Home Kisah Islami Perjalanan Kita DiMahsyar Nanti & Syafaat Nabi untuk Ummatnya

Perjalanan Kita DiMahsyar Nanti & Syafaat Nabi untuk Ummatnya

25
0
Seusai kita Hayati dialam Global yang di ini, ternyata masih sangat jauh perjalanan yang akan kita lalui Seusai kematian. Untuk itu saya sengaja menyajikan tulisan ini supaya kita kiranya, Bisa merenung dan memikirkan bagaimana keadaan kita nantinya disana kelak. Seraya mempersiapkan bekal untuk menjalani kehidupan yang akan datang. Mungkin kita Serupa sekali tak terfikir oleh itu, apalagi kita disibukkan dengan hoby dan kesenangan yang kita lakukan. Sehingga kita lupa akan kewajiban kita Bagaikan hamba, dan suatu di kita akan menjalani kehidupan yang begitu dahsyatnya dialam Mahsyar Nanti. Berikut kisah Perjalanan Kita di Mahsyar Nanti dan Syafaat Nabi untuk Ummatnya. Yang diambil dari cerita dan sabda baginda Nabi Muhammad SAW. Yang Semoga keyakinan dan Amal kita bertambah Seusai membacanya.
Seusai Hari Kiamat Usai, Maka Semua manusia, sejak Nabi Adam AS hingga yang terakhir mati di hari kiamat, dibangkitkan kembali dari kematiannya dengan tiupan sangkakala Malaikat Israfil, yang Seusai itu kita tak akan merasakan kematian lagi. Seusai itu kita semua digiring Futuristis padang Makhsyar. dengan cara Generik, manusia terbagi di tiga kelompok, yakni yang berkendaraan, yang berjalan kaki, dan yang berjalan dengan wajahnya.
Umat Nabi SAW sendiri terbagi di dua belas kelompok saat dibangkitkan, satu kelompok yang dibangkitkan dengan wajah bersinar seperti bulan pertama, dan sebelas kelompok lainnya dibangkitkan sesuai dengan kadar dosanya masing-masing. Ada yang dibangkitkan tanpa tangan dan kaki Padahal di Hayati di Global lengkap semua, ada yang wajahnya seperti babi, ada yang seperti keledai dengan perut besar yang dipenuhi ular dan kalajengking, ada yang ususnya terburai dengan mulut mengeluarkan darah dan api, ada yang baunya seperti bangkai dan ada juga yang keadaannya sangat mengerikan.
saat tiba di padang Makhsyar, kita akan berdiri menunggu keputusan Allah, apakah akan ke surga atau ke neraka? di itu matahari didekatkan sehingga keadaannya sangat Geothermal, dan hampir semua manusia di keadaan berkeringat, kecuali yang berada di di lindungan Allah. Keringat itu ada yang menggenangi hingga tumit, hingga betis, hingga lutut, hingga paha, hingga tulang rusuk, hingga mulut, bahkan ada yang menenggelamkan tubuh, sesuai dengan amalan masing-masing saat di Global. Dan keringat itu seolah-olah mencambuki tubuh yang mengeluarkannya. Beberapa orang ahli maksiat lainnya juga menemui siksaan sesuai dengan dosanya.
Didalam hadist Nabi dikatakan. Kita akan berada dipadang Mahsyar selama 50.000 tahun lamanya. Masya Allah..!! Sungguh sangat lama. 1 hari aja di akhirat Serupa dengan 1000 tahun didunia. Berarti kita tinggal di Mahsyar selama 50 Juta tahun ukuran didunia. Ya Robbi !! betapa tersiksanya didalam keadaan Itu. Banyak yang meminta supaya keadaan itu Genjah berlalu. Namun semua itu Yaitu keputusan yang Maha Perkasa.
Ada tujuh golongan yang mendapat Naungan Allah, sehingga Serupa sekali tak merasakan panasnya matahari dan tersiksa oleh keringat seperti yang lainnya. Mereka itu Yaitu (1) Imam/pemimpin/pemerintah yang adil. (2) Pemuda yang giat beribadah kepada Allah. (3) Dua orang yang saling mencintai di karenakan Allah, bertemu dan berpisah di karenakan Allah. (4) Pemuda yang diajak berzina oleh wanita yang cantik dan kaya, akan tetapi ia menolaknya dan berkata, “Aku takut kepada Allah, penguasa alam semesta.” (5) Seseorang yang selalu berdzikir kepada Allah, sehingga mengalir air matanya di karenakan takut kepada Allah. (6) Seseorang yang bersedekah dengan cara rahasia dengan tangan kanannya, sehingga tangan kirinya itu tak mengetahui. (7) Seorang pemuda yang hatinya selalu ‘tergantung’ (condong) ke masjid.
saat semua manusia di penantian dan penderitaan tak berujung tanpa kepastian, kecuali tujuh golongan Itu, Disorientasi seorang dari kaum berkata, “Apakah tak ada yang mengetahui, siapakah yang Bisa memintakan pertolongan (syafaat) untuk kita dari Tuhanmu?”
Disorientasi seorang berkata, “kita wajib datang kepada Nabi Adam…!!”
Maka mereka berombongan Futuristis ke tempat Nabi Adam AS, dan berkata, “Wahai Nabi Adam, engkau Yaitu bapaknya umat manusia, Allah menciptakan engkau dengan kekuasaan-Nya, Dia yang meniupkan ruh kepada engkau, Dia memerintahkan para malaikat bersujud kepada engkau dan mereka bersujud. Maka mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu!! Apakah engkau tak melihat bagaimana penderitaan kami ini??”
Nabi Adam berkata, “Hari ini Tuhanku sangat marah dengan kemarahan yang belum Sempat ada. Dan Seusai itu Dia akan Sempat marah seperti ini lagi. Dia telah melarang aku untuk mendekati pohon Ebonit itu, akan tetapi aku telah mendurhakai-Nya dan mendurhakai diriku sendiri. di karenakan itu aku malu untuk meminta tolong kepada-Nya!! Pergilah kalian kepada Nuh!!”
Masih dengan ‘siksaan’ keringat yang Bhineka derajadnya, mereka berombongan mendatangi tempat Nabi Nuh AS, dan berkata, “Wahai Nabi Nuh, engkau Yaitu utusan Allah yang pertama untuk penduduk bumi ini, dan Allah Menyebut engkau Bagaikan hamba yang bersyukur. di karenakan itu mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu!! Apakah engkau tak melihat karena dari dosa-dosa yang kami lakukan kepada-Nya??” 
Nabi Nuh berkata, “di hari ini Tuhanku telah marah dengan kemarahan yang belum Sempat seperti ini. Bagiku ada satu doa mustajabah, akan tetapi aku telah menggunakannya untuk mendoakan kaumku. Nafsi, nafsi (urus aja diri sendiri!!), pergilah kalian kepada orang selain aku, pergilah kepada Ibrahim!!”
Mereka Dinamis berombongan Futuristis tempat Nabi Ibrahim AS, lalu berkata, “Wahai Nabi Ibrahim, Engkau Yaitu Nabinya Allah sekaligus Kekasih-Nya (Kholilullah) di antara penduduk bumi ini. Maka mintakanlah syafaat kepada Tuhanmu, tidakkah engkau melihat (karena) dosa-dosa yang telah kami lakukan kepada-Nya ini??”
Nabi Ibrahim berkata, “Hari ini Tuhanku marah dengan kemarahan, yang sebelumnya Dia belum Sempat marah seperti ini, dan Seusai ini Dia tak akan marah seperti ini. Sungguh aku telah ‘bersalah’ kepada-Nya sebanyak tiga kali. Pergilah kalian kepada selain aku, pergilah kepada Musa!!”
Orang-orang yang menemui siksaan dan ketidakpastian itu berjalan lagi Futuristis tempat Nabi Musa AS, dan berkata, “Wahai Musa, engkau Yaitu utusan Allah, Allah memuliakan engkau dengan risalah dan kalimat-Nya atas manusia. Maka mintakanlah syafaat untuk kami dari Tuhanmu!! Apakah engkau tak melihat (karena) dosa-dosa yang kami lakukan kepada-Nya??”
