Home Ceramah Islam Terbaru SOROTAN—Di Balik Aksi Serentak Aswaja Tolak Dai Radikal Wahabi

SOROTAN—Di Balik Aksi Serentak Aswaja Tolak Dai Radikal Wahabi

189
0

aswaja-tolak-dai-radikal-wahabi
Ahlulbaitrasulullah.blogspot.com—Di Balik Aksi Serentak Aswaja Tolak Dai Radikal Wahabi

Seperti dilansir beberapa media online di beberapa minggu terakhir, kita saksikan penolakan keras dan tegas yang dilakukan para aktivis, tokoh dan ulama Aswaja di beberapa kota besar Tanah Air terhadap gencarnya misi dakwah terselubung yang dilancarkan para dai radikal Wahabi hingga ke pelosok-pelosok desa.

Semula, tak banyak yang sadar bahwa acara safari dakwah para dai Wahabi itu membahayakan keutuhan dan kerukunan umat, terutama kalangan Nahdliyin di akar rumput. Hal ini di karenakan strategi dakwah itu mereka sodorkan melalui kemasan paket acara tabligh akbar yang sepintas seolah murni dakwah untuk mengajak di kebaikan dan karenanya tampak biasa aja dan seolah tak mencurigakan.
Belakangan, dimotori oleh GP Ansor dan Banser yang menjalankan pemantauan di lapangan, ditemukan fakta sebaliknya. Tabligh Akbar itu ternyata dijadikan oleh para dai radikal wahabi Itu Bagaikan sarana atau ajang pelecehan dan penghujatan terhadap beberapa amaliah Aswaja yang selama ini telah Jadi tradisi luhur yang tetap dijaga kelestarian dan keberlangsungannya di tengah kaum Muslimin NU.

Di antara dai radikal Wahabi yang serentak ditolak kedatangannya untuk mengisi acara tabligh akbar di beberapa wilayah, setidaknya ada tiga nama yang santer dan kerap disebut. Mereka Yaitu Syafiq Riza Basalamah, Khalid Basalamah dan Firanda Andirja.

Seperti diberitakan, rencana kedatangan Syafiq Riza Basalamah ke Situbondo ditolak keras oleh Gerakan Pemuda Ansor Situbondo. Alasannya, Ansor menilai Syafiq Bagaikan pendakwah yang bermasalah. di karenakan itu aktivis Ansor pun mendatangi Polres Situbondo untuk menyampaikan penolakannya terhadap Syafiq yang dinilai mudah mengkafirkan dan sering menyerang akidah, amaliyah dan tradisi Nahdlatul Ulama.

Penolakan itu Perkataan Sekretaris GP Ansor Situbondo, Johantono, tak serta-merta dilakukan tanpa alasan kuat, melainkan sudah berdasarkan kajian dan pertimbangan yang matang. Tak terkecuali di karenakan masyarakat juga mengaku resah terkait rencana kedatangan dai radikal Wahabi Itu ke wilayah mereka.

“Masyarakat di Situbondo sudah sangat kondusif, kita jaga ini. Jadi jangan hingga ada yang aneh-aneh. Urungkan aja niat mendatangkan dai bermasalah itu, sebelum penolakan dari masyarakat semakin luas,” tegas Johantono. “Kami menolak kedatangan Syafiq ke Situbondo. Jangankan hingga mengisi pengajian, menginjakkan kakinya di bumi Situbondo aja kami tolak, sebab dia itu bermasalah.”

Sebelumnya diagendakan Syafiq Riza Basalamah akan mengisi pengajian di Masjid Baiturrahim, Desa Paoan Kecamatan Panarukan Situbondo. Namun Ansor menilai bahwa profil dan dakwah yang disampaikan oleh Syafiq cenderung kontroversial dan mendramatisir. Disorientasi satu pendapatnya Yaitu bahwa shalawat dan dzikiran yang merupakan tradisi NU, justru dicap Syafiq Bagaikan nyanyian bersama yang Bisa mengganggu ketenangan orang. Belum lagi sikap Syafiq yang gampang memvonis kafir sesama Muslim yang berbeda pendapat, akidah, dan keyakinan dengan kelompok mereka. Itulah kenapa GP Ansor bersikeras menolak kedatangan dai radikal Wahabi itu ke Situbondo.

Tak hanya di Situbondo, ternyata kehadiran Syafiq juga ditolak ribuan warga Nahdliyin di Pamekasan, Madura. Ribuan umat Islam di Pamekasan, Madura itu pun serentak turun gunung menolak kedatangan Syafiq Riza Basalamah dengan alasan yang Serupa, yakni di karenakan isi ceramah Syafiq yang sangat provokatif dan merongrong NKRI.
Serupa sikap masyarakat Aswaja atau NU di Situbondo dan Pamekasan yang menolak kedatangan Syafiq Riza Basalamah, ternyata kedatangan Khalid Basalamah juga tak dikehendaki oleh masyarakat Gresik. Pentolan Wahabi yang seperti halnya Syafiq, ceramah-ceramahnya sering dimuat di media-media wahabi radikal seperti YufidTV, Radio Rodja, dan WesalTV itu juga dipersoalkan oleh GP Ansor Kabupaten Gresik di karenakan isi ceramahnya diketahui sarat nada kebencian dan memecah-belah kerukunan umat.
Terakhir diketahui, acara Kajian Akbar yang akan digelar Khalid di Masjid Darut Tauhid PT Semen Gresik itu, berdasarkan keterangan dari pihak Polres, ternyata juga tak mengantongi izin penyelenggaraan acara.
Tak hanya di Gresik, penolakan serupa terhadap Khalid Basalamah, juga dilakukan GP Ansor dan Banser Kabupaten Lamongan. Mereka bersikeras menolak kedatangan Khalid Basalamah yang rencananya akan membagikan ceramah di Lamongan. Alasannya, isi ceramah Khalid dinilai sangat berbahaya, provokatif, mengadu domba umat, bahkan merongrong NKRI. Jadi bukan aja merusak ukhuwah umat beragama, akan tetapi juga Jadi ancaman serius untuk kelangsungan NKRI.

Loading...

Menyikapi maraknya aksi penolakan kalangan Nahdliyin terhadap aksi dakwah provokatif para dai radikal Wahabi Itu, Dr Achmad Muhibbin Zuhri, Ketua Nahdlatul Ulama Kota Surabaya menyatakan bahwa kondisi ini tak boleh dibiarkan. Artinya, pemerintah wajib Genjah hadir.
Menurut Cak Ibin, panggilan akrabnya, fenomena penolakan dai radikal sudah lama timbul di masyarakat, bahkan termasuk di Surabaya. Oleh di karenakan itu negara wajib mengantisipasi potensi disharmoni dan konflik sosial karena penyebaran paham ekstrem Wahabi Itu, yang kondisinya di ini menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan bahkan Bisa berujung konflik horisontal. supaya hal ini jangan hingga terjadi, aparat sudah seharusnya menjalankan tindakan preventif dengan menghentikan kegiatan dakwah atau bentuk propaganda lain di bentuk apapun yang isinya menebar ujaran kebencian (hatespeech). Apalagi di ini nota kesepamahan (MoU) mengenai tindakan menebar kebencian ini, sudah diteken antara pihak NU dan Polri.

“Dakwah yang isinya mengolok-olok, mencibir, menyalahkan, mengkafirkan, membid’ah-bid’ah-kan suatu amalan atau keyakinan yang dipedomani oleh masyarakat dan merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi, jangan hingga terjadi. Ini berbahaya, apalagi hingga merongrong NKRI,” ujar Cak Ibin yang juga dosen di Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya itu.

Lebih lanjut ia Menyebut penyebaran paham ekstrem dan radikal, meskipun berdalih agama, tak Bisa dibenarkan apabila Bisa mengganggu ketertiban Generik, apalagi bila sudah mengancam Keamanan Nasional.

Sementara itu di pertengahan bulan lalu, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengelurkan surat “Keberatan Atas Kehadiran Ustad Firanda Andirja” yang ditujukan kepada Bupati Batang.

Dikeluarkannya surat dengan nomor: 221/PC.35-X.SR-02/VII/2016 merupakan sikap atas digelarnya Tabligh Akbar oleh Al-Irsyad yang semula akan dilaksanakan dengan menghadirkan Firanda Andirja Bagaikan penceramahnya.
di surat Itu disebutkan, bahwa PC GP Ansor Batang dengan tegas menolak kehadiran Firanda, tokoh Wahabi yang hobi mengkafirkan dan mensesat-sesatkan para ulama NU dan Indonesia itu di karenakan yang bersangkutan dengan cara terang-terangan telah menyerang akidah dan keyakinan Nahdlatul Ulama. Kondisi itu Bisa menimbulkan potensi perpecahan dan konflik horizontal antar umat beragama di Kabupaten Batang yang selama ini sudah berjalan harmonis.  di karenakan itu GP Ansor pun menyurati Bupati Batang untuk menolak Firanda, di karenakan dikhawatirkan Bisa memicu ekstremisme dan radikalisme.

Adapun poin isi surat Itu Yaitu Bagaikan berikut:
Maka dengan ini kami dari PC GP Ansor Batang mewakili elemen Nahdlatul Ulama menyatakan sikap Bagaikan berikut:

  1. Menolak dengan tegas Kehadiran saudara Firanda di Batang, di karenakan ceramahnya memuat pesan SARA dan provokasi yang Bisa menimbulkan semangat kebencian di antara umat Islam di Batang.
  2. Meminta kepada pemerintah Kabupaten Batang dan pihak-pihak terkait khususnya kepada pihak penyelenggara untuk MEMBATALKAN kegiatan Itu demi kondusifitas masyarakat Batang.
  3. Ansor dan Banser akan terus Jadi garda terdepan di membela dan mempertahankan NKRI dan menjaga tradisi Islam Nusantara. Oleh di karenakan itu bila ada pihak-pihak yang ingin mengadu domba antar masyarakat Batang, maka Ansor dan Banser siap untuk Dinamis atas izin, komando dan restu para Ulama.
  4. Kepada intansi terkait yang mempunyai kewenangan penuh untuk menjaga tegaknya Anggaran hukum di negeri ini untuk Bisa menjalankan upaya persuasif terhadap kegiatan Itu.

Demikian surat penolakan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terimakasih.

PIMPINAN CABANG GP ANSOR BATANG

Sumber : islamindonesia.id

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

SOROTAN—Di Balik Aksi Serentak Aswaja Tolak Dai Radikal Wahabi

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here