Home Fiqih Islam Perkataan Perkataan Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

Perkataan Perkataan Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

178
0

Perkataan Perkataan Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad – Beliau yang juga dikenal dengan nama Imam Haddad, Yaitu seorang ulama besar dan alim yang mempunyai keluasan ilmu mendalam di segala halnya. Jutaan umat islam memperoleh manfaat darinya bahkan hingga di Masa sekarang ini. Untuk profil dan biografi lengkap mengenai Al Habib Abdullah bin Alwy Al Haddad. Silakan klik link dibawah ini.

Baca : Profil Biografi Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad Lengkap

Dari keluasan ilmunya muncul banyak sekali kitab kitab yang penuh dengan samudra ilmu didalamnya. Wasiat dan nasehatnya yang penuh hikmah Bisa kita temui di kitab karangannya. Kalam dan Perkataan katanya sangat bijak, mencerahkan dan membimbing Futuristis ridho ilahi. Seolah meluruskan jalan kita Futuristis kebaikan.

Maka dari itu kami kumpulkan mutiara kalam Habib Abdullah Al-Haddad yang penuh hikmah dari berbagai sumber dan referensi. So, langsung aja ini dia kumpulan wasiat, nasehat dan Perkataan Perkataan mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad.

habib abdullah al haddad

Perkataan Perkataan Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

“Sesungguhnya aku tak ingin bercakap-cakap dengan masyarakat, aku juga tak menyukai pembicaraan mereka, dan tak peduli kepada siapapun dari mereka. Sudah Jadi tabiat dan watakku bahwa aku tak menyukai kemegahan dan kemasyhuran. Aku lebih suka berkelana di gurun sahara. Itulah keinginanku; itulah yang kudambakan. Namun, aku menahan diri tak melaksanakan keinginanku supaya masyarakat Bisa mengambil manfaat dariku.”

“Kebanyakan orang, bila tertimpa musibah penyakit atau lainnya, mereka tabah dan sabar; mereka sadar bahwa itu Yaitu qodho dan qodar Allah SWT. akan tetapi bila diganggu orang, mereka sangat marah. Mereka lupa bahwa masalah-masalah itu sebenarnya juga qodho dan qodar Allah SWT, mereka lupa bahwa sesungguhnya Allah SWT hendak menguji dan menyucikan Heroisme mereka.
Rasulullah bersabda :

“Besarnya pahala tergantung di beratnya ujian. bila Allah SWT mencintai suatu kaum, ia akan menguji mereka. Barang siapa ridho, ia akan memperoleh keridhoannya; barang siapa tak ridho, Allah SWT akan murka kepadanya.”
( HR Thabrani dan Ibnu Majah )

“Ajaklah orang awam kepada syariat dengan bahasa syariat; ajaklah ahli syariat kepada tarekat ( thariqah ) dengan bahasa tarekat; ajaklah ahli tarekat kepada hakikat ( haqiqah ) dengan bahasa hakikat, ajaklah ahli hakikat kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq, dan ajaklah ahlul Haq kepada Al-Haq dengan bahasa Al-Haq.”

Berusahalah mencegah keterlibatan setiap anggota tubuhmu di kegiatan bermaksiat atau berdosa. Lebih-lebih lagi di hal menjaga dan memelihara lidah dari pembicaraan-pembicaraan yang terlarang atau sia-sia, terutama yang bersifat umpatan atau gunjingan terhadap sesama muslim. Begitu besar dosa ghibah (pergunjingan) sehingga dinyatakan bahawa dosanya lebih besar daripada dosa perzinaan.

“Beramallah sebanyak mungkin dan pilihlah amal yang Bisa kita kerjakan dengan cara berkesinambungan ( mudawamah ). Jangan remehkan satu amal pun yang Sempat kau kerjakan. Sebab Seusai Imam Ghazali wafat, seseorang bermimpi bertemu dengannya dan bertanya, “Bagaimana Allah swt memperlakukanmu?”
“Dia mengampuniku” jawab Imam Ghazali.
“Amal apa yang menyebabkan Allah swt mengampunimu?”
“Suatu hari, saat aku sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat hinggap di penaku. Kubiarkan ia minum tinta itu hingga puas.”
Ketahuilah! Amal yang bernilai tinggi Yaitu amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya Bisa sirna, bagus di karenakan pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun di karenakan orang lain yang berada sekitarnya.”

“di Masa ini kita wajib berhati-hati, sebab Masa ini Yaitu Masa syubhat. Para Ulama menyatakan, tak sepatutnya seorang yang berilmu bingung membedakan yang bagus dan buruk. Sebab, kebaikan dan keburukan Yaitu dua hal yang sangat jelas, setiap orang Bisa membedakannya.

tak sepatutnya ia menuduh siapa pun dengan keburukan yang belum tentu ada padanya. Sebab dari apa yang kita ketahui dari saudara-saudaramu Yaitu berdasarkan Berpretensi dan dugaan semata-mata. Padahal Berpretensi Yaitu ucapan-ucapan yang paling banyak mengandung kebohongan. Disamping itu mungkin aja terdapat alasan-alasan pemaafan berkaitan dengan sebahagian keburukan yang diperkirakan seperti itu. Walaupun demikian tak sepatutnya seseorang Mengakses pintu pemaafan untuk dirinya sendiri, mengingat hal itu akan membuat hati lebih cenderung kepada mensia-siakan waktu dan terjerumus lebih di lagi di lembah-lembah syahwat hawa nafsu.

Seorang berilmu saat wajib memilih satu diantara dua kebaikan atau dua keburukan, maka dia akan memilih kebaikan yang terbaik dan meninggalkan keburukan yang terburuk. Bagaikan contoh, bila ada seseorang ingin melukaimu dengan tongkat atau pisau, dank au tak Bisa menghindarinya, maka terluka oleh tongkat lebih ringan. Atau ada seseorang tak mampu berjalan, Padahal kau mampu. bila kau turun dari Fauna tungganganmu dan menyuruhnya naik, maka itu lebih bagus daripada engkau boncengkan dia, meskipun kedua-duanya bagus.

Berdialoglah dengan mereka dengan ucapan-ucapan yang bagus yang tak mengandung pelanggaran (atas Copyright mereka).
 
Ucapkan salam kepada mereka di apabila-apabila masa aja kita bertemu mereka. Bersikaplah selalu rendah hati, lemah lembut dan penuh Afeksi sayang terhadap mereka.

“di segala hal aku selalu mencukupkan diri dengan kemurahan dan karunia Allah SWT. Aku selalu menerima nafkah dari khazanah kedermawanannya.”

“Aku tak Sempat melihat ada yang benar-benar memberi, selain Allah SWT. bila ada seseorang memberiku sesuatu, kebaikannya itu tak meninggikan kedudukannya di sisiku, di karenakan aku mrnganggap orang itu hanyalah perantara aja,”

“Andaikan aku kuasa dan mampu, tentu akan kupenuhi kebutuhan semua kaum faqir miskin. Sebab di awalnya, agama ini ditegakkan oleh kaum Mukminin yang lemah.” “Dengan sesuap Boga tertolaklah Bala.”

Berdoalah untuk mereka yang berbuat dosa supaya Allah SWT membagikan kemudahan kepada meraka untuk Genjah bertaubat. Dan berdoalah untuk mereka yang telah berbuat kebaikan supaya Allah SWT menganugerahkan sifat istiqomah atau konsisten di menjalankan kebaikan-kebaikan hingga akhir hayat.

Begitulah keadaan kami di Masa ini. Memilih yang terbaik dari dua kebaikan dan meninggalkan yang terburuk dari dua keburukan merupakan Disorientasi satu kaidah agama yang disampaikan oleh para salaf seperti Imam Malik bin Anas dan Ulama lainnya. Semoga Allah swt meridhai mereka semua.
Barangsiapa tak mengetahui akidah ini, maka dia Yaitu seorang yang bodoh. bila dia tak mengetahui kaidah ini dan memandang dirinya Bagaikan seorang yang berilmu, maka dia Yaitu seorang yang teramat bodoh. Dia seperti seorang kikir yang merasa dirinya Bagaikan seorang dermawan. Orang seperti ini Yaitu orang teramat kikir.”

“Persahabatan, pertemanan dan pergaulan mempunyai pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang Jadi bagus ataupun buruk. Persahabatan dan pergaulan dengan orang-orang shaleh dan berbudi membawa manfaat, Padahal persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang fasik dan durhaka membawa bahaya. Hanya aja manfaat persahabatab dengan orang shaleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka Itu terkadang tak tampak dengan cara langsung, akan akan tetapi dengan cara bertahap dan Seusai berlangsung lama.

Rasulullah saw bersabda :

المرء مع جليسه

Seseorang akan bersama teman duduknya.

المرء على دين خليله, فلينظر أحدكم من يخالل

Seseorang itu akan mengikuti agama sahabatnya, oleh di karenakan itu setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan teman. ( HR. Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad )

الجليس الصّالح خير من الوحدة والوحدة خير من جليس السّوء

Teman duduk yang bagus lebih utama daripada menyendiri; danmenyendiri lebih bagus daripada bergaul dengan teman yang buruk.

“bila engkau ingin mengetahui ilmu dan amal yang bermanfaat dan penting atau yang paling bermanfaat dan paling penting bagimu, maka bayangkanlah bahwa besok engkau akan mati, kembali kepada Allah swt dan berdiri dihadapan-Nya. Allah swt setelah itu menanyakan semua ilmu, amal dan keadaanmu. Seusai itu engkau akan dimasukkan ke Surga atau Neraka. Ilmu dam amal yang engkau anggap lebih utama di di membayangkan kematian Itu Yaitu ilmu dan amal yang penting dan bermanfaat engkau miliki. Itulah yang seharusnya engkau tekuni dan cari. Padahal semua yang engkau anggap tak bermanfaat dan penting saat engkau membayangkan kematian Itu, maka tinggalkanlah. Jangan sibukkan dirimu untuk Menelusuri dan mempelajarinya. Begitu pula dengan semua kegiatan Hayati, apa yang engkau anggap penting dan memang wajib kau penuhi saat membayangkan kematian itu, maka jangan kau tinggalkan. Dan apa yang tak kau butuhkan di di itu, maka tinggalkan dan jangan kau kerjakan.

Syaikh yang kamil (sempurna) ialah seorang syaikh yang selalu memberi faedah di muridnya, dengan kesungguhan di perbuatan dan perkataanya, dia memelihara muridnya sewaktu di hadapannya ataupun saat berada jauh daripadanya. Sang Syaikh memelihara muridnya dengan getaran-getaran kalbunya di segala hal yang dikerjakan oleh muridnya. Maka paling sangat berbahaya bila Syaikhnya sudah berpaling dari si murid. di hal ini bila seluruh syaikh dan wali-NYA yang lain dari timur hingga ke barat dikumpulkan seluruhnya, untuk mengubah hati syaikhnya, niscaya sia-sia dan tak akan sukses, kecuali sang murid sendiri wajib berusaha untuk mengubah hati syaikhnya dan minta maaf serta mendapat keridhoannya.

Tunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada siapa-siapa yang berperilaku bagus, dan upayakanlah supaya memaafkan siapa-siapa yang berperilaku buruk.

Loading...

bila kita menyimpan penuh ta’zhim (kepatuhan) dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap syaikhmu, senantiasa menghargainya, percaya lahir dan batin bersedia mematuhi segala perintahnya, mencontoh akhlaknya, maka itulah tandanya kita sedang mewarisi rahasia-rahasia dari syaikhmu dari syaikhnya dari syaikhnya terus bersambung hingga dari Baginda Nabi Rosulullah SAW, atau sebagian dari rahasia-rahasia Itu, dan ia terus akan Hayati di sisimu sesudah wafatnya syaikhmu, inilah anugrah yang Paling Besar dari Allah SWT yang Bisa menghantarkan kita selamat & bahagia di di agama, Global dan akhirat kelak.

Para orang sholeh itu Seusai wafat hanya hilang jasadnya aja, di hakikatnya masih Hayati seperti sedia kala malah tambah tajam Etos bashirohnya dan makin kuat tawajuhnya (menghadap) kepada Allah.

Cintailah mereka apa yang kita cintai untuk dirimu sendiri, di urusan duniawi mahupun ukhrawi, dan tak menyukai sesuatu yang menimpa mereka sebagaimana kita tak menyukai hal itu menimpa dirimu sendiri.

Dan bila hingga ke pendengaranmu mengenai suatu perbuatan buruk dari seseorang di antara mereka (kaum muslimin), Padahal kita mampu untuk menasihatinya, maka lakukanlah. Atau bila tak, jangan sekali-kali menyebutkan mengenai keburukannya itu di hadapan orang lain, sehingga dengan demikian kita telah menjalankan dua keburukan sekaligus, Yaitu pertama dengan tak memberikannya nasihat, dan kedua mengucapkan sesuatu yang buruk berkenaan dengan pribadi seorang muslim.

“dengan cara Generik, di awalnya kebaikan itu berat untuk dilakukan, akan tetapi akhirnya penuh dengan kenikmatan. Orang yang berbuat bagus ibarat seorang pendaki gunung terjal. Ia tak akan merasa tenang sebelum hingga ke puncaknya.Padahal, keburukan awalnya manis dan akhirnya kelak berat. Orang yang menjalankan perbuatan buruk Yaitu ibarat seorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap suatu rumah. Ia baru merasa akan merasa kesakitan Seusai mendarat di tanah.”

Tuntutlah ilmu dari orang-orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari Rosulullah SAW, yang sanad isnadnya (silsilah ilmunya hingga Rosulullah) terpercaya di karenakan menuntut ilmu agama itu wajib untuk setiap orang Islam bagus laki-laki ataupun perempuan. Barang siapa meninggalkannya ia akan berdosa. di karenakan tanpa ilmu agama, amal ibadah akan tertolak, tak diterima oleh Allah SWT.

“Setiap orang yang beramal tanpa dibarengi dengan ilmu pengetahuan (mengenai amalnya itu) maka amalan-amalannya tertolak dan tak diterima.”

tak ada di Masa ini (abad 12 H) yang lebih mudah dan bagus daripada Thoriqoh Ba’Alawy yang telah diakui oleh ulama Yaman dan disepakati oleh ulama Haromain (dua Tanah Harom – Mekkah Madinah). Thoriqoh Ba’Alawy (Alawiyah) Yaitu Thoriqoh Nabawiyah.

Thoriqoh Kepemimpinan Yaitu thoriqoh kami Ba’Alawy, dan ini thoriqoh spesial, dan yang dimaksud thoriqoh kepemimpinan Yaitu Empati dan tunduk serta pasrahnya seorang murid terhadap jejak langkah guru yang membimbing dan menuntunnya ke jalan Allah, dengan menanggalkan sementara peran akal (rasio). Sesungguhnya akal tak berperan di dalamnya, sebab segala hal disini berdasarkan kasyf (penglihatan mata hati).

Empati langkah-langkah ulama salaf (ulama terdahulu) akan membuahkan kebaikan yang amat besar, walaupun si pengikut bukan tergolong ahlil bathin. akan tetapi bila ia serasikan langkahnya dengan ulama salaf, maka ia akan mendapatkan seperti apa yang di Bisa oleh mereka para salaf sholihin.

Segala permasalahan yang ada itu berlandaskan kejujuran, ada pun orang yang biasa berbohong bila diibaratkan bangunan tidaklah jauh berbeda dengan bangunan di atas air (lemah dan mudah runtuh).

bila satu Masa itu rusak, maka wajiblah untuk mereka yang Hayati di Masa itu, untuk mengikuti jejak langkah ulama salaf sholihin. bila tak mampu menyamakan diri dengan mereka di setiap langkah, paling tak hampir menyamai mereka, sebab setiap orang di kehidupan itu wajib mempunyai panutan (imam), sedang orang yang tak mempunyai panutan (Imam) maka panutannya Yaitu setan.

Telah sesat sekelompok orang sebab buku yang dibacanya, seseorang tak akan Jadi alim besar kecuali dengan guru yang membimbing dan menuntunnya, bukan dengan buku yang dibacanya.

Penghuni kubur dari para Wali Allah berada di Hepotenusa Allah. Barang siapa tawajuh kepada mereka, maka mereka Impulsif datang membantunya.

bila kita melihat seorang dari Ba’Alawy berjalan di luar Thoriqoh Ba’Alawy maka sesungguhnya maka tiada yang menghalangi dirinya selain kelemahannya sendiri, dan kelemahan itu adakalanya di kondisi ekonomi atau hati.

Thoriqoh Alawiyyah berdiri atas dasar kemuliaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Barangsiapa yang menjalin Interaksi (kontak batin) dengan kami, maka kami berikan kepadanya segala perhatian kami, kami tak Sempat melepas dan meninggalkannya walaupun dia tinggal jauh dari tempat kami.

tak ada Copyright yang lebih besar kecuali haknya seorang guru. Ini wajib di pelihara oleh setiap orang Islam yang ingin selamat Global akhirat. Sungguh pantas apabila seorang guru yang mengajar, walau hanya satu huruf, diberi hadiah seribu dirham Bagaikan Asterik hormat padanya. Sebab guru yang mengajarmu satu huruf yang kita butuhkan di agama, dia ibarat bapakmu di agama.

Barang siapa ingin anaknya Jadi orang alim, maka dia wajib menghormati para ahli fiqih. Dan memberi sedekah di mereka. bila ternyata anaknya tak Jadi alim, maka pasti diantara cucu keturunannya yang akan Jadi orang alim.

Seorang murid (Telusur jalan Futuristis Allah) tak boleh menyakiti hati gurunya di karenakan Berguru dan ilmunya tak akan diberi berkah.

Adakalanya seseorang murid (Telusur jalan Futuristis Allah) diuji dengan kemiskinan, kepapaan dan kesempitan di kehidupan. Maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah SWT, dikarenakan dengan hal Itu di atas dan wajib beranggapan berprasangka bahwa takdir / kehendak Allah menjadikan kita miskin, papa dan susah serta sempit Bagaikan sebesar-besarnya kenikmatan di karenakan Global Yaitu musuh Allah. kita wajib bersyukur, maka Allah akan mengangkat derajatnya Serupa dengan para nabi-Nya, para Auliya-Nya dan hamba-hamba yang sholeh.

Ketahuilah bahwa rizki itu telah ditentukan dan telah dibagikan oleh Allah SWT. Diantara hamba-hamba-Nya ada yang diluaskan rezekinya dan dilapangkan kehidupannya, dan dikurangkankan rizkinya menurut kebijaksanaan-Nya. Bersifatlah qona’ah (cukup) atas apa yang ditentukan Allah bagimu.

Awas dan waspadalah dengan panjang angan-angan dan Asa mengenai kehidupan di Global, di karenakan Global akan menariknya untuk mencintai Global, dan kita akan terikat dengannya sehingga sukar untuk beribadat dan mengasingkan diri untuk Futuristis jalan akhirat.

Peliharalah hatimu masing-masing dari niatan atau Intuisi-Intuisi hati yang tercela, dan bersihkanlah dari noda-noda akhlak yang buruk.

Ada setengah manusia yang tabiatnya suka menganiaya orang, memandang rendah terhadapnya, atau suka mencela dan sebagainya. bila kita tergolong orang terkena penganiayaan orang maka hendaklah kita bersabar jangan sekali-kali kita membalasnya. Disamping itu, hati kita wajib benar-benar Higienis dari dengki dan dendam terhadapnya, dan lebih utama lagi bila kita memaafkan orang yang menganiayamu, dan kita doakan supaya Allah memberi petunjuk kepadanya, dan itulah Asterik-Asterik akhlak serta tingkah laku para Shiddiqin (Orang yang Benar).

Berusahalah sekuat kemampuanmu di menghindari diri dari rasa takut dan butuh serta berharap Copyright terhadap manusia, di karenakan hal Itu kita akan dipandang oleh manusia akan tetapi dipandang hina di Etos Allah SWT, di karenakan orang mukmin itu mulia di Hepotenusa Allah SWT, tiada takut di siapapun selain Allah dan apa yang dicintai-Nya, dan tak Sempat mengharapkan sesuatu selain Allah.

Saya berpesan hendaknya kita tak merasa dirimu lebih bagus dari orang lain. Apabila perasaan seperti itu terlintas di hatimu, sadarilah Genjah betapa kita sudah sangat sering menjalankan kesalahan-kesalahan di masa lalu. Bagaimanapun juga seorang yang berakal sehat pasti mengetahui bahawa dirinya sendiri penuh dengan berbagai aib dan kesalahan. Maka hendaknya ia menyakini hal itu dan tak meragukannya sedikitpun.

Awas! Jangan sekali-kali kita mentaati syaikh (guru) itu hanya lahiriah semata, di karenakan ketahuilah bahwa syaikh itu Bisa melihat ketaatanmu padanya, di belakangnya kita membantah dan mendurhakai kerena sangkaanmu, kita sangka Allah tak tahu kelakuanmu, Padahal syaikhmu itu dekat dengan-Nya. Seandainya kita begitu akan mendapatkan kecelakaan, kesempitan dan kebinasaan. Bukankah Allah berjanji kepada barang siapa Aku cintai maka penglihatannya Yaitu penglihatan-KU, pendengarannya Yaitu pendengaran-KU, mulutnya Yaitu mulut-KU, tangannya Yaitu tangan-KU dan kakinya Yaitu kaki-KU, barangsiapa memusuhinya atau menyakitinya, maka AKU dan para malaikatKU mengumandangkan perang terhadap dirinya. Jangan sekali-kali datang di syaikh yang lain melainkan dengan izin syaikhmu.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya syaikhmu sangat berat hati mengenai apa-apa yang bagus untukmu, dengan itu janganlah engkau menuduh dan menyangka bahwa dia menyimpan perasaan dengki dan cemburu terhadap dirimu, dan semoga dijauhkan oleh Allah. di karenakan kita hanya memandang sesuatu hal dengan Etos lahiriah belaka bukan Etos bashiroh (mata hati dengan Allah). Awas ! Jangan coba-coba menuntut supaya syaikhmu mengeluarkan kelebihannya. di karenakan bila syaikhmu seorang Ahlillaah (orang yang meyakinkan dirinya untuk mengabdi kepada Allah) kekasih Allah, maka ia Yaitu orang-orang yang teramat merahasiakan kebaikannya, menutupi rahasia-rahasia mengenai dirinya, dan sangat jauh untuk menonjolkan dirinya dengan karomah-karomah atau perkara-perkara luar biasa kepada orang banyak meskipun ia amat kuasa dan mampu untuk melakukannya serta diizinkan oleh Allah untuk melahirkannya (memperlihatkan karomahnya).

Itulah Perkataan Perkataan Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Semua nasehat dan wasiat diatas hanyalah secuil atau kutipan aja dari begitu luasnya ilmu beliau seperti yang tercantum di kitab kitabnya. Akhir Perkataan semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih bagus lagi. Wallahu a’lam.

Perkataan Perkataan Mutiara Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here