Home Berita Islam Terbaru QUTAIBAH BIN MUSLIM, SANG PENAKLUK DARATAN CHINA

QUTAIBAH BIN MUSLIM, SANG PENAKLUK DARATAN CHINA

164
0
Qutaibah bin Muslim, Sang Penakluk Daratan Cina

di masa ini, jumlah umat Islam di China menembusi lebih dari 22 juta Heroisme. Meskipun dikekang oleh kerajaan komunis China, ternyata pertumbuhan umat Islam tetap menunjukkan pergerakan progresif di negeri Mao Zedong ini. Namun tahukah kita, siapa yang membawa ajaran Islam ke wilayah ini? Berikut ini kisahnya.

Pembawa ajaran Islam di negeri China Yaitu Qutaibah bin Muslim bin Amr bin Husein bin al-Amir, Abu al-Hafs al-Bahili, seorang panglima besar yang terkenal di sejarah Islam. Ia Yaitu seorang panglima perang yang berjaya menakluk wilayah-wilayah Kesatuan Soviet (sekarang Rusia) hingga hingga di daerah China. Banyak penduduk dari negeri-negeri yang ia taklukkan berbondong-bondong masuk ke di agama Allah ini, mereka merasakan Estetika dan cahaya Islam yang sesuai dengan nilai-nilai Manusia. Qutaibah meninggal Global kerana terbunuh di tahun 96 H, di umur 48 tahun.

Masa Kecil Qutaibah

Ayahnya Yaitu Muslim bin Amr sahabat dari Mush’ab bin Zubair gabenor Iraq dari pihak Abdullah bin Zubair, ayahnya terbunuh bersama-Serupa dengan Mush’ab di peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, tahun 72 H / 692 M. Qutaibah dilahirkan di Iraq di tahun 49 H / 669 M.

Di masa kecilnya, ia Berawal Dari mempelajari ilmu fekah dan Al-Quran, setelah itu ia juga Berguru menunggang kuda dan strategi perang. Ia tumbuh bersama kuda, pedang, dan panah, ia sangat mencintai teknik-teknik menunggang kuda. di masa pertumbuhannya, wilayah-wilayah Iraq tengah digoncang oleh pemberontakan-pemberontakan. Oleh kerana itu, amir-amir di wilayah Itu sibuk mempersiapkan jihad dan mengajak masyarakat untuk menyiapkan tenaga mereka membantu kerajaan demi tetap kokohnya Islam dan tersebarnya dakwah. di masa itulah Qutaibah muda bergabung di jihad di usianya yang sangat belia.

Keberanian dan kemahiran Qutaibah memang memukau banyak orang, hal itu membuatnya dilirik oleh panglima besar, Muhallab bin Abi Shafrah. Muhallab pun menyampaikan kabar mengenai Qutaibah ini kepada Hajjaj bin Yusuf. Seusai itu, Qutaibah makin dikenali di kalangan kerajaan, khalifah Abdul Malik bin Marwan menunjuknya Jadi Amir di Bandar Ray dan Khurasan.

Kaum muslimin Berawal Dari beranjak menakluk wilayah Timur, suatu kawasan yang dihuni oleh dua bangsa yang besar; orang-orang Sasaniah atau Parsi dan orang-orang Turki. Dua kelompok besar ini hanya dipisahkan oleh sungai-sungai aja. Penaklukan Parsi sudah disempurnakan di masa pemerintahan al-khulafa ar-Rasyidun, adapun orang-orang Turki mempunyai wilayah yang lebih luas, tersebar, dan jumlah yang lebih banyak, seperti: orang-orang Turki di wilayah Gaza, al-Qarakhta, Qawqaziyun, Bulgaria , dan Mongol.

Menakluk China

Qutaibah mula memimpin pasukan perang di tahun 86 H / 705 M, di masa itu Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi mengangkatnya Jadi amir Khurasan atas titah khalifah.

Perjalanan menakluk China Yaitu perjalanan yang luar biasa dan memerlukan masa yang panjang dan startegi yang matang. Sebelum tiba di negeri tirai buluh ini, Qutaibah bin Muslim menakluki daerah-daerah strategik yang Mengakses jalannya untuk Futuristis daratan China. bila disusun maka strategi Qutaibah Bisa diklasifikasikan Jadi empat tahap.

Tahap pertama, ia beserta pasukannya Futuristis daerah Thakharistan di tahun 86 H. di masa ini, kawasan Thakharistan Yaitu sebahagian dari wilayah Afghanistan dan Pakistan.

Tahap kedua, antara tahun 87-0 H, ia menguasai wilayah Bukhara dan daerah-daerah sekitarnya di wilayah Uzbekistan. Daerah ini merupakan daerah yang sangat strategik untuk memantapkan dan melindungi daerah-daerah taklukkan lain dari Agresi musuh.

Tahap ketiga, fasa ini berlangsung antara tahun 91-93 H. di masa ini, Qutaibah mengukuhkan kedudukan umat Islam di wilayah Sungai Jihun dengan sibuk berdakwah dan mengajarkan Islam di wilayah Itu. Selain itu, di masa ini juga umat Islam berjaya menguasai Sijistan, Khawarizm, dan Samarkand di tengah-tengah Asia.

Tahapan keempat, tahap keempat ini Yaitu tahap akhir dari perjalanan Qutaibah ke China, berlangsung antara tahun 94-96 H. Pasukan Islam dibawah kepemimpinan Qutaibah berjaya menguasai kawasan Sungai Seihan dan bandar-bandar di sekitarnya. Seusai itu Qutaibah memasuki wilayah China tepatnya di Bandar Kashgar. Orang-orang Kashgar yang sebelumnya memeluk agama Zoroaster dan Budha, akhirnya berbondong-bondong masuk ke di Islam tanpa paksaan sedikit pun.

Ini Yaitu penaklukan terjauh yang dilakukan pasukan Islam sepanjang sejarah. tak ada pimpinan umat Islam yang menjalankan penaklukkan lebih jauh daripada apa yang dilakukan Qutaibah bin Muslim.

Wafatnya Qutaibah

Seusai tiga belas tahun bertualang ke penjuru negeri, akhirnya tibalah akhir hayat Qutaibah bin Muslim. Qutaibah meninggal Global di suatu perselisihan antara umat Islam di tahun 96 H. Ia terbunuh di tangan Waki ​​’bin Hasan at-Tamimi di wilayah Ferghana (suatu daerah di Asia Tengah yang berada di wilayah Uzbekistan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan sekarang). Semoga Allah merahmati Qutaibah bin Muslim.

Pengajaran

Ada suatu pengajaran yang menarik dari kisah penaklukan yang dilakukan Qutaibah bin Muslim. Di tengah buruknya nama Bani Umayyah di kalangan sebahagian umat Islam lantaran sistem monarki yang mereka terapkan, hadir sosok yang gemilang di antara ratusan nama lain dari orang-orang Bani Umayyah yakni Qutaibah bin Muslim.

Ada kumpulan-kumpulan Eksklusif yang menisbatkan diri mereka kepada Islam menuliskan buruknya sejarah perjalanan Bani Umayyah. Seolah-olah perjalanan kerajaan ini Yaitu masa kegelapan yang dialami umat Islam. Beredar dan maraknya tulisan-tulisan Itu akhirnya membentuk opini dan image bahawa Daulah ini sangat jauh sekali dari ajaran Islam.
Orang-orang yang membenci syariat Islam menjadikan catatan senjarah yang penuh manipulasi ini Bagaikan senjata mereka untuk Menyebut, “Bagaimana mungkin syariat Islam Bisa diterapkan di era moden ini, sementara di era yang dekat dengan masa khulafaur rasyidin aja syariat ini tak boleh ditegakkan ?!” Inilah yang mereka inginkan dari pengkaburan sejarah Bani Umayyah. Dan ironisnya, isu picis ini diambil oleh kumpulan-kumpulan Islam yang sangat vokal menyeru kepada penubuhan kekhilafahan Islam.

Penaklukan yang dilakukan Qutaibah menggambarkan betapa besarnya jasa Bani Umayyah. Mereka menakluk wilayah Bukhara sehingga lahirlah seorang laki-laki dari kalangan masyarakat Bukhara yang berkaliber Imam Bukhari. Ditaklukkannya bandar-bandar di sekitar Sungai Jihun termasuk Naisabur, dari sini lahirlah laki-laki yang cemerlang bernama Muslim bin Hajjaj an-Naisaburi atau kita kenal dengan Imam Muslim, penulis Shahih Muslim, dll. Belum lagi penaklukan Andalusia yang melahirkan ulama-ulama dan ilmuan-ilmuan Islam.

Oleh kerana itu, kesalahan-kesalahan yang dilakukan seseorang atau sekumpulan orang jangan hingga membuat kita tak bersikap adil dan melupakan lautan kebaikan yang mereka lakukan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kita Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) kerana Allah, Jadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kita terhadap sesuatu kaum, mendorong kita untuk berlaku tak adil. Berlaku adillah, kerana adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan. “(QS. Al-Maidah: 8)

Sumber: islamstory.com dll
Ditulis oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com

QUTAIBAH BIN MUSLIM, SANG PENAKLUK DARATAN CHINA

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here