Sebut Rangkap Jabatan Bukan Pelanggaran, Ma’ruf Amin Dinilai Haus Jabatan

ceramahterbaru.net.com – Ma’ruf Amin dinilai tak punya etika dan haus jabatan Seusai berkomentar merangkap jabatan Wakil Presiden dan Ketua Generik Majelis Ulama Indonesia (MUI) bukan pelanggaran.

“Harusnya Kiai Ma’ruf mengundurkan diri dari Ketua Generik MUI. Ini justru Kiai Ma’ruf menyatakan, menjabat Ketum MUI dan Wapres tak melanggar hukum,” Perkataan pengamat politik Muhammad Yunus Hanis seperti melansir suaranasional.com.

Menurut Yunus, dengan cara hukum formal, Kiai Ma’ruf menjabat wapres sekaligus Ketum MUI tak ada yang dilanggar.

“Ini masalah etika aja. Terlebih lagi wapres membutuhkan kerja yang fokus terutama di menghadapi tantangan ekonomi Indonesia yang akan datang,” paparnya.

Yunus Menyebut, publik Bisa menilai buruk Kiai Ma’ruf yang merangkap jabatan.

“Belum lagi berbagai jabatan Kiai Ma’ruf Bagaikan dewan pengawas syariah di berbagai bank syariah. Apakah sudah dilepas atau dipertahankan?” tanya Yunus.

Perkataan Yunus, Kiai Ma’ruf harusnya fokus Bagaikan wakil presiden.


Loading...

“Seandainya masih ingin rangkap jabatan, Bisa terjadi konflik kepentingan,” pungkasnya.

Sebelumnya Kiai Ma’ruf Amin, Wakil Presiden terpilih, mengklaim tak ada pelanggaran Anggaran bila dia tetap menjabat Ketua Generik Majelis Ulama Indonesia (MUI) meski nanti resmi dilantik Bagaikan Wapres RI.

Pasalnya, jabatan Ketua MUI sudah ia sandang jauh sebelum Jadi Wapres.

“tak [melanggar]. Yang tak boleh itu Jadi Ketum [MUI] dia menjabat [Wapres]. Nah, Seandainya saya ini kan Jadi ketua Generik baru menjabat. Beda,” dalihnya, usai menerima 10 Pimpinan MPR, di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/10) malam.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Sebut Rangkap Jabatan Bukan Pelanggaran, Ma’ruf Amin Dinilai Haus Jabatan

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply