Home Ceramah Islam Terbaru Sebab sebab Seseorang Manusia Mendapat Siksa Kubur

Sebab sebab Seseorang Manusia Mendapat Siksa Kubur

28
0
Siksa kubur, kalian pasti sudah mengerti mengenai hal yang satu ini bukan. Ini merupakan Disorientasi satu hal yang akan diterima oleh manusia apabila menjalankan kesalahan di masa hidupnya. Masih berkaitan dengan perintah Allah SWT dan juga Embargo yang berikan oleh Allah SWT kepada umatnya. Apabila kalian seorang Muslim, pastilah kalian mengerti dan memahami apa aja perintah dan Embargo yang diberikan oleh Allah SWT kepada kalian Bagaikan manusia. Sudah seharusnya, Bagaikan manusia yang taat di penciptanya, menjalankan hal yang diharuskan dan diperintahkan olehNya. Apabila kalian tak melakukannya, justru kalian menjalankan hal yang dilarang, pastilah terdapat ganjaran dari setiap yang kalian lakukan di Global ini. Siksa kubur merupakan Disorientasi satu hal yang akan diterima oleh kalian Bagaikan manusia yang tak menjalankan perintah Allah SWT, bahkan justru menjalankan laranganNya.
kalian pasti mengetahui bahwa manusia Hayati di Global tidaklah selamanya, ada jangka waktu yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing manusia untuk Hayati di Global ini. Seusai jangka waktu Itu Demisioner, kalian Bagaikan manusia akan ditimbang amal bagus dan amal buruknya. saat amal bagus kalian lebih banyak dari amal buruk, maka kalian akan di tempatkan di surga yang begitu nyaman dengan segala macam kenikmatannya. Namun apabila amal buruk kalian lebih banyak, maka neraka lah tempat kalian. Namun sebelum kalian di tempatkan di sana, ada pula siksa kubur yang menanti kalian.
Siapa yang tak ingin tinggal di surga? Dengan segala kenikmatannya kalian Bisa dengan suka berada di sana. Namun, untuk berada di tempat yang nyaman seperti Allah janjikan itu tidaklah mudah. Semasa Hayati, kalian wajib benar-benar taat dengan perintah Allah dan menjauhi segala Embargo Allah. Akan akan tetapi, apa daya Jadi manusia. Manusia tidaklah sempurna, ada aja kekurangan yang Bisa terdapat di di manusia Itu, termasuk kalian. kalian pun mengetahui bahwa tak sedikit cerita mengenai siksa kubur yang tersebar luas di Global ini.
Siksa Kubur
  • Sebab-Sebab Siksa Kubur
Ibnu Qoyyim Rahimahullah, di kitab Ar-Ruh menyebutkan ada sejumlah dosa dan juga maksiat yang Bisa menyebabkan kita disiksa di ALAM KUBUR, diantaranya:
  • Melalaikan Solat
  • Mem-baca al-Quran lalu melupakannya
  • Tak bersuci sesudah membuang hadas kecil
  • Berbicara bohong
  • Tak membayar zakat
  • kehidupan yang berlebih-lebihan
  • Menyantap riba
  • Rasuah
  • Memfitnah sesama saudara muslim
  • Khianat terhadap amanah
  • Enggan menolong sesama muslim
  • Meminum arak
  • Berzina
  • Membunuh
Waktu Siksa Kubur
Hadits di atas juga menerangkan mengenai waktu siksa kubur, apa-kah seterusnya hingga hari kiamat ataukah cuma sementara?! Jawabannya diperinci: untuk manusia kafir, maka siksaannya kekal hingga hari kiamat, seperti kaum Nuh dan juga pengikut Fir’aun, mereka tetap disiksa hingga kiamat tiba. Adapun untuk manusia mukmin yang bermaksiat, maka siksaan mereka tak kekal, Bisa lama ataupun Bisa juga sebentar bersesuaian dengan dosa dan juga ampunan Allah Ta’ala.

Mengapa Siksa Kubur Tak Dinampakkan?

Yaitu hikmah mengapa Alloh Ta’ala tak menampakkan siksa kubur untuk manusia ialah:
  1. Untuk menutupi aib mayit
  2. Untuk menenangkan keluarga mayit
  3. Selaku Afeksi sayang kepada manusia
Sebab Allah Ta’ala me-ngetahui bahwa memang manusia tak kuat melihatnya. Bisa Jadi kita senantiasa dibayangi dengan ketakutan manakala adzab Itu ditampakkan.

a. Untuk menguji keimanan seorang terhadap masalah ghoib

Seandainya dinampakkan berarti apa faedahnya ujian, sebab manusia hendak beriman kepada suatu yang mereka saksikan dengan bola mata kepala mereka. Berlainan halnya apabila tak nampak maka cuma hendak diimani oleh manusia yang beriman aja.

Jenis-Jenis Siksa Azab Kubur

Dipukul dengan palu besi sehingga berteriak keras:

عَنْ أََنََسٍ عَنِ النَّبِىِّ قَالَ « الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ ، وَتُوُلِّىَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ ، أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِى هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ ؟ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ. فَيُقَالُ: انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ ، أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ. قَالَ النَّبِىُّ: فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا. وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوِ الْمُنَافِقُ فَيَقُولُ: لاَ أَدْرِى، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَلاَ تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ.

“Dari Anas dari Nabi, beliau bersabda: “Seorang hamba apabila dipendam di kuburnya, dan  orang-orang yang mengantarnya telah berpaling meninggalkannya, maka dia mendengar suara sandal mereka. Lalu datanglah dua malaikat lalu menyuruhnya duduk seraya menanyai padanya: Apa yang kita ucapkan mengenai Muhammad? Dia memberi jawab: Saya bersaksi bahwa dia ialah hamba Alloh dan juga Rosul-Nya, maka dikatakan padanya: Lihatlah calon tempat mu di neraka telah diganti oleh Alloh tempat di surga. Nabi bersabda: Maka dia menatap keduanya. Adapun manusia kafir ataupun munafiq maka dia memberi jawab: Saya tak ngerti, saya menyatakan apa yang diucapkan manusia. Lalu dikatakan padanya: “kita tak ngerti, lalu dia dipukul dengan palu dari besi satu pukulan di antara dua telinganya, sehingga dia berteriak dengan teriakan yang Bisa didengar oleh sekitarnya kecuali jin dan juga manusia. ”
(HR. Bukhori 1273, 1308 dan juga Muslim 2870. )#)

Dihimpitkan kuburnya:

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: قَالَ رسول الله: … « وَإِنَّ الْكَافِرَ ». فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ: « وَتُعَادُ رُوحُهُ فِى جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولاَنِ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا دِينُكَ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيَقُولاَنِ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِى بُعِثَ فِيكُمْ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيُنَادِى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ ». قَالَ: « فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا ». قَالَ: « وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ ». زَادَ فِى حَدِيثِ جَرِيرٍ قَالَ: « ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا ». قَالَ: « فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا

“Dari Baro’ bin Azib berbicara: Rosululloh bersabda: “…Adapun manusia kafir, maka dia dikembalikan ruhnya dan juga didatangi dua malaikat dan menyuruhnya duduk seraya menyatakan: Siapa Robbmu? Dia memberi jawab: Ha, ha, ha, saya tak ngerti. Malaikat menanyai: Apa agamamu? Dia memberi jawab: Ha, ha saya tak ngerti. Malaikat menanyai lagi: Siapakah lelaki yang diutus kepadamu? Dia memberi jawab: Ha, ha saya tak ngerti. Maka ada seruan dari langit: Hamba ini berdusta, maka bentangkan tempat untuknya dari neraka dan juga pakaikan untuknya ……………dari neraka dan bukakan untuknya pintu Futuristis neraka. Akhirnya datanglah kepadanya udara Geothermal lagi beracun dan juga dihimpit kan baginya kuburannya hingga bengkok seluruh tulangnya. di hadits Jarir ada tambahan: “setelah itu diutus kepadanya seorang yang buta dan juga tuli dengan membawa alat pukul dari besi yang seandainya dipukul kan Futuristis gunung maka dia men-Jadi tanah. Sesudah Itu dia dipukul sehingga dia berteriak dengan teriakan yang didengar oleh Jin dan juga manusia sehingga dia men-Jadi tanah. ”

(HR. Abu Dawud 2/281, al-Hakim 1/37-40, ath-Thoyyalisi: 753, Ahmad 4/287, 288, 295, 296, al-Ajurri dalamasy-Syari’ah 367-370, Nasai’ 1/282, Ibnu Majah 1/469-470, Abu Dawud 2/70, Ahmad 4/297, dishohihkan al-hakim, adz-Dzahabi, Ibnul Qoyyim v di I’lamul Muwaqqi’in 1/214 dan juga Tahdzibus Sunan 4/337 dan dia menukil penshohihan Abu Nu’aim dan juga selainnya. (Dinukil dari Ahkamu Janaiz, al-Albani hlm. 159, cet al-Maktab Islam). Imam Ibnu Qoyyim v di kitabnya Ar-Ruuh hlm. 91 menyebutkan bahwa memang Imam Daruqutni telah mengumpulkan jalan-jalan riwayat hadits Baro’ bin Azib mengenai nikmat dan juga siksa kubur di suatu buku Eksklusif. )#)

Digigit ular berbisa:

Loading...

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ a ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ قَالَ: « إِنَّ المُؤْمِنَ فِيْ قَبْرِهِ لَفِيْ رَوْضَةٍ خَضْرَاءَ ، وَيُرْحَبُ لَهُ قَبْرُهُ سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا ، وَيُنَوَّرُ لَهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ, أَتَدْرُوْنَ فِيْمَا أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ: قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾ أَتَدْرُوْنَ مَا المَعِيْشَةُ الضَّنْكَةُ ؟ » قَالُوْا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: « عَذَابُ الكَافِرِ فِيْ قَبْرِهِ ، وَالذِّيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ ، إِنَّهُ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ تِنِّيْنٍا ، أَتَدْرُوْنَ مَا التِّنِّيْنُ ؟ سَبْعُوْنَ حَيَّةٍ ، لِكُلِّ حَيَّةٍ سَبْعُ رُءُوْسٍ يَلْسَعُوْنَهُ ، وَيَخْدِشُوْنَهُ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ))

“Dari Abu Huroiroh dari Rosululloh, beliau bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin di kuburnya di taman yang hijau dan juga di luaskan kuburnya tujuh puluh hasta, dan diberi penerang seperti petang bulan purnama. Tahukah kalian mengenai apa-kah ayat ini turun? “Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan juga Kita hendak menghimpunkannya kepada hari kiamat di keadaan buta. ” (QS. Thoha [20]: 123-124) Mereka memberi jawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih tahu. ” Beliau bersabda: “Adzab manusia kafir di kuburnya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dia akan serang oleh sembilan puluh sembilan tinnin, tahukah kalian apa itu tinnin? Tujuh puluh ular, tiap ular mempunyai tujuh kepala yang menggitnya hingga hari kiamat. ”
Sebab-sebab yang akan Menyelamatkan Dari Azab Kubur

Sesudah memberitahukan dahsyatnya azab kubur & sebab-sebab yang akan menyeret Futuristis ke dalamnya, bagus melalui firman-Nya ataupun melalui lisan Rasulullah yang mulia, dengan rahmat & keutamaan-Nya, Allah juga memberitahukan amalan-amalan yang akan menyelamatkan dari azab kubur Itu.

Al-Imam Ibnul Qayyim berbicara: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari azab kubur terbagi men-Jadi dua:

Sebab-sebab dengan tutorial global
Yaitu dengan menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan Futuristis kedalam azab kubur seperti yang telah disebutkan di atas.

Sebab yang bermanfaat ialah seorang hamba duduk beberapa di se-belum tidur utk mengevaluasi dirinya: apa yang telah dia kerjakan, bagus perkara yang merugikan ataupun yang menguntungkan kepada hari Itu. Lalu dia senantiasa memperbarui taubatnya yang nasuha antara dirinya dgn Allah, sehingga dia tidur dlm keadaan bertaubat & berkemauan keras untuk tak mengulanginya apabila nanti bangun dari tidurnya. Dia kerjakan hal Itu tiap petang. Maka, apabila dia mati (saat tidurnya Itu), dia mati di atas taubat. Apabila dia bangun, dia bangun tidur di keadaan siap untuk beramal dgn suka hati, sebab Allah menunda ajalnya hingga dia menghadap Rabbnya & sukses memperoleh segala suatu yang terluput. Tak ada perkara yang lebih bermanfaat untuk seorang hamba ketimbang taubat ini. Terlebih lagi apabila dia berzikir sesudah Itu & melaksanakan sunnah-sunnah yang datang dari Rasulullah saat dia hendak tidur hingga benar-benar tertidur. Maka, barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah hendak berikan hidayah taufik utk melaksanakan hal Itu. Dan juga tiada kekuatan kecuali dgn pertolongan Allah.

b. Sebab-sebab terperinci
Di antaranya:

a. Ribath siang & petang.
Dari Fadhalah bin Ubaid z, Rasulullah n bersabda:
 

كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ
 
“Setiap manusia yang mati akan diakhiri/diputus amalannya, kecuali manusia yang mati dlm keadaan ribath (berjaga di perbatasan wilayah kaum muslimin) di jalan Allah l. Amalannya hendak dikembangkan hingga datang hari kiamat & hendak diselamatkan dari fitnah kubur. ” (HR. At-Tirmidzi & Abu Dawud)

b. Mati syahid
Dari Ubadah bin Ash-Shamit z, dari Nabi n:

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ

“Orang yang mati syahid hendak memperoleh enam keutamaan di Hepotenusa Allah l: diampuni dosa-dosanya dari awal tertumpahkan darahnya, hendak menatap calon rumahnya di surga, hendak diselamatkan dari azab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang amat gede, diberi hiasan dgn hiasan iman, dinikahkan dgn bidadari, & hendak diberi kemampuan utk memberi syafaat kepada 70 manusia kerabatnya. ” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Al-Albani berbicara dlm Ahkamul Jana’iz bahwa memang sanadnya hasan)

c. Mati di malam jumat ataupun siang harinya.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash c, dari Nabi n, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
 

“Tidaklah seorang muslim meninggal kepada hari jumat ataupun malamnya, kecuali Allah hendak melindunginya dari fitnah kubur. ” (HR. Ahmad & Al-Fasawi. Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan dlm Ahkamul Jana’iz bahwa memang hadits ini dengan seluruh jalur-jalurnya hasan ataupun shahih)

d. Mem-baca surat Al-Mulk
Dari Ibnu Abbas c, Nabi n bersabda:

هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
 

“Dia (surat Al-Mulk) ialah penghalang, dia ialah penyelamat yang hendak menyelamatkan pembacanya dari azab kubur. ” (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dgn sedikit perubahan]

Nikmat Kubur
Sesudah me-ngetahui & meyakini adanya azab kubur yang demikian mengerikan & menakutkan, berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah yang shahih, juga me-ngetahui macam-macamnya, penyebabnya, & hal hal yang akan menyelamatkan darinya, maka ter-masuk kesuksesan yang agung ialah selamat dari beragam azab Itu & memperoleh nikmat di dalamnya dgn rahmat-Nya.

Allah S. W. T berfirman:

“Adapun orang-orang yang beriman & mengerjakan amal yang shalih maka Rabb mereka memasukkan mereka Futuristis dlm rahmat-Nya (surga). Begitulah keberuntungan yang nyata. ”(Al-Jatsiyah: 30)

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya saya takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), Seandainya saya mendurhakai Rabbku. ’ Barangsiapa yang dijauhkan azab daripadanya di hari Itu, maka sungguh Allah telah membagikan rahmat kepadanya. Dan begitulah keberuntungan yang nyata. ” (Al-An’am: 15-16)

Adapun nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah beritakan dlm hadits Al-Bara’ z yang panjang:

a. memperoleh ampunan & keridhaan-Nya. Seperti ucapan malakul maut kepada manusia yang tengah menghadapi sakaratul maut:

أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ، اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ

“Wahai Heroisme yang tenang, keluarlah Futuristis ampunan Allah & keridhaan-Nya. ”
b. dikokohkan hatinya utk menghadapi & memberi jawaban fitnah kubur.

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dgn ucapan yang teguh Itu di kehidupan di Global & di akhirat. ” (Ibrahim: 27)

c. Digelarkan permadani, didandani dengan pakaian dari surga, dibukakan baginya pintu Futuristis surga, dilapangkan kuburnya, & di dalamnya ditemani manusia yang tampan wajahnya, bagus penampilannya, seperti yang Rasulullah kabarkan di hadits Al-Bara’ yang panjang:

“Maka gelarkanlah permadani dari surga, dandanilah dia dengan pakaian dari surga. Bukakanlah baginya suatu pintu Futuristis surga, maka sampailah kepadanya bau wangi & keindahannya. Dilapangkan kuburnya sejauh mata menatap, lalu datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berbicara: ‘Berbahagialah dengan perkara yang menyenangkanmu. Ini ialah hari yang Dulu kita dijanjikan. ’ Dia pun menanyai: ‘Siapa kita? Wajahmu ialah wajah manusia yang datang membawa kebaikan. ’ Dia memberi jawab: ‘Aku ialah amalanmu yang shalih…” (HR. Ahmad & Abu Dawud)

Seperti yang baru-baru ini tersebar Yaitu mengenai siksa kubur seorang wanita yang semasa hidupnya mempunyai profesi Bagaikan wanita prostitusi. Tidaklah ada yang mengetahui bahwa ini cerita benar atau bohong. Yang jelas, cerita ini akan menjadikan kalian Bagaikan manusia semakin Bisa merubah akhlak dan juga perbuatan kalian selama di Global ini. Berusahalah untuk menjalankan segala perintah yang Allah berikan dan juga menjauhi segala laranganNya. Di di cerita Itu, terlihatlah seorang wanita yang memang cantik rupanya, namun di alam kubur mendapatkan siksaan yang sungguh menyakitkan dan sungguh mengiris hati.
Bagaimana tak, wanita Itu mendapatkan siksaan dengan ditusuk dengan besi Geothermal dari Berawal Dari kemaluannya hingga di mulutnya. kalian tentu Bisa membayangkan bukan bagaimana pedihnya siksa kubur yang dialami oleh wanita Itu. Mengapa wanita Itu ditusuk oleh besi Geothermal dari kemaluannya hingga mulut? tak lain jawabannya Yaitu sebab semasa hidupnya ia Jadi seorang wanita tuna susila. Kemaluannya tidaklah dijaga dengan bagus, justru menjadikannya seperti barang dagangan yang diperjualbelikan kepada siapapun yang menginginkannya. Mulutnya tak Bisa menjaga ucapan dan justru dipergunakan untuk merayu.
Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Wajib 5 Waktu Lengkap
Sudah diketahui bahwa Allah memerintahkan di umatnya supaya menjaga kehormatan diri. Apabila ia seorang wanita hendaklah menjaga dirinya supaya kehormatannya tak diberikan kepada lelaki yang bukan muhrimnya. Begitu juga sebaliknya di pria, hendaklah tak semena-mena menghancurkan kehormatan dirinya dan juga wanita yang bukan muhrimnya. Sebab, apabila hal Itu tidaklah dilakukan, maka akan ada siksa kubur yang begitu pedih menanti kalian di alam sana.
Sebab sebab Seseorang Manusia Mendapat Siksa Kubur Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina

Sebab sebab Seseorang Manusia Mendapat Siksa Kubur

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here