Home Ceramah Islam Terbaru PENYAKIT SIFAT UJUB untuk ORANG ALIM YANG BESAR PENGAJIANNYA

PENYAKIT SIFAT UJUB untuk ORANG ALIM YANG BESAR PENGAJIANNYA

19
0

wajib WASPADA DGN SIFAT UJUB
Sofyan Astauri berkata : 

Tidaklah setiap orang alim yang besar pengajiannya, banyak yang hadir kecuali Bisa dipastikan sifat ujub akan mengetuk dan masuk kedalam jiwanya


Sempat suatu hari Hasan Al-basriy berjalan melewati Thowus yang sedang mengajar hadist di masjidil-haram di di kelompok yang besar ( banyak yang hadir ), lalu Hasan Al-basriy mendekati Thowus sambil membisikan kalimat ditelinganya : 

Seandainya seandanyai nafsu kita kagum terhadap diri kita maka berdirilah dari majlis ini, maka dengan Genjah Thowus meninggalkan majlisnya.


Dikisahkan pula di suatu hari Ibrohim Bin Adham melewati majlis Bisyir Al-chafi yang begitu besar, lalu Ibrohim Bin Adham mengingkarinya sambil berkata : 

Seandainya seandainya majlis yang besar ini dimiliki, diasuh oleh Disorientasi satu sahabat Nabi Muhammad saw maka dia tak akan merasa aman dari sifat ujub / bangga diri.



 

SIFAT UJUB

Disorientasi seorang ulama salaf Sempat berkata: 

“Seorang yang ujub akan tertimpa dua kehinaan, akan terbongkar kesalahan-kesalahannya dan akan jatuh martabatnya di mata manusia.”

Disorientasi seorang ahli hikmah berkata: 

“Ada seorang yang terkena penyakit ujub, akhirnya ia tergelincir di kesalahan di karenakan saking ujubnya terhadap diri sendiri. Ada suatu pelajaran yang Bisa kita ambil dari orang itu, saat ia berusaha jual mahal dengan kemampuan dirinya, maka Imam Syafi’i pun membantahnya seraya berseru di hadapan khalayak ramai: “Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri dengan cara Lebih, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjatuhkan martabatnya.”

Defenisi Ujub
Orang yang terkena penyakit ujub akan memandang remeh dosa-dosa yang dilakukannya dan mengang-gapnya bagai angin lalu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita di suatu hadits: 

“Orang yang Dursila akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai Bisa diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya.” (HR. Al-Bukhari)


Bisyr Al-Hafi mendefenisikan ujub Bagaikan berikut: 

“Yaitu menganggap hanya amalanmu aja yang banyak dan memandang remeh amalan orang lain.”
 

Barangkali gejala paling dominan yang tampak di orang yang terkena penyakit ujub Yaitu sikap suka melanggar Copyright dan menyepelekan orang lain.
 

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah meringkas defenisi ujub Bagaikan berikut: 
“Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri hingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh Jadi ia tak Bisa beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh Jadi saudaranya itu lebih wara’ dari perkara haram dan lebih suci jiwanya ketimbang dirinya!”
 

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: 
“Iblis bila ia Bisa melumpuhkan bani Adam dengan Disorientasi satu dari tiga perkara ini: ujub terhadap diri sendiri, menganggap amalnya sudah banyak dan lupa terhadap dosa-dosanya. 
Dia berkata: “Saya tak akan Menelusuri tutorial lain.” Semua perkara di atas Yaitu sumber kebinasaan. Berapa banyak lentera yang padam di karenakan tiupan angin? Berapa banyak ibadah yang rusak di karenakan penyakit ujub? di suatu hadits qudsi disebutkan bahwa seorang lelaki berkata: “Allah tak akan mengampuni si Fulan! Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pun berfirman:
“Siapakah yang lancang bersumpah atas namaKu bahwa Aku tak mengampuni Fulan?! Sungguh Aku telah mengampuninya dan menghapus amalanmu!” (HR. Muslim)
 

Amal shalih itu ibarat sinar dan cahaya yang terkadang padam apabila dihembus angin ujub!

Sebab-Sebab Ujub

 
1. Faktor Lingkungan dan Keturunan
Yaitu keluarga dan lingkungan tempat seseorang itu tumbuh. Seorang insan biasanya tumbuh sesuai dengan polesan tangan kedua orang tuanya. Ia akan menyerap kebiasaan-kebiasaan keduanya atau Disorientasi satunya yang positif ataupun negatif, seperti sikap suka dipuji, selalu menganggap diri suci dll.
 

2. Sanjungan dan Pujian yang Lebih
Sanjungan Lebih tanpa memperhatikan etika agama Bisa diidentikkan dengan penyembelihan, seba-gaimana yang disebutkan di suatu hadits. Sering kita temui sebagian orang yang terlalu Lebih di memuji hingga sangat sering membuat yang dipuji lupa diri. Masalah ini akan kami bahas lebih lanjut di bab berikut.
 

3. Bergaul Dengan Orang yang Terkena Penyakit Ujub.
tak syak lagi bahwa setiap orang akan melatahi tingkah laku temannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri bersabda:
“Perumpamaan teman yang shalih dan teman yang Dursila Yaitu seperti orang yang Bergaul dengan penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Teman akan membawa pengaruh yang besar di kehidupan seseorang.
 

4. Kufur Nikmat dan Lupa Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Begitu banyak nikmat yang diterima seorang hamba, akan tetapi ia lupa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberinya nikmat itu. Sehingga hal itu menggiringnya kepada penyakit ujub, ia membanggakan dirinya yang sebenarnya tak pantas untuk dibanggakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menceritakan kepada kita kisah Qarun;
“Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, di karenakan ilmu yang ada padaku”. (Al-Qashash: 78)
 

5. Menangani Suatu Pekerjaan Sebelum Matang di Menguasainya dan Belum Terbina Dengan Sempurna
Demi Allah, di hari ini kita banyak mengeluhkan problematika ini, yang telah banyak menimbulkan berbagai pelanggaran. Sekarang ini banyak kita temui orang-orang yang berlagak pintar persis seperti Perkataan pepatah ‘sudah dipetik sebelum matang’. Berapa banyak orang yang Jadi korban di hal ini! Dan itu termasuk perbuatan sia-sia. Yang lebih parah lagi Yaitu seorang yang mencuat Bagaikan seorang ulama Padahal ia tak mempunyai ilmu Serupa sekali. Lalu ia berkomentar mengenai banyak permasalahan, yang terkadang ia sendiri jahil mengenai hal itu. Namun ironinya terkadang kita turut menyokong hal seperti ini. Yaitu dengan memperkenalkannya kepada khalayak Generik. Padahal sekarang ini, masyarakat Generik itu ibaratnya seperti orang yang menganggap emas seluruh yang berwarna kuning. Kadangkala mereka melihat seorang qari yang merdu bacaannya, atau seorang sastrawan yang lihai berpuisi atau yang lainnya, lalu dengan cara membabi buta mereka mengambil segala sesuatu dari orