Polda Jabar Empati Terbitkan Maklumat Soal Demo 212, Begini Isinya

Polda Jabar Empati Terbitkan Maklumat Soal Demo 212, Begini Isinya
Berita Islam 24H – Tak hanya Polda Metro Jaya yang mengeluarkan maklumat terkait aksi unjuk rasa yang rencananya akan digelar 2 Desember mendatang, Polda Jabar juga mengeluarkam maklumat serupa.
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, ada delapan point yang dikeluarkan Kapolda Jabar Bambang Waskito, guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan rasa aman di masyarakat.
Berikut isi maklumat Kapolda Jabar yang dikeluarkan, Rabu (23/11):
1. di menyampaikan pendapat di muka Generik, mematuhi pembatasan waktu yang telah di tentukan, memenuhi Copyright dan kewajibannya serta mematuhi UU RI nomor 9 tahun 1998 mengenai penyampaian pendapat di muka Generik dan sebelum Aplikasi supaya memberitahukan tiga hari, sebelumnya dengan cara tertulis kepada kepolisian setempat.
2. tak mengirimkan massa di jumlah besar untuk mengikuti aksi unjuk rasa dimaksud, untuk penyelesaian permasalahan hukum berikan kepercayaan kepada Polri dan Pemerintah, yakinlah bahwa Polri dan Pemerintah, Bisa menyelesaikan perkara ini dengan cara profesional, normatif, transparan, dan berkeadilan.
3. tak membawa peralatan yang Bisa berpotensi terjadinya perbuatan pidana, dengan membawa, mempunyai, menyimpan, mengangkut, menguasai senjata api, amunisi, bahan peledak, alat pemukul, Bisa di kenakan sanksi hukuman mati atau hukuman seumur Hayati ata penjara selama-lamanya 10 hingga 20 tahun, sebagaimana dimaksud di pasal 1 ayat(1) dan pasal 2 ayat (1) UU darurat no 21 tahun 1991.
4. tak menghasut atau memprovokasi dengan lisan atau tulisan, supaya menjalankan sesuatu perbuatan uang Bisa di hukum Bisa dikenakan sanksi hukuman penjara selama-lamanya enam tahun atau dendan sebanyak-banyak Rp 4.500 sebagaimana di maksud di pasal 0 KHUPidana.
5. tak menyebarkan atau meneruskan informasi elektronik yang bemuatan penghinaan atau pencemaran nama bagus dan menimbulkan SARA kebencian permusuhan individu, atau kelompok masyarakat Eksklusif berdasarkan SARA dengan elektronik, media elektronik, media sosial, Bisa di kenakan sanksi pidana paling lama enam tahun penjara atau paling banyak denda 1 miliyar rupiah, sebagaimana dimaksud di pasal 27 ayat (3). Dan pasal 26 ayat (2) JO pasal 45 ayat (1) UU nomor 11 tahun 2008 mengenai informasi dan transaksi elektronik.
6. tak melawan perintah, menghalangi-halangi, atau mengagalkan petugas Polri yang sedang menjalankan tugasnya, dan berkerumun, dengan sengaja tak pergi dengan Genjah sesudah di perintahkan tiga kali oleh petugas yang berhak, Bisa di kenakan sanksi hukuman empat bulan dua minggu atau denda Rp 9000 rupiah, sebagaimana di maksud pasal 216 ayat (1) KHUP dan pasal 216 KHUP.
7. Para pihak yang mendukung dan membagikan fasilitas, sarana prasarana kepada pengunjuk rasa yang menjalankan perbuatan pidana Bisa di kenakan sanksi, Bagaikan turut serta atau intelectual dader sebagaimana di maksud di pasal 55 atau pasal 56 KHUP.
8. di di melaksanakan unjuk rasa, dilarang menjalankan kegiatan yang Bisa mengganggu jalan (Tol, alteri dan Eksklusif) sebagaimana dimaksud di UU nomor 38 tahun 2004 pasal 12 ayat (1) di pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak, 1, 5 Miliyar Rupiah.
Di keluarkan di Bandung, di tanggal 23 November 2016, atas nama dan di tandatangani Kapolda Jabar. [ceramahterbaru.net / jpc]

Loading...
loading…

Polda Jabar Empati Terbitkan Maklumat Soal Demo 212, Begini Isinya

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply