah hanya sekedar meninggalkan lecet di tangan ataupun perih di dada. Pasti lebih dahsyat dari itu.
Orang yang terluka biasanya tak mampu bekerja, saya yakin kita pun akan izin membolos saat gusi kita berdarah ataupun lutut kita sobek di karenakan terjatuh dari motor. Ketidakmampuan bekerja ditambah konflik yang memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat-tempat yang jauh dari kebun buah mereka di waktu yang tak jelas batas akhirnya sudah pasti akan membawa mereka di kelaparan, kemiskinan, dan di akhirnya kematian.
Maka jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini Yaitu bahan Boga, obat-obatan, tenaga medis dan juga ahli terapi kejiwaan. Dan seseorang yang terluka ataupun sakit tentunya tak boleh sembarangan di memilih Boga. wajib ada Dosis yang pas mengenai zat-zat Boga supaya mempercepat kesembuhannya. Jadi, kesimpulannya rakyat Suriah membutuhkan suatu bangunan bernama rumah sakit, yang akan membantu mereka dengan cara maksimal menyembuhkan lukanya.
Sekarang mari kita ke soal selanjutnya: Apakah selama ini belum ada yang membangun rumah sakit untuk korban konflik Suriah?
Di setiap konflik, pasti ada manusia-manusia dari belahan bumi Eksklusif yang mudah tergerak hatinya melihat orang lain kesulitan, biasanya mereka akan berkumpul membentuk Forum Manusia lalu mengunjungi dan menolong korban konflik Itu. Dan sudah pasti Disorientasi satu prioritas mereka Yaitu pengadaan fasilitas medis, Berawal Dari dari yang berbentuk seperti rumah sakit di kota kalian ataupun berupa klinik darurat, bangsal bersalin, hingga unit pediatrik.
Soal selanjutnya: Apakah sejauh ini rumah sakit yang sudah ada cukup untuk Suriah?
Jawabannya Yaitu tak atau bahkan SANGAT tak. di karenakan bangunan-bangunan rumah sakit Itu ternyata bernasib Serupa seperti rakyat Suriah. Tak luput dari kekerasan konflik, sehingga tak mampu membagikan rasa aman untuk pasien (apalagi kesembuhan).
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Physicians for Human Rights, bahwa telah terjadi 382 Agresi terhadap fasilitas medis di Suriah sejak Maret 2011 hingga Juni 2016. Sembilan puluh persennya dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah dan pasukan Rusia yang membantu Bassar Assad. Koalisi pasukan Suriah-Rusia ini juga telah membunuh lebih dari 700 tenaga medis. Dan hingga detik ini, tak Sempat keluar pernyataan maaf bagus dari Bashar ataupun Vladimir Putin.
Menanggapi hal ini, direktur Physicians for Human Rights Widney Brown menyatakan bahwa “saat kita membunuh seorang dokter, sebenarnya kita tak hanya membunuh dirinya. akan tetapi kita telah menghancurkan Asa Hayati orang-orang yang akan diselamatkannya.”
Membunuh tenaga medis di situasi konflik sejatinya Yaitu hal terlarang. Hal itu telah ditetapkan di International Humanitarian Law (IHL), suatu hukum yang telah berusia 153 tahun, lebih tua ketimbang Assad dan Putin.
IHL menyatakan bahwa kombatan yang sakit dan terluka dari pihak yang bertikai yang berada di luar pertempuran akan dilindungi dan dirawat, tak peduli dia teroris paling dicari sekalipun. Tentu aja, perlindungan Itu akan sia-sia tanpa kehadiran personel medis. Karenanya, personel medis juga mendapatkan Agunan keselamatan. Mereka tak boleh diserang, ditembak, serta dicegah dari menjalankan pekerjaannya.
Namun apa daya, hari ini di Suriah, Bashar Assad dan Putin telah berkoalisi untuk merobek-robek kertas IHL. Sehingga tenaga medis di ini Jadi gamang, Menelusuri suatu kepastian mengenai Anggaran dan hukum seperti apa yang sedang berlaku di konflik. Mereka dihadapkan di suatu dilema, apakah tetap menolong dan membantu mereka yang dibutuhkan dengan risiko terbunuh atau memilih untuk membiarkan mereka yang terluka tanpa pertolongan, dan hal itu berarti mengkhianati nurani dan pekerjaan mereka.
Pertanyaan terakhir: Seandainya sudah begini, apa yang kita-kita ini Bisa lakukan?
Memang jawaban-jawaban di atas semakin mempertegas bahwa Suriah memang sendiri. Di mana hukum Manusia internasional sudah tak dihargai lagi, dan tak ada seorang pun yang peduli, dan yang mencoba peduli pun akan bernasib Serupa dengan rakyat Suriah; SENDIRI.
Namun, tak bisakah kita-kita yang mencoba peduli ini sekedar berteriak: Cukup!!! Bahkan perang pun ada aturannya !!! [beritaislam24h.info / kn]
Loading...


Suriah Memang Sendiri

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here