Rupiah Melemah, Pengusaha Boga dan Minuman Kaji Kenaikan Harga

Berita Islam 24H – Ketua Gabungan Pengusaha Boga dan Minuman (GAPMMI) Adhi S Lukman menyatakan depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terjadi sejak awal tahun hingga sekarang membuat banyak anggotanya kelimpungan.
Pasalnya, para pelaku industri Boga dan minuman Itu hanya memprediksi batas level kurs rupiah terhadap dollar AS di angka Rp 13.0 hingga Rp 14.000.
“Kita sebenarnya ingin stabil. Tapi Seandainya tahun ini terlanjur mengikuti APBN patokannya 13.0. Tapi, biasanya industri ada toleransinya 14.000. Tapi, ternyata 14.000 sudah melewati, ancamannya masih terjadi. Makanya saya katakan industri ini lagi hitung-hitungan,” ujar Adhi, Sabtu (7/7/2018).
Pelemahan rupiah hingga Rp 14.400 per dollar AS memaksa para pengusaha industri Boga dan minuman memutar otak untuk mempertahankan bisnisnya. Disorientasi satunya, dengan menaikkan harga jual.
Selain untuk bertahan, imbuh Adhi, langkah Itu juga ditempuh guna menutupi hasil keuntungan dari penjualan atau margin.
“Saya perkirakan pengaruhnya terhadap bahan inti sekitar 3 hingga 6 persen, tergantung industrinya, jenis bahan kategori pangannya apa. Semakin besar ketergantungan impornya semakin tinggi harga kenaikan inti produksinya. Ini kita sedang me-review apakah wajib naik harga pokoknya atau tak,” jelas Adhi.
Adhi pun setelah itu membeberkan upaya lainnya yang hendak diambil oleh para pelaku industri Boga dan minuman.
Langkah Itu Yaitu dengan mengganti bahan baku, mengganti bahan kemasan, dan atau mengubah harga jual.
Namun, upaya-upaya Itu masih dikaji oleh asosiasinya.
“Seandainya kita naikkan harga supaya margin-nya tak tergerus, apakah pasar kuat, apakah daya beli mendukung, dan ini lagi hitung-hitungan. Masing-masing bisnis sedang mempertimbangkan itu,” imbuhnya.
Meski demikian, Adhi menegaskan belum ada pelaku industri Boga dan minuman yang mendapatkan kebangkrutan karena kondisi rupiah yang tak stabil di ini.
“Definisi terganggu dengan kenaikan harga inti itu jelas terganggu. Tapi, saya belum mendengar ada industri yang berhenti atau stuck di karenakan pelemahan rupiah ini,” ujar dia. [b-islam24h.com / kompas]

Advertisement

Rupiah Melemah, Pengusaha Boga dan Minuman Kaji Kenaikan Harga

Facebook Comments

Leave a Reply