SEJERNIH-JERNIH MAKRIFAT TOK KENALI : BAGAIMANA tutorial PERCAYA KEPADA RUKUN IMAN



NUKILAN HJ SAARI MOHD YUSOF (PEWARIS KETIGA ILMU MAKRIFAT TOK KENALI KELANTAN)



Apakah maksud percaya kepada Allah.

Percaya kepada Allah itu, biarlah hingga kepada tahap tak dikeranakan dengan suatu kerna. tak dikarenakan dengan suatu sebab dan tak disabitkan dengan suatu sabit.

Percaya kepada Allah itu, hendaklah tak dengan beralasan. Kerana Allah itu, Yaitu Allah. Yang nyata Allah, yang ghaib Allah, yang zahir Allah, yang batin Allah, yang awal Allah dan yang akhir pun Allah. Segala-galanya Allah, kenapa masih tak terlihat Allah.

tak ada ruang untuk wujud (ada), ujud (menjadikan) dan maujud (dijadikan) sifat makhuk. tak ada ruang diantara awal dan akhir itu, ditengah-tengahnya adanya kita.

Percayalah bahawasanya Allah itu, terang yang wajahNya lebih terang dari cahaya matahari. Dekat mata putih dengan mata hitam, lebih dekat lagi Allah. Nyatanya ibu bapa kita, sesungguhnya Allah itu lebih nyata dari kedua ibu bapa kita. Kenapa tak terlihat.

Mengenal, melihat, memandang atau menatap wajah Allah itu, hendaklah dengan nyata senyata-nyatanya. Tanpa terselindung oleh sesuatu. Allah bukan sesuatu akan tetapi zahir di tiap sesuatu.

Allah tak ada hijab, tak ada dinding dan tak ada tabir, yang boleh menghalang kita dari menilik, menatap, memandang atau melihatNya. Sebab yang Jadi terhijabnya kita dari tertilik Allah itu, Yaitu kerana kita masih mengadakan “sifat keakuan”.

Percaya kepada Allah itu, hendaklah hingga sehingga kepada tahap tak ada dalil. Kerana segala-galanya itu, Yaitu wujudnya Allah. La Maujud Bilhaqki Illalah.

Apakah maksud atau beriman kepada Al-Quran.


Maksud beriman kepada Al-Quran itu, Yaitu hendaklah kita mendahului Allah berbanding diri kita. Quran itu Yaitu kalam Allah. Kalam Allah itu, Yaitu Ungkap Allah. Bermaknanya di sini, hendaklah kita mendahului Perkataan-Perkataan atau ketetapan Allah, berbanding Perkataan kita atau ketetapan akal kita. Bilamana kita beriman kepada Al-Quran, Ambiguitas kita dikehendaki mendahului ketetapan Allah, berbanding ketetapan ketetapan yang kita tetapkan.

Apa yang terjadi atas kita itu, hendaklah kita tahu yang bahawasanya ketetapan Perkataan Allah itu, telah mendahului kejadian apa yang berlaku. Sebelum kita rugi di perniagaan, sebelum kita Frustasi Afeksi, sebelum bercerai atau sebelum kita mati itu, sesungguhnya Allah sudah merugikan kita sebelum kita rugi. Sebelum kita Frustasi tunang, Frustasi Afeksi atau bercerai itu, sesungguhnya kita telah diputus atau telah diceraikan oleh Allah mendahului Frustasi atau bercerainya kita. Sebelum kita lahir atau sebelum kita mati, ketetapan Allah itu, telah mendahului kita. Sebenarnya sebelum kita lahir, Allah dan lahirkan kita di ilmuNya.

Sebelum kita mati, sesungguhnya kita itu telah dimatikan Allah, di ilmuNya. Sebelum kita masuk syurga atau neraka itu, sesungguhnya Allah sudah terlebih Dulu memasukkan kita kedalam syurga atau neraka.

Perkataan-Perkataan Allah itu, sesungguhnya telah medahulu Perkataan-Perkataan, niat atau kehendak kita. Maka redha dan ikhlaslah di menerima segala cubaan atau musibah yang berlaku. Beriman kepada Al-Quraan itu, Yaitu mendahulu Perkataan-Perkataan Allah berbanding Perkataan-Perkataan kita. Mendahului ketetapan Allah sebelumnya, berbanding apa yang berlaku.

Mana sebenar-benar Al-Quraan?


Yang kita sebut itu suara atau bunyi suara yang keluarnya dari bibir mulut. Yang kita baca itu, Yaitu berupa suratan atau berupa tulisan (dari dakwat) yang tertulis diatas yang berupa kertas.

Padahal Al-Quraan itu, Yaitu kalam Allah, bahasa Allah, Perkataan-Perkataan Allah, ucapan Allah dan suara Allah. Yang tak berhuruf, tak bersuara, tak berjirim dan tak berjisim.

Adapun yang kita baca itu, Yaitu berupa kertas yang bertulilsan dengan dakwat. Dibakar hangus, direndam basah, ditanam di, digantung tinggi dan ditembak tembus. Padahal Perkataan-Perkataan Allah itu Yaitu berupa bahasa percakapan Allah yang tak Serupa dengan suara bibir mulut kita.

bila Quran itu, bukan seperti suara bibir, bukan seperti tulisan atas kertas, dimanakah Perkataan-Perkataan Allah yang bernama Quran?

Yang kita sebut itu, suara yang keluarnya dari anggota bibir, adapun Perkataan-Perkataan Allah itu, tak sebagaimana suara bibir. Yang kita baca itu, Yaitu kertas, Padahal Perkataan-Perkataan Allah itu, tak seperti kertas. Manakah yang dikatakan sebenar-benar Al-Quran (sebenar-benar Perkataan-Perkataan Allah). Atau di bahasa mudah, Al-Quran itu, Yaitu percakapan Alah. Adapun percakapan Allah itu, bukan Bagaikan petuturan bibir mulut, dimana Al-Quran?

Al-Quran atau Perkataan-Perkataan Allah itu, Yaitu “KUN”, dari Ungkap kun itulah, makanya terjadinya sekalian Alam.

Oleh itu, sekalian Alam inilah “KUN” Allah, Perkataan-Perkataan Allah atau Al-Quran.

Apakah maksud beriman kepada Rasul.


Rasul itu ertinya pesuruh manakala pesuruh itu pula, Yaitu orang yang terkena suruh. Adapun maksud beriman kepada Rasul itu, Yaitu mendahului terkena suruh daripada yang menyuruh.

Maknanya di sini bahawa sebelum kita menjalankan sesuatu, sebenarnya kita telah menjalankan sesuatu mengikut kehendak yang menyuruh, yang menyuruh itu, seungguhnya telah mendahului sebelum segala sesuatu hingga kepada yang terkena suruh.

Kita terkena percaya dan penuh yakin bahawa sebelum segalanya sesuatu itu berlaku atau terjadi, sesungguhnya perlakuan dan kejadian itu, sesungguhnya telah pun berlaku dan telahpun siap terjadi sebelumnya.

Seusai kita yakin dan penuh percaya kepada rasul (beriman kepada Rasul), maka hendaklah kita taat, patuh dan mengikut serta mematuhi apa sahaja yang telah Dulu ditetapkan sebelumnya. Ingatlah bahawsanya kita ini, orang yang terkena suruh (pesuruh), kita ini kuli dan kita ini hanyalah hamba sahaya yang fakir, yang hanya menurut sahaja apa perintah atau kehendak yang telah ditetapkan.

bila diberi sakit, maka sakitlah kita, bila diberi miskin, maka miskinlah kita, bila diberi musibah, maka azablah kita dan bila diberi mati, maka matilah kita. selaku yang terkena suruh, hendaklah kita patuh kepada apa yang ditetapkan atas kita.

Bilamana kita percaya kepada pesuruh (yang terkena suruh), kita tak boleh lagi mengeluh atau merungut dari apa yang telah ditetap dan yang telah ditakdirkan oleh Allah atas kita.

Apakah maksud percaya kepada Malaikat


Untuk mengenal malaikat, hendaklah terlebih Dulu kita tahu akan tugas-tugasnya. Seusai kita kenal dan tahu akan tugasnya, barulah kita boleh kenal dan tahu siapa itu Malikat sebenarnya. Seumpama tugas untuk pasukan bomba. Pasukan bomba Yaitu dengan tugas-tugas pemadam api. Pasukan polis pula menangkap pencuri dan pasukan ambulan pula menyelamat orang sakit dan sebagainya. Dengan mengenal tugas, maka kita akan kenal tuannya.

Begitu juga Malaikat. Bilamana kita kenal tugas malaikat, maka sudah tentu kita akan kenal siapa tuannya.

Tugas Malaikat Jibrail itu, Yaitu menurunkan wahyu. Malaikat Jibrail itu, bila dikiaskan kepada diri kita, ianya Yaitu merupakan “akal, fikiran atau otak”. Yang tugas menanggug pemikiran atau menerima tugasan memikir sebagaimana tugas Jibrail yang menurun wahyu. Jibrail itu, bila dikiaskan di diri kita Yaitu “akal”.

Malaikat Izrafil itu, tugasnya meniup serunai sanggkala. Serunai Malaikat Izrafil itu, bila dikiaskan kepada diri kita, ianya Yaitu berupa (serunai), anggota “mulut” yang mengeluar suara dari kedua bibir mulut.

Malaikat Mikail pula tugasnya menurunkan hujan. Malaikat Mikail, bila dikiaskan kepada diri kita, ianya Yaitu berupa (hujan) “mata” yang menurunkan air mata.

Manakala Malaikat Izrail pula, tugasnya Yaitu menarik nyawa. Malaikat Izrail, bila dikiaskan kepada diri kita, ianya Yaitu berupa (naik turun nafas) “hidung” yang menurun dan menaikkan nafas.

Dari itu, kenallah kita akan siapa itu kiasan kepada para Malaikat. Segalanya ada tafsirannya di diri kita.

Apakah maksud percaya kepada Qada dan Qadar


Percaya kepada kada dan kadar itu, Yaitu percaya kepada untung bagus dan untung buruk. Segalanyanya bagus dan buruk itu, sesungguhnya Yaitu datangnya dari Allah Taala.

Bilamana sesuatu itu datangnya daripada Allah Taala, maka segalanya itu akan kelihatan bagus dan akan Jadi segala-galanya cantik.

bila kereta kita terkena langgar, Dehidrasi wang, Dehidrasi nyawa anak isteri sekalipun, kita terkena percaya bahawa tiada suatu gerak sekalipun sebesar zarah, melainkan datangnya gerak itu biar sebesar zarah sekalipun, itu sesungguhnya Yaitu datangnya dari kehendak dan keizinan Allah Taala.

Terimalah samaada bagus atau buruk, kerana bagus dan buruk itu, sesungguhnya Yaitu datangnya dari anuggerah dan kurniaan Allah. Bilamana datangnya dari kurniaan atau anugerah Allah, segalanya akan Jadi nikmat.
.

SEJERNIH-JERNIH MAKRIFAT TOK KENALI : BAGAIMANA tutorial PERCAYA KEPADA RUKUN IMAN

Facebook Comments

Incoming search terms:

Leave a Reply