Home Berita Islam Terbaru Pesan Moral yang Sangat Mencengangkan untuk Umat Islam Pendukung Ahok: "Aku Bukan...

Pesan Moral yang Sangat Mencengangkan untuk Umat Islam Pendukung Ahok: "Aku Bukan Muslim Cicak"

24
0
Pesan Moral yang Sangat Mencengangkan untuk Umat Islam Pendukung Ahok: “Aku Bukan Muslim Cicak”
Berita Islam 24H – Tulisan ini sangat bagus, tak diketahui siapa penulisnya. Bahasanya meruntuhkan stigmatisasi teologis yang keras. Pesan moral di akhir tulisan  sangat mencengangkan untuk umat Islam pendukung Ahok. Berikut kisah selengkapnya:
Sewaktu ditanya perihal video viral di medsos soal Pendeta Timotius Arifin Tedjasukmana (dengan kesaksian Ibu Yully) yang mengarahkan jemaatnya kaum kristiani untuk memilih Ahok Bagaikan Gubernur DKI di Pilkada 2017 nanti (bahkan terus berlanjut hingga ke kursi RI 1 di tahun 2019), saya bilang itu hal yang lumrah dan alami dan itu bukanlah masalah SARA. Itu artinya Pdt. Timotius dan Jemaatnya yang memilih Ahok di di Pilkada nanti Yaitu Pemeluk Kristiani yang taat dan bagus.
di karenakan memilih Ahok yang seiman dengan mereka Yaitu hal yang Bisa difahami bagus dengan cara psikologis apalagi dengan cara agamis.
Seandainya Made, Wayan, atau Nyoman memilih I Made Mangku Pastika Bagaikan Gubernur mereka itu menandakan bahwa mereka Yaitu pemeluk agama Hindu yang bagus. Itu Insting alamiah dan bukan SARA .
untuk Warga Indonesia yang tinggal di Inggris , pasti akan tetap menjagokan kesebelasan PSSI yang bertanding di Inggris melawan kesebelasan Nasional Inggris, meskipun sadar kemampuan kesebelasan Nasional kita jauh dibawah kemampuan kesebelasan Nasional Inggris. Itu di karenakan sentimen kebangsaan. Meskipun PSSI kalah, mereka tetap dihormati. Itulah kekuatan fanatisme yg berlatar belakang di rasa kebangsaan. Apalagi Seandainya sudah menyangkut masalah sepersaudaraan atau sekeyakinan, ikatan fanatisme itu pasti akan jauh lebih kuat lagi.
di karenakan itu tak mengherankan bahwa survey menyebutkan tak ada kaum kristiani atau Yahudi yang memilih pemimpin di luar agama yang mereka anut (saat ada calon pemimpin Kristen yg Empati pemilihan). Memilih pemimpin yang seiman dengan mereka bukan hanya menyangkut masalah Insting dasar kejiwaan aja akan tetapi juga merupakan implementasi dari ajaran kristinani yang ganjarannya Yaitu pahala dari Tuhan. di karenakan dengan memilih pemimpin yang seiman, itu artinya Empati andil di menyalakan sinar Terang Tuhan Yesus di Bumi Nusantara ini. di karenakan itu Pdt Timotius Arifin dan Jemaatnya Yaitu Penganut Kristiani yang bagus dan pintar.
Sekarang bagaimana dengan sikap Umat Islam di di memilih pemimpin ?.
Apakah kita ini pemeluk agama Islam yang bagus ?
Apakah kita ini Yaitu umat yang pandai dan cerdas di merealisasikan ajaran agama kita ?.
Saya tak ingin memakai referensi Surat Al Maidah ayat 51 di di menentukan pilihan pemimpin, di karenakan ayat Itu ternyata tiba-2 aja sudah masuk ke ranah khilafiyah. Saya lebih suka mengutip Surat Al Hujuroot 49 ayat 10 dan Hadits Rosulullãh SAW di panduan memilih pemimpin.
1. Allãh SWT berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ❤
“Sesungguhnya orang-2 mukmin itu bersaudara*, di karenakan itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan ber-taqwa-lah kepada Allãh supaya kita mendapat rahmat.” (QS. 49 : 10)
2. di permisalan yang indah, Rosulullãh SAW menggambarkan ikatan persaudaraan itu Bagaikan suatu bangunan yang kokoh seperti sabda beliau “Permisalan kaum mukminin di sikap saling mencintai, dan saling Afeksi sayang mereka sebagaimana satu badan. Apabila satu anggota badan sakit, seluruh anggota badan Empati merasakan, dengan tak Bisa tidur dan demam” (HR Muslim dari sahabat Nu’man bin Basyir).
Nampak dengan jelas bahwa sesungguhnya Allãh SWT telah mempersatukan kita di satu ikatan yang berlandaskan atas keimanan dan persaudaraan. 
3. Telah memberitakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah memberitakan kepada kami Yunus bin Muhammad dari Jarir bin Hazim dari Nafi’ dari Sa`ibah bekas budak Al Faqih bin Al Mughiroh, bahwa dia menemui ‘Aisyah r.ha dan melihat di di rumahnya ada panah yang tergantung, maka ia pun bertanya,
“Wahai Ummul Mukminin, apa yang kita perbuat dengan benda ini ?”
‘Aisyah r.ha. menjawab,
“Untuk membunuh cicak, sebab Nabi SAW telah mengabarkan kepada kami bahwa saat Ibrohim di lemparkan ke di kobaran api, tak ada satupun dari bintang melata yang tak berusaha Menghentikan api, kecuali cicak. Bahkan ia berusaha menghembuskan supaya api itu tetap menyala, maka itu Rosulullah SAW memerintahkan kami untuk membunuhnya.” (Sunan Ibnu Majah 3222)
PESAN MORAL :
saat Nabi Ibrahim a.s. dibakar di lautan api yang sangat besar atas perintah Raja Namrudz, dengan cara Impulsif banyak binatang yang mencoba memadamkan api dengan air semampu yang mereka Bisa. Disorientasi satunya Yaitu burung pipit yang tanpa Frustasi asa bolak-balik membawa air diparuhnya yang kecil. saat teman-temannya bertanya apa mungkin dia mampu memadamkan kobaran lautan api yang sangat besar hanya dengan beberapa tetes air dari paruhnya, maka burung pipit jelaskan bahwa apa yang dilakukannya itu setidak-tidaknya jelaskan di fihak siapakah sesungguhnya dia berada.
Cicak jelas berkiblat kepada kekuasaan yang dimiliki oleh Raja Namrudz, Padahal burung pipit, semut dan binatang melata lainnya berkeyakinan di kekuasaan Allãh. Meskipun nampaknya usaha mereka seperti sia-sia, akan tetapi akhirnya dengan nashrum_minallãh (pertolongan Allãh) maka padamlah api tadi dan Nabi Ibrahim a.s. memperoleh kejayaan dan kemuliaan.
Bagaimana nasib Raja Namrudz ?
Mati dengan tutorial mengenaskan.
Sementara nasib cicak si pembela kekuasaan Raja Namrudz ?
Jadi binatang terkutuk seumur hidupnya.
Seperti halnya burung pipit, seperti juga semut, saya sesungguhnya bukan siapa-siapa bahkan bukan pula warga DKI dan tak akan Empati terseret di hiruk pikuk Pilkada DKI nanti. akan tetapi melalui tulisan ini, tolong saksikan di Padang Masyhar nanti, bahwa “saya bukanlah muslim cicak:.
Telah aku sampaikan Yaa Allah!
Pondok Gede,
12 Muharrom 1438 H
UAR
Loading...

Pesan Moral yang Sangat Mencengangkan untuk Umat Islam Pendukung Ahok: "Aku Bukan Muslim Cicak"

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here