Home Berita Islam Terbaru Salam Pancasila dan Aroma yang Semakin Komunistis

Salam Pancasila dan Aroma yang Semakin Komunistis

75
0

by M Rizal Fadillah*

Ketua BPIP Yudian Wahyudi muncul kembali dan semakin gigih memperjuangkan salam Pancasila yang menurutnya Bagaikan jalan tengah dari salam berdasarkan agama yang beragam. Bahkan salam Pancasila konon akan dimasukkan ke di kurikulum pendidikan. Ada gejala “over dosis” di mengeksplorasi bahkan mengeksplotasi Pancasila. Atau ini hanya kamuflase untuk suatu misi terselubung ?

Kita Jadi teringat misi terselubung tokoh komunis DN Aidit Dulu. Ketua CC PKI ini setahun sebelum menjalankan upaya kudeta untuk mengganti ideologi Pancasila melalui gerakan makar yang dikenal dengan G 30 S PKI justru terlebih Dulu membuat buku berjudul “Aidit Membela Pantjasila”. Buku ini menggambarkan bahwa seolah-olah DN Aidit Yaitu seorang tokoh yang mendukung dan siap Jadi pembela terdepan atas ideologi Pancasila.



Sebenarnya Dipa Nusantara Aidit tak mampu juga menyembunyikan misinya. di pidato tahun 1964 ia menyatakan bahwa Pancasila sementara Bisa mencapai tujuannya Bagaikan penunjang untuk kesatuan dan di rangka Nasakom. bila Nasakom telah terealisasi maka Pancasila tak akan ada lagi. Demikian ujarnya.

Loading...

Salam Pancasila Bisa beraroma komunis bila memang targetnya mengeliminasi salam agama. Meski tak berani dengan cara terang-terangan menyatakan bahwa salam Pancasila itu untuk mengganti salam agama, akan akan tetapi praktek politik sering berbeda dengan teori atau argumentasi. Komunis sangat mahir di berkelit atau berdalih.

Salam Pancasila dinilai mengada-ada dan bila hal itu direalisasikan maka dengan cara sistematis Bisa menghapus salam berdasarkan keagamaan. Dikhawatirkan Yudian Wahyudi memang bersemangat untuk meminggirkan salam keagamaan Itu. Salam Pancasila pertama kali disampaikan oleh Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Sukarnoputeri di Istana Negara tanggal 12 Agustus 2017.

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Salam Pancasila dan Aroma yang Semakin Komunistis

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here