Home Kisah Islami Sumur Zam-Zam Yang Menghilang Ditemukan Kembali

Sumur Zam-Zam Yang Menghilang Ditemukan Kembali

46
0
Selain Peristiwa tentara gajah yang musnah dihancurkan burung ababil. Ada juga suatu peristiwa ajaib yang terjadi sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW. Yaitu sumur zam-zam yang merupakan sumber kehidupan di sekitar baitullah (Ka’bah) dikota Mekkah. Berangsur-angsur sumur zam-zam mengering dan di akhirnya menghilang tanpa jejak. Selama berabad-abad, orang-orang telah lama Menelusuri keberadaan sumur Itu dan menggalinya akan tetapi hasilnya nihil. Ternyata Seusai Nabi Ismail wafat, kemaksiatan dan kemusrikan merajalela disekitar Ka’bah. Inilah yang mengakibatkan sumur zam-zam menghilang.

Loading...
Kejadian ini hingga di masa Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad). Abdul Muthalib Yaitu penjaga dan pengurus Baitullah. hingga suatu di Abdul Muthalib bermimpi, ia didatangi suara ghaib yang memerintahkannya untuk Menelusuri dan menggali kembali sumur Zam-zam, sekaligus menunjukkan tempatnya, yang memang tepat seperti saat pertama kali ditemukan oleh Nabi Ismail. Padahal berabad-abad sebelumnya, banyak sekali yang berusaha menggali di tempat yang Serupa, akan tetapi tak memperoleh hasil apa-apa.
Abdul Muthalib Genjah melaksanakan perintah ghaib Itu. di Ekskavasi itu Abdul Muthalib menemukan simpanan benda berharga milik Bani Jurhum, kabilah yang pertama kali tinggal dan menemani Nabi Ismail dan Hajar di Makkah, istri Nabi Ismail juga berasal dari kabilah itu. Benda-benda berupa beberapa pedang, baju besi dan dua pangkal pelana itu semuanya terbuat dari emas. Abdul Muthalib memasang pedang dan dua pangkal pelana itu di pintu Ka’bah.
Seusai menjalankan Ekskavasi beberapa hari lamanya, sumur Zam-zam itu akhirnya ditemukan kembali, dan airnya-pun sangat berlimpah. Tampaknya memang Allah menghendaki munculnya sumur Zam-zam itu kembali untuk dinikmati oleh kecintaan-Nya, Nabi Muhammad SAW yang tak lama lagi akan dilahirkan, termasuk kaum kerabat beliau dan seluruh umat beliau hingga hari kiamat tiba.
Sumur Zam-zam memang ajaib. Berbeda dengan sumur yang umumnya mempunyai mata air di bagian bawah sendiri, Zam-zam ini mata airnya di tengah. Dengan kedalaman 30 meter dari bibir sumur, mata air itu berada di jarak 13 meter, dan memenuhi sumur hingga batas 4 meter dari bibir sumur. Ada dua mata air utama, pertama yang keluar dari suatu celah sepanjang 75 cm setinggi 30 cm yang mengarah di Hajar Aswad, yang kedua celah sepanjang 70 cm setinggi 30 cm yang mengarah di pengeras suara di ini. Ada juga beberapa celah kecil yang mengalirkan air juga, yang mengarah di bukit Shafa dan Marwa. Diameter  sumur juga Bhineka, berkisar antara 1,46 m hingga 2.66 m. Debit airnya antara 11 liter hingga 18,5 liter perdetik.
saat sumur Zam-zam itu ditemukan kembali, beberapa kabilah Quraisy lainnya ingin campur tangan di pengelolaannya, mereka berkata, “Kami ingin bersekutu!!”
Dengan tegas Abdul Muthalib berkata, “tak Bisa, ini Yaitu urusan yang Eksklusif ada di tanganku!!”
akan tetapi kabilah-kabilah itu agak memaksa, maka Abdul Muthalib berkata, “Baiklah, kita bawa masalah ini kepada dukun wanita dari Bani Sa’d. Aku tak akan mau membagi/bersekutu kecuali bila dia telah memutuskannya!!”
Dukun wanita Bani Sa’d Itu selama ini Jadi Acum bila terjadi perselisihan di antara kaum Quraisy. Mereka mendatanginya dan menyerahkan urusan Itu. Walaupun cukup lama menunggu, mereka dengan sabar tinggal di bani Sa’d Itu, hingga akhirnya Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, dukun wanita itu keluar dengan putusan bahwa Copyright pengelolaan sumur Zam-zam Absolut berada di tangan Abdul Muthalib.
Abdul Muthalib sangat gembira dengan putusan Itu, begitu gembiranya sehingga ia bernadzar, bila ia mempunyai sepuluh orang anak laki-laki, dan tak akan mempunyai anak lainnya lagi Seusai itu, ia akan mengorbankan (menyembelih) Disorientasi satunya di hadapan Ka’bah, sebagaimana Ibrahim telah menyembelih (mengorbankan) Ismail. Sesuatu yang berlebih-lebihan memang tak bagus, begitu juga dengan kegembiraan. Hal itulah yang dialami oleh Abdul Muthalib, kegembiraan menemukan kembali sumur Zam-zam, ditambah lagi kegembiraan di karenakan memperoleh Copyright Absolut mengelola sumur Itu, membuat akal sehatnya tertutup untuk sementara waktu sehingga muncul nadzar seperti itu.
Seusai beberapa hari berlalu dan kegembiraannya Berawal Dari mereda, ia teringat akan nadzar yang diucapkannya di depan dukun wanita Bani Sa’d itu. Dan ia Berawal Dari menyadari bahwa dari 16 orang anaknya, sepuluh orang di antaranya Yaitu laki-laki, hanya aja ia belum tahu, apakah di antara istri-istrinya masih akan melahirkan lagi? Ia memerintahkah seorang yang ahli untuk memeriksa keadaan istri-istrinya, dan sang ahli menyatakan bahwa mereka tak akan Bisa mempunyai anak lagi.
Abdul Muthalib mengumpulkan anak laki-lakinya, dan menceritakan nadzar yang telah diucapkannya. Ternyata mereka semua patuh dengan kehendaknya Itu, siapapun yang wajib dikorbankan. Ia menulis ke sepuluh nama anaknya Itu dan kemudiannya mengundinya. Ternyata nama yang keluar Yaitu Abdullah, anak yang paling disayanginya dan ayahanda Rasulullah SAW itu dengan ikhlas menerima keputusan Itu, sebagaimana ikhlasnya Nabi Ismail saat akan disembelih oleh Nabi Ibrahim.
Abdul Muthalib menuntun anaknya itu Futuristis Ka’bah sambil membawa parang. Kaum Quraisy yang menyaksikan pemandangan Itu sejak awal merasa trenyuh, apalagi Abdullah juga yang paling mereka sayangi di antara anak-anak Abdul Muthalib lainnya. Mereka setelah itu mencegah niat Abdul Muthalib dengan keras, terutama Abu Thalib dan paman-pamannya dari pihak ibu yang berasal dari Bani Makhzum. Abdul Muthalib yang di dasarnya memang tak tega untuk melaksanakan nadzarnya itu berkata, “Bagaimana dengan nadzarku?”
Mereka menyarankan untuk meminta pendapat dukun wanita Bani Sa’d untuk membagikan solusinya, sebagaimana biasanya. Wanita itu memerintahkan supaya Abdul Muthalib menyembelih sepuluh ekot unta Bagaikan diyat, tebusan pembunuhan yang berlaku di itu. Seusai itu ia wajib menjalankan pengundian kembali nama Abdullah dengan sepuluh unta. bila nama Abdullah yang keluar, ia wajib menambah lagi sepuluh ekor unta lagi Bagaikan diyat, dan mengundinya lagi. Begitu seterusnya hingga yang keluar nama unta, dan di itulah kafarat dari nadzarnya yang diridhoi Tuhan.
Abdul Muthalib melaksanakan saran wanita Itu, dan ternyata Seusai seratus ekor unta, barulah nama Abdullah tak keluar lagi. Sejak di itu ketetapan diyat untuk pembunuhan ditetapkan oleh orang-orang Arab sebanyak seratus ekor unta. Dan Anggaran diyat pembunuhan Yaitu seratus ekor unta diteruskan oleh Nabi SAW di syariat Islam. di karenakan peristiwa Itu, Nabi SAW Sempat bersabda, “Aku Yaitu anak dari dua orang yang (akan) disembelih.”
Maksudnya Yaitu Nabi Ismail yang akan disembelih oleh Nabi Ibrahim, dan Abdullah yang akan disembelih oleh Abdul Muthalib. [Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Sumur Zam-Zam Yang Menghilang Ditemukan Kembali

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here