Ratna Sarumpaet Kejar KPK soal Status Ganjar di Kasus e-KTP


Berita Islam 24H – Aktivis Ratna Sarumpaet membawa puluhan warga Jawa Tengah (Jateng) menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (22/6).
Ratna Menyebut kedatangannya ke KPK untuk menanyakan status Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kasus korupsi proyek e-KTP.
“Kedatangan mereka (warga Jateng) kemari sebenarnya hanya ingin meminta kepastian mengenai kedudukan kasusnya Ganjar Pranowo. di karenakan mereka akan berhadapan dengan kotak suara, TPS, di mana ada pak Ganjar,” Perkataan Ratna di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, (22/6).
Ganjar merupakan Disorientasi satu calon gubernur Jateng 2018-2023. Politikus PDIP itu maju bersama Taj Yasin. Pasangan Ganjar-Taj Yasin akan melawan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Pilgub Jateng yang digelar 27 Juni 2018.
Ratna mengklaim kedatangan dirinya bersama warga Jateng untuk menghilangkan keraguan masyarakat yang akan memakai Copyright suaranya di pesta demokrasi lima tahunan Itu. Ia membantah kehadirannya ke KPK membawa kepentingan penantang Ganjar.
Ratna mengklaim dirinya bukanlah anggota tim sukses Sudirman Said-Ida. Ia meminta pihak-pihak yang menuding dirinya Bagaikan tim sukses Sudirman Said-Ida untuk mengecek data di Komisi Pemilihan Generik (KPU) Jateng.
“Saya ini tak tim suksesnya siapa-siapa. Saya datang ke beberapa diskusi di Jateng. Kepedulian Kak Ratna itu ya kepada masyarakat ya,” ujarnya.
Namun, Ratna mengaku tak mendapat jawaban yang pasti dari KPK. di menjalankan pertemuan dengan Biro Interaksi Masyarakat KPK, Ratna Menyebut pegawai Forum antirasuah itu hanya membagikan jawaban yang normatif.
“di karenakan bukan juru bicaranya, hambatannya tetap enggak Bisa membagikan jawaban yang clear di kami. Jadi jawabannya menurut saya normatif,” tuturnya.
Ratna justru menuding KPK mengistimewakan Ganjar di kasus korupsi proyek e-KTP. Ia Menyebut Forum antikorupsi membagikan keleluasaan kepada Ganjar yang tak memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan tengah mempersiapkan diri mengikuti Pilgub Jateng.
Ratna setelah itu membandingkan di Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang dipanggil penyidik KPK di tengah mengikuti kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.
“Yang kami dengar bahwa pak Ganjar dipanggil, namun menawar. Terus saya kan protes juga. Saya bilang, ‘Lho, kok waktu Sandi dipaksa-paksa wajib on time dan menurut? Kenapa ini seperti ada perlakuan istimewa ya?” Perkataan Ratna.
Ganjar merupakan Disorientasi satu mantan anggota DPR yang Sempat diperiksa penyidik KPK di kasus korupsi e-KTP. Ia sudah diperiksa sejak penyidikan mantan pejabat Kementerian di Negeri Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, hingga mantan Ketua DPR Setya Novanto.
Ganjar juga telah beberapa kali bersaksi di persidangan, bagus di perkara dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Narogong, ataupun Setnov. Terakhir, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu pun disebut Setnov menerima uang sebesar US$500 ribu dari proyek e-KTP.
Namun Ganjar telah membantah beberapa kali, bagus di di persidangan ataupun di luar persidangan. Ganjar menegaskan bahwa dirinya tak menerima uang dari proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. [b-islam24h.com / cnn]

Loading...
Advertisement

Ratna Sarumpaet Kejar KPK soal Status Ganjar di Kasus e-KTP

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply