Home Doa Islam Rahasia 7 Orang Yang Doanya Mustajab

Rahasia 7 Orang Yang Doanya Mustajab

27
0

doa mustajab, doa mustajab murah rezeki, doa mustajab saat hujan, doa doa mustajab, doa mustajab pembuka rezeki, doa mustajab di mekah
Rahasia Doa Mustajab
Doa Yaitu senjatanya orang beriman. Doa Yaitu ruhnya ibadah. Doa merupakan Disorientasi satu bukti ketergantungan manusia beriman kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Siapa pun kita, pasti ingin doanya mustajab atau dikabulkan oleh Allah SWT.

Banyak orang yang tak Bisa memanfaatkan kesempatan untuk berdoa. Padahal, boleh Jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya, akan tetapi kesempatan bagus itu banyak disia-siakan. Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan Itu untuk berdoa sebanyak mungkin. Doa itu hendaknya doa bagus memohon sesuatu yang Herbi dengan Global ataupun akhirat. Lalu, apakah kita termasuk orang-orang yang doanya mustajab?


Inilah di antara orang-orang yang doanya mustajab.
[1]. Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat Yang Jauh
Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : ‘Amin’, dan bagimu seperti yang kau doakan”. [Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas jelaskan mengenai keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, bila seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan Itu. Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya di doa Itu, di karenakan disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya. [Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49]

Dari Shafwan bin Abdullah bahwa dia berkata : Saya tiba di negeri Syam lalu saya menemui Abu Darda’ di rumahnya, akan tetapi saya hanya bertemu dengan Ummu Darda’ dan dia berkata: Apakah kita ingin menunaikan haji tahun ini? Saya menjawab : Ya. Dia berkata : Doakanlah kebaikan untuk kami di karenakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tak ada di hadapannya terkabulkan dan disaksikan oleh malaikat yang ditugaskan kepadanya, tatkala dia berdoa untuk saudaranya, maka malaikat yang di tugaskan kepadanya mengucapkan: Amiin da bagimu seperti yang kau doakan”. Shafwan berkata : “Lalu saya keluar Futuristis pasar dan bertemu dengan Abu Darda’, beliau juga mengutarakan seperti itu dan dia meriwayatkannya dari Nabi. [Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Doa bab Fadlud Doa Lil Muslimin fi Dahril Ghaib 8/86-87]

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa bila seorang muslim mendoakan saudaranya kebaikan dari tempat yang jauh dan tanpa diketahui oleh saudara Itu, maka doa Itu akan dikabulkan, sebab doa seperti itu lebih berbobot dan ikhlas di karenakan jauh dari riya dan sum’ah serta berharap imbalan sehingga lebih diterima oleh Allah. [Mir’atul Mafatih 7/349-350]

Catatan.
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa Imam Karmani menukil dari Al-Qafary bahwa ucapan doa seorang : “Ya Allah ampunilah dosa semua kaum muslimin” Yaitu doa terhadap sesuatu yang mustahil sebab pelaku dosa besar mungkin masuk Neraka dan masuk Neraka bertolak belakang dengan permohonan Grasi, Bisa aja pelaku dosa besar di doakan, sebab yang mustahil Yaitu mendoakan pelaku dosa besar yang kekal di Neraka, selagi masih Bisa keluar di karenakan syafaat atau dimaafkan, maka itu termasuk Grasi dengan cara Keseluruh.

Ucapan orang di atas bertentangan dengan doa Nabi Nuh ‘Alaihis Salam di firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang artinya: “Ya Rabb! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin yang masuk ke rumahku dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan”. [Nuh : 28].

Dan juga bertentangan dengan doa Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam di firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin di hari terjadinya hisab”. [Ibrahim : 41]

Serta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diperintahkan seperti itu yang
terdapat di firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Dan mohon lah ampunan untuk dosamu dan untuk (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. [Muhammad : 19]

Yang jelas permohonan dengan lafazh Generik tak mengharuskan permohonan untuk setiap orang dengan cara kolektif. Mungkin yang dimaksud oleh Al-Qafary bahwa mendoakan kaum muslimin dengan cara kolektif dilarang apabila seorang yang berdoa menginginkan Keseluruh tanpa Dispensasi dan bukan pelarangan terhadap syariat doanya. [Fathul Bari 11/202]

[2]. Orang yang Memperbanyak Berdoa di di Lapang Dan Bahagia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang ingin doanya terkabul di di sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa di di lapang”. [Sunan At-Tirmidzi, kitab Da’awaat bab Da’watil Muslim Mustajabah 12/274. Hakim di Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas Yaitu hendaknya seseorang memperbanyak doa di di sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin Yaitu selalu di keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat bagus bila seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang Bala berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; setelah itu apabila Tuhan membagikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang Sempat dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu”. [Az-Zumar : 8].

Dan firman Allah: “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami di keadaan berbaring, duduk atau berdiri, akan tetapi Seusai Kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tak Sempat berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya”. [Yunus : 12. Mir’atul Mafatih 7/360]

Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa di waktu lapang supaya doa kita dikabulkan di di lapang dan sempit.

3]. Doa Orang Yang Teraniaya
Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Takutlah kepada doa orang-orang yang teraniaya, sebab tak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan)”. [Shahih Muslim, kitab Iman 1/37-38]

Loading...

Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:           “Doanya orang yang teraniaya terkabulkan, apabila dia seorang durhaka, maka kedurhakaannya akan kembali kepada diri sendiri”. [Musnad Ahmad 2/367. Dihasankan sanadnya oleh Mundziri di Targhib 3/87 dan Haitsami di Majma’ Zawaid 10/151, dan Imam ‘Ajluni No. 1302]

[4] & [5]. Doa Orang Tua Terhadap Anaknya Dan Doa Seorang Musafir
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan; doa orang yang teraniaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89. Sunan At-Tirmidzi, kitab Al-Bir bab Doaul Walidain 8/98-99. Sunan Ibnu Majah, kitab Doa 2/348 No. 3908. Musnad Ahmad 2/478. Dihasankan Al-Albani di Silsilah Shahihah No. 596]

[6]. Doa Orang Yang Sedang Puasa

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiga doa yang tak ditolak :  doa orang tua terhadap anaknya; doa orang yang sedang berpuasa dan doa seorang musafir”. [Sunan Baihaqi, kitab Shalat Istisqa bab Istihbab Siyam Lil Istisqa’ 3/345. Dishahihkan oelh Al-Albani di Silsilah Shahihah No. 1797].

[7]. Doa Orang di Keadaan Terpaksa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang di kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kita (manusia) Bagaikan khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kita mengingat-Nya”. [An-Naml : 62]

Imam As-Syaukani berkata bahwa ayat diatas jelaskan betapa manusia sangat membutuhkan Allah di segala hal terlebih orang yang di keadaan terpaksa yang tak mempunyai daya dan upaya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan orang terpaksa Yaitu orang-orang yang berdosa dan sebagian yang lain berpendapat bahwa yang dimaksud terpaksa Yaitu orang-orang yang Hayati di kekurangan, kesempitan atau sakit, sehingga wajib mengadu kepada Allah.

Dan huruf lam di kalimat Al-Mudhthar untuk jelaskan jenis bukan istighraq (Keseluruh). Maka boleh Jadi ada sebagian orang yang berdoa di keadaan terpaksa tak dikabulkan dikarenakan adanya penghalang yang menghalangi terkabulnya doa Itu. bila tak ada penghalang, maka Allah telah menjamin bahwa doa orang di keadaan terpaksa pasti dikabulkan. Yang Jadi alasan doa Itu dikabulkan di karenakan kondisi terpaksa Bisa mendorong seseorang untuk ikhlas berdoa dan tak meminta kepada selain-Nya. Allah telah mengabulkan doa orang-orang yang ikhlas berdoa meskipun dari orang kafir, sebagaimana firman Allah: “Sehingga tatkala kita di di bahtera, dan meluncurkan bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang bagus, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata’. (Mereka berkata) : ‘Sesungguhnya bila Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. [Yunus : 22].

Dan Allah berfirman di ayat lain: “Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka hingga ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)”. [Al-Ankabut : 65].

Dari ayat di atas Allah mengabulkan doa mereka, Padahal Allah tahu bahwa mereka pasti akan kembali kepada kesyirikan. [Fathul Qadir 4/146-147]

Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Imam Hafizh Ibnu ‘Asakir mengisahkan seorang yang bernama Abu Bakar Muhammad bin Daud Ad-Dainuri yang terkenal dengan kezuhudannya. Orang Itu berkata: “Saya menyewakan kuda tunggangan dari Damaskus ke negeri Zabidany, di satu saat ada seorang menyewa kuda saya dan meminta untuk melewati jalan yang tak Sempat saya kenal sebelumnya”, Dia berkata : “Ambillah jalan ini di karenakan lebih dekat”. Saya bertanya : “Bolehkah saya memilih jalan ini”, Dia berkata : “Bahkan jalan ini lebih dekat”. Akhirnya kami berdua menempuh jalan itu sehingga kami hingga di suatu tempat yang angker dan jurangnya yang sangat curam yang di dalamnya terdapat banyak mayat. Orang Itu berkata: “Peganglah kepala kudamu, saya akan turun”. Seusai dia turun dan menyingsingkan baju lalu menghunuskan golok bermaksud ingin membunuh saya, lalu saya melarikan diri darinya, akan akan tetapi dia mampu mengejarku. Saya katakan kepadanya: “Ambillah kudaku dan semua yang ada padanya”. Dia berkata: “Kuda itu sudah milikku, akan tetapi aku ingin membunuhmu”. Saya mencoba menasehati supaya dia takut kepada Allah dan siksaan-Nya akan tetapi ternyata dia seorang yang tak mudah menerima nasehat, akhirnya saya menyerahkan diri kepadanya.

Saya berkata kepadanya: “Apakah kita mengizinkan saya untuk shalat?” Dia berkata: “Genjah shalatlah!” Lalu saya beranjak untuk shalat akan akan tetapi badan saya gemetar sehingga saya tak mampu membaca ayat Al-Quran sedikitpun dan hanya berdiri kebingungan. Dia berkata: “Genjah selesaikan shalatmu!”, maka Seusai itu seakan-akan Allah membukakan mulut saya dengan suatu ayat yang berbunyi: “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang di kesulitan apabila ia berdoa kepadanya, dan yang menghilangkan kesusahan”. [An-Naml : 62]

tak terduga muncul dari mulut bukit seorang satria datang ke arah kami dengan menggenggam tombak di tangannya, lalu melempar tombak Itu ke arah orang tadi dan tombak pun mengenai jantungnya lalu seketika itu orang Itu langsung mati terkapar. Seusai itu, maka saya memegang erat-erat satria Itu dan saya bertanya: “Demi Allah siapakah engkau sebenarnya?” Dia mejawab: “Saya Yaitu utusan Dzat Yang Maha Mengabulkan permohonan orang-orang yang di keadaan terpaksa tatkala dia berdoa dan menghilangkan segala malapetaka”. setelah itu saya mengambil kuda dan semua harta lalu pulang di keadaan selamat. [Tafsir Ibnu Katsir 3/370-371]
 

Sumber: buku Jahalatun nas fid du’aa, edisi Indonesia Kesalahan di Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 168-174, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc.

Tags yang terkait dengan doa mustajab: doa mustajab murah rezeki, doa mustajab saat hujan, doa doa mustajab, doa mustajab pembuka rezeki, doa mustajab di mekah, doa mustajab sepanjang hayat, doa mustajab sebelum berbuka puasa, doa mustajab rasulullah.

Rahasia 7 Orang Yang Doanya Mustajab

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here