Nabi Musa berkata, “Hari ini Tuhanku marah dengan kemarahan, yang sebelumnya Dia belum Sempat marah seperti ini, dan Seusai ini Dia tak akan marah seperti ini. Sesungguhnya aku telah membunuh satu Heroisme, Padahal aku tak diperintahkan membunuhnya. Pergilah kalian kepada selain aku, pergilan kepada Isa!!”
Mereka Dinamis berombongan Futuristis tempat Nabi Isa AS dan berkata, “Wahai Isa, engkau Yaitu utusan Allah dan Kalimat-Nya, Dia meletakkan Ruh-Nya kepada Maryam, dan engkau dikehendaki-Nya Bisa berbicara saat masih di ayunan. Maka tolonglah berikan syafaat untuk kami kepada Tuhanmu, apakah engkau tak melihat (karena) dosa-dosa yang telah kami lakukan kepada-Nya?”
Nabi Isa berkata, “Hari ini Tuhanku marah dengan kemarahan, yang sebelumnya Dia belum Sempat marah seperti ini, dan Seusai ini Dia tak akan marah seperti ini. Sesungguhnya Dia telah menyebutkan dosa-dosaku, nafsi, nafsi…Pergilah kalian kepada selain aku, pergilah kalian kepada Muhammad!!”

Sekali lagi mereka Dinamis berombongan Futuristis tempat Nabi Muhammad SAW, lalu berkata kepada beliau, “Wahai Muhammad, engkau Yaitu utusan Allah dan panutup para nabi, dosa-dosa engkau telah diampuni, bagus yang terdahulu atau yang terkemudian. Tolong, berilah syafaat kepada kami atas Tuhan engkau. Apakah engkau tak melihat (karena) dosa-dosa yang kami lakukan kepada Dia??”
tak seperti Nabi-nabi sebelumnya, Nabi SAW menyanggupinya dan bersabda, “Aku mempunyai Copyright membagikan syafaat, yakni kepada orang-orang yang dikehendaki Allah dan disenangi-Nya!!”
Ada beberapa versi mengenai pertemuan dan percakapan antara manusia dengan para Nabi yang diminta untuk membagikan syafaat Itu, akan tetapi intinya Yaitu hanya Nabi SAW yang akhirnya ‘berani’ menghadap Allah untuk meminta syafaat untuk manusia.
Sebenarnya setiap nabi mempunyai satu doa mustajab, yang Allah pasti akan mengabulkan bila ‘fasilitas’ doa itu digunakan. akan tetapi hampir semua nabi-nabi Itu telah menggunakannya di Global. Nabi Nuh memakai untuk menenggelamkan kaumnya yang ingkar di air bah, Nabi Ibrahim memakai untuk menyelamatkan dirinya dari api Namrudz, Nabi Musa memakai untuk menenggelamkan Fir’aun dan pasukannya di Bahari Merah, dan begitu pula dengan nabi-nabi lainnya, kecuali Nabi Muhammad SAW. Beliau Sempat bersabda, “Setiap nabi mempunyai doa (mustajab) yang selalu diucapkan. (akan tetapi) aku ingin menyimpan doaku Bagaikan syafaat untuk umatku di hari kiamat.” Atau di riwayat lainnya, “Setiap nabi mempunyai doa yang digunakan untuk kebaikan umatnya. Sesungguhnya aku menyimpan doaku Bagaikan syafaat untuk umatku di hari kiamat!!”  
setelah itu Nabi SAW Dinamis/berjalan Futuristis Arsy Allah. Beliau meminta ijin masuk dan diijinkan. Hijab demi hijab dibukakan untuk beliau, dan Allah mengajarkan (mengilhamkan) pujian-pujian yang belum Sempat diucapkan oleh mahluk manapun, termasuk para malaikat. Nabi SAW bersujud kepada Allah, dan melazimi mengucapkan pujian-pujian Itu. Seusai beberapa waktu lamanya, Allah berfirman, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu! Mintalah, maka pasti akan diberikan kepadamu!! Berilah syafaat, maka syafaatmu itu akan dikabulkan!!”
Nabi SAW bangkit dari sujudnya dan berkata, “Ya Allah, berilah keputusan di antara hamba-hamba-Mu, sungguh telah terlalu lama mereka menunggu, dan masing-masing telah jelas dosanya (dan kebaikannya) saat di pelataran Makhsyar…!!”
Allah mengabulkan permintaan Nabi SAW. Siksaan berupa keringat dan matahari yang didekatkan dihilangkan. setelah itu Allah memerintahkan supaya mendatangkan surga dengan segala macam Estetika dan kenikmatannya. Seusai itu didatangkan pula neraka dengan segala macam siksa dan kesengsaraan yang akan dialami penghuninya, dengan semua malaikat penjaga dan penyiksanya. saat manusia yang berada di Makhsyar mendengar gemuruh apinya, merasakan percikan hawa panasnya dan segala macam hal yang memberatkan karena kedatangan neraka Itu, mereka semua berlutut, tak terkecuali para nabi dan rasul, termasuk yang tadinya diminta wasilahnya. Para Nabi dan Rasul itu hanya Bisa berkata, “Ya Allah, di hari ini kami tak meminta yang lain lagi, nafsi, nafsi!!”
Nabi SAW sendiri saat melihat pemandangan Itu juga berseru, akan tetapi berbeda dengan seruan para nabi dan rasul lainnya. Beliau bersabda, “Umatku, umatku!! Ya Allah, selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku!!”
Neraka makin mendekat, apinya makin berkobar dan menjilat-jilat layaknya ingin mencaplok para pendosa yang sedang berkumpul di Makhsyar. Tiba-tiba Nabi SAW mendatangi neraka dan mengambil kendalinya dari tangan para malaikat, beliau bersabda, “Kembalilah engkau, menyingkirlah jauh ke belakang!! Biarkan mendatangi engkau, yang Jadi rombongan (penghuni) engkau!!”
Neraka itu berkata, “Biarkanlah aku menempuh jalan yang ditentukan untukku, sesungguhnya engkau, Muhammad, Yaitu haram bagiku (menyentuhmu)…!!”
akan tetapi terdengar seruan Allah kepada neraka dari balik Arsy, “Dengarlah apa yang dikatakan Muhammad, dan patuhilah dia!!”
setelah itu neraka diseret Futuristis Hepotenusa kiri yang jauh dari Arsy sehingga pengaruhnya jauh berkurang terhadap manusia yang sedang berkumpul di Makhsyar. Inilah syafaat Rasulullah yang bersifat Generik, di mana semua manusia merasakan manfaatnya, bagus yang beriman ataupun yang ingkar.
Allah memerintahkan malaikat untuk membentangkan shirat, jembatan yang melintang di atas neraka dan juga ditegakkan mizan, timbangan amal untuk menghisab amal perbuatan manusia selama di Global. dengan cara bersamaan, di itu beterbangan buku catatan amal Futuristis pemiliknya masing-masing. Ada yang menerimanya dari arah kanan, yakni orang-orang yang beriman dan bertakwa, orang-orang yang beriman akan tetapi durhaka dan bergelimang dosa akan menerima dari arah kirinya, dan orang-orang musyrik dan ingkar akan menerima dari arah belakang.
Para Nabi dan Rasul akan dihadapkan kepada umatnya untuk mempertanggung-jawabkan tugas risalahnya, dan akhirnya mereka akan masuk surga. Tentunya yang pertama dan memimpin Yaitu Nabi Muhammad SAW, dan yang terakhir Yaitu Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman di karenakan wajib dilakukan hisab Dulu atas kerajaannya di Global. untuk para Nabi dan Rasul itu telah disediakan mimbar-mimbar dari emas, dan mereka semua telah duduk di atasnya. akan tetapi mimbar yang Paling Besar, terbaik dan terindah ternyata di keadaan kosong, mimbar itu Yaitu milik Nabi SAW. Ternyata beliau memilih untuk berdiri menghadap Allah dan meminta ijin memberi syafaat untuk umatnya, dan Allah mengabulkannya.
di itulah muncul suatu seruan (nida’) yang ditujukan kepada umat Nabi SAW yang sedang berkumpul di Makhsyar, “Dimanakah orang-orang yang mempunyai keutamaan??”
Sekelompok orang dari umat beliau berjalan Genjah Futuristis ke surga, dan para malaikat menyambutnya dan berkata, “Sesungguhnya kami melihat kalian berjalan Genjah ke surga, Padahal kalian belum dihisab, siapakah kalian ini??”
“Kami Yaitu orang-orang yang mempunyai keutamaan!!” Perkataan mereka.
Tentunya pengetahuan mereka akan keutamaan Itu didasarkan dari catatan buku amal yang telah mereka terima sebelumnya. Para malaikat itu bertanya, “Apakah keutamaan kalian?”
Mereka berkata, “saat kami didzalimi (dianiaya) kami bersabar, dan saat dijahati kami memaafkan orang yang berbuat Dursila Itu!!”
Para malaikat berkata, “Masuklah kalian ke di surga, dia Yaitu sebaik-baiknya pahala untuk orang yang beramal!!”
Seusai mereka masuk semua ke surga, terdengar seruan (nida’) lainnya, “Di manakah orang-orang yang ahlu sabar?”
Sekelompok orang dari umat beliau berjalan Genjah Futuristis ke surga, dan para malaikat menyambutnya dan berkata, “Sesungguhnya kami melihat kalian berjalan Genjah ke surga, Padahal kalian belum dihisab, siapakah kalian ini??”
“Kami Yaitu orang-orang ahlu sabar!!” Perkataan mereka.
“Terhadap apakah kalian bersabar??” Tanya para malaikat.
Mereka berkata, “Kami bersabar di berbuat taat kepada Allah, kami juga bersabar dari berbuat maksiat kepada Allah, dan kami juga bersabar di menerima cobaan Allah!!”
Para malaikat berkata, “Masuklah kalian ke di surga!!”
Terdengar lagi satu seruan (nida’), “Di manakah orang-orang yang saling mengasihi di karenakan Allah??”
Sekelompok orang lainnya dari umat Nabi SAW berjalan Genjah Futuristis ke surga, dan para malaikat menyambutnya dan berkata, “Sesungguhnya kami melihat kalian berjalan Genjah ke surga, Padahal kalian belum dihisab, siapakah kalian ini??”
“Kami Yaitu orang-orang yang saling mengasihi di karenakan Allah, saling memberi di karenakan Allah dan saling berjanji di karenakan Allah!!”
Para malaikat itu berkata, “Masuklah kalian ke di surga!!”
Nabi SAW sangat gembira dengan adanya mereka yang masuk surga tanpa hisab Itu. Namun demikian beliau masih belum mau masuk kembali ke surga, beliau berdiri mengawasi umat beliau yang telah selesai dihisab dan melalui shirat. Mulut beliau tak Sempat lepas dari doa, “Allaahumma sallim sallim!!” Artinya Yaitu : Ya Allah, selamatkanlah umatku, selamatkanlah umatku!!
Umat Nabi SAW melewati shirat dengan bermacam-macam tips, ada yang secepat kilat menyambar, bagai angin yang kencang, bagai burung yang terbang, bagai kuda yang berlari, bagai orang yang berlari, orang yang berjalan, ada yang Genjah ada yang pelan-pelan, bahkan ada yang merangkak dan merayap. Ada yang memerlukan waktu sekejab, harian, bulanan dan ada yang memerlukan hingga puluhan, ratusan, ribuan atau bahkan puluhan ribu tahun untuk Bisa selamat hingga di seberang, dan akhirnya masuk surga.
di itu waktu Jadi sangat relatif, walau begitu lamanya terasa untuk mereka yang menyeberang shirat, akan tetapi tak terasa untuk Nabi SAW, bahkan kegembiraan beliau selalu bertambah saat ada umat beliau selamat hingga di ujung perjalanan, walau keadaan tubuhnya ada yang tersambar api neraka hingga hangus. Begitu dimandikan di Nahrul Haya’ (sungai kehidupan), mereka kembali seperti semula, bahkan lebih sempurna penampilan fisiknya, dan akhirnya masuk surga.
Nabi SAW memang Bisa mengenali umat beliau di antara begitu banyak umat yang berada di Makhsyar dan yang sedang menyeberang shirat. saat itu beliau melihat beberapa kelompok umat beliau yang tertahan di shirat, Padahal begitu banyak yang telah hingga dan masuk surga. Maka beliau berkata kepada Jibril, “Wahai Jibril, mengapa ada umatku yang masih tertahan di shirat??”
Jibril diam, tak Genjah menjawab, mungkin tak Bisa menjawab, atau tak tega untuk menjawab, di karenakan jawabannya pasti akan membuat Nabi SAW bersedih. Mereka yang tertahan itu memang umat Nabi SAW, yang tak Bisa tak wajib masuk neraka untuk menebus dan membersihkan dosa dan kesalahan mereka. setelah itu Allah berfirman (mengilhamkan) kepada Jibril tanpa diketahui Nabi SAW, “Singkirkanlah mereka ke lembah antara surga dan neraka, hingga Muhammad masuk surga!!”
Maka satu persatu mereka disingkirkan dari shirat dan dikumpulkan di suatu lembah di Hepotenusa neraka, yang tak terlihat Nabi SAW. saat beliau tak lagi mengenali dan melihat umat beliau di makhsyar atau di shirat, beliau beranggapan mereka telah masuk semua ke surga maka beliau juga masuk surga. Seusai itu Allah berfirman kepada Zabaniah, “Serahkanlah mereka (umat Nabi SAW) kepada Malik!!”
saat Malaikat Malik melihat mereka, ia cukup keheranan di karenakan keadaannya tak dibelenggu, wajahnya tak hitam legam, tetap berjalan dan bertumpu dengan kaki mereka, berbeda sekali dengan penghuni neraka sebelumnya. Ia bertanya, “Umat siapakah kalian ini??”
“Jangan menanyakan itu, wahai Malik, kami malu bercerita kepadamu, akan tetapi kami ahli Qur’an, berpuasa di bulan Ramadhan, berhaji, berjihad, menunaikan zakat, menyantuni anak yatim, mandi di jibanat dan shalat lima waktu!!”
“Celaka sekali, bukankah seharusnya Al Qur’an itu mencegah kalian berbuat maksiat kepada Allah, rasanya tak mungkin ini terjadi!!“ Perkataan Malaikat Malik.
“Wahai Malik, janganlah menghina kami, di ini kami telah selamat dari hinaan Allah!!”        
Lalu terdengar suatu seruan, “Hai Malik, masukkanlah mereka ke pintu yang tertinggi dari neraka!!”
Malaikat Malik berpaling bersiap melaksanakan perintah Itu, akan tetapi mereka berkata, “Berilah kesempatan kepada kami untuk menyesali diri!!”
“tak ada waktu untuk itu!!” Perkataan Malik.
akan tetapi setelah itu terdengar seruan, “Hai Malik, biarkanlah mereka menangisi dirinya!!”
Mereka berkelompok-kelompok setelah itu menangis menyesali diri dan perbuatan maksiat mereka waktu di Global. setelah itu Malaikat Malik menggiring mereka hingga di tepi jurang neraka, seribu malaikat Zabaniyah yang tak punya rasa kasihan langsung menangkap dan melemparkannya ke pintu neraka yang tertinggi (yang terdangkal). Api yang berkobar menyambut dan melalap tubuh-tubuh tanpa daya Itu. saat api neraka akan membakar Demisioner hati dan wajahnya, terdengar seruan, “Tahanlah, taruhlah aja api itu di dada dan wajahnya. Mereka memang mengingkari ikrar mereka, akan tetapi mereka mengenal Aku lewat hati mereka, mereka juga Sempat bersujud kepada-Ku dengan wajah-wajah mereka!!”
Mendengar seruan seperti itu, Disorientasi Disorientasi seorang dari mereka juga berseru, “Wahai Rasulullah, wahai Abul Qasim, Wahai Muhammad yang selalu berbuat bagus kepada janda dan anak yatim, wahai orang yang paling mulia di hari kiamat, wahai pemuka seluruh umat, wahai pembuka pintu surga, wahai Epilog pintu neraka untuk umatmu yang lemah, yang tak tahan Geothermal api neraka, siramilah kami dengan syafaatmu supaya kami masuk surga!!”
setelah itu seorang lagi berseru keras, sambil meletakkan tangannya di telinganya seperti seorang muadzin, “Kami Yaitu umat Muhammad!!”
Berturut-turut akhirnya mereka semua berseru mengakui Bagaikan umat Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya mungkin mereka malu mengaku Bagaikan umat beliau di karenakan gelimang dosa dan maksiat yang dilakukannya, akan tetapi saat merasakan pedihnya siksaan, dan juga adanya seruan (Allah), yang walau sedikit, mengakui keimanan mereka, mereka akhirnya mengakui dan menyadari Seandainya hal itu Yaitu satu-satunya jalan keselamatan di di seperti itu.
Malaikat Malik Empati terhanyut dengan seruan mereka itu dan memohon ijin Allah untuk menemui Nabi SAW di surga, dan Allah mengijinkannya. saat berada di hadapan Nabi SAW, Malaikat Malik berkata, “Wahai Muhammad, engkau bersenang-suka di surga sementara umatmu yang lemah membutuhkan bantuanmu. Mereka benar-benar lemah dan sangat menderita di neraka, bantulah mereka!!”
Beliau tersentak kaget, dan Genjah berangkat ke neraka bersama Malaikat Malik. Di tepi jurang neraka, beliau mendengar tangisan dan jeritan pilu mereka yang memanggil nama beliau. Nabi SAW tak tahan mendengarnya dan Empati menangis, setelah itu berkata, “Wahai Malik, keluarkanlah umatku dari neraka!!”
Malaikat Malik berkata, “Aku tak berani mengeluarkan mereka tanpa perintah Allah!!”
Nabi SAW Dinamis/berjalan Futuristis Arsy, dan saat tiba di hadirat Allah, beliau bersujud sangat lama. saat bangkit dari sujud, beliau berkata, “Wahai Allah, seperti inikah yang Engkau janjikan untuk tak menyiksa umatku di neraka??”
Allah berfirman, “Wahai Muhammad, mereka telah melupakan dirimu, meninggalkan syariatmu saat di Global, di karenakan itu Aku juga melupakan syafaat yang Bisa engkau berikan kepada mereka. akan tetapi sekarang telah cukup, berilah syafaat kepada mereka!!”
Nabi SAW kembali menemui Malaikat Malik dan menyatakan memberi syafaat kepada umat beliau Itu, dan Allah memerintahkan Malaikat Malik mengeluarkan mereka dari neraka, sehingga hanya orang-orang kafir yang tertinggal di neraka. Orang-orang kafir itu berkata, “Andaikata kita Dulu seorang muslim, tentulah kita akan dikeluarkan dari neraka, sebagaimana mereka dikeluarkan!!”
Disinilah penyesalan orang kafir yang tak terhingga dan tak terkatakan, mereka menyesal se- menyesal –menyesalnya. Seusai ummat Islam diangkat maka neraka akan ditutup selama-lamanya dan merasakan azab yang keras tanpa ada hentinya. Ya Allah..!! Jauhkan Kami dari semua Ini.

Loading...
Semoga tulisan ini menjadikan kita lebih bertakwa kepada-NYA dan Jadi Ahli Surga Allah Nantinya tanpa merasakan derita siksa api Neraka (Singgah Ke Neraka). Amin Ya Allah.. [Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Motivasi Islam

Perjalanan Kita DiMahsyar Nanti & Syafaat Nabi untuk Ummatnya

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here