RENUNGAN Jangankan Berhala Dan Manusia, Boga Pun Kami Dilarang Untuk Mencelanya

Image result for nasi putih

Sifat seorang muslim itu sangat menawan. hingga tak jarang banyak orang yang tertarik masuk ke di Islam sebelum mempelajari Islam. Lantas melalui apa seseorang boleh masuk Islam tanpa mempelajarinya terlebih Dulu? tak lain ialah kerana melihat akhlak atau perilaku seorang Muslim.

seperti yang direkodkan di sejarah Global bahawa, disebuah sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir , apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya “. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa Boga, dan tanpa berkata sepatah Perkataan pun Rasulullah SAW menyuapkan Boga yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan supaya tak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Seusai kewafatan Rasulullah tak ada lagi orang yang membawakan Boga setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

hingga akhirnya sahabat Abu Bakar r.a menggantikan tugas Rasulullah Itu. Tapi sang pengemis buta itu mangatakan, “siapakah kita?”. Abu Bakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan!, Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tak susah tangan ini memegang dan tak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih Dulu dihaluskannya Boga Itu dengan mulutnya Seusai itu ia berikan di ku dengan mulutnya sendiri “, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tak Bisa menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang di mu, aku Yaitu Disorientasi seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia Yaitu Muhammad Rasulullah SAW. Seusai pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan setelah itu berkata, benarkah demikian ?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tak Sempat memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa Boga setiap pagi, ia begitu mulia. Pengemis Yahudi buta Itu akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Selain itu, Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kita memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, di karenakan mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan” (QS. Al An’am: 108).

Ibnul Qoyyim rahimahullah di I’lamul Muwaaqi’in jelaskan ayat di atas, “Allah melarang kita mencela tuhan-tuhan orang musyrik dengan pencelaan
yang keras atau hingga merendah-rendahkan (dengan cara terang-terangan) kerana hal ini akan membuat mereka akan membalas dengan mencela Allah. Tentu termasuk maslahat besar apabila kita tak mencela tuhan orang kafir supaya tak memberi kesan kepada celaan untuk Allah (sembahan kita). Jadi hal ini Yaitu peringatan tegas supaya tak berbuat seperti itu, supaya tak menimbulkan kesan negatif yang lebih parah. “

Jadi wajib diperhatikan bahawa kemungkaran tidaklah dibalas dengan kemungkaran yang semisal. bila Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dicela, bukan Ambiguitas kita boleh mencela Nabi’ Isa ‘alaihis salam. Kerana mencela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Yaitu suatu kekufuran, demikian pula dengan mencela Nabi’ Isa ‘alaihis salam.

Dari Imam Nawawi yang mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah SAW tak Sempat mencela Boga sekalipun. bila suka, beliau makan dan bila tak suka, Rasulullah SAW tak memakannya. “Hadis riwayat Bukhari-Muslim.
Dari hal kecil ini kita Bisa melihat Estetika seorang Muslim yang dicontohkan Manusia terbaik sepanjang Masa Nabi Muhammad SAW.

sumber ceramahterbaru.net

RENUNGAN Jangankan Berhala Dan Manusia, Boga Pun Kami Dilarang Untuk Mencelanya

Facebook Comments

Leave a Reply