saat Ali Sadikin Hendak Menutup Jakarta

ceramahterbaru.net.com – Demi menekan laju urbanisasi, Bang Ali menjadikan Jakarta Bagaikan kota tertutup. Gagal di karenakan warganya sukar diatur.

*

Menjelang lebaran, warga Jakarta kembali memenuhi ruang publik. Sempat viral saat warga turun beramai-ramai menyaksikan drama penutupan suatu waralaba Boga Genjah saji di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Belakangan ini, warga bahkan tumpah ke beberapa pusat perbelanjaan yang kembali dibuka. Disorientasi satunya, Pasar Tanah Abang yang merupakan  sentra tekstil di ibu kota. Padahal, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19 masih berlaku.

Ketidakpatuhan ini membuat tenaga medis yang berjuang di garda depan seakan percuma. Di masa pandemi seperti sekarang, berkumpul di keramaian kian memperbesar potensi penyebaran dan penularan virus. Buntut kekecewaan mereka setelah itu memunculkan gerakan “Indonesia? Terserah!” ≠sukasukakaliansaja.

apabila menengok kembali ke rumah sejarah, warga Jakarta memang sulit untuk dikendalikan. Perkara serupa juga Sempat dialami Ali Sadikin, gubernur terbaik yang Sempat memimpin kota Jakarta. Bang Ali – demikian Ali Sadikin disapa – menjabat di periode 1966—1977.

Loading...

di  1970, Bang Ali memberlakukan kebijakan “Jakarta Bagaikan Kota Tertutup”. Menjadikan Jakarta Bagaikan Kota Tertutup merupakan upaya untuk mengatur dan mengurangi laju perkembangan penduduk Jakarta. Kebijakan itu setelah itu diatur di Surat Keputusan Gubernur No lb.3/1/27/1970. Di dalamnya disebutkan Jakarta Bagaikan kota tertutup untuk pendatang baru dari daerah lain.  

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

saat Ali Sadikin Hendak Menutup Jakarta

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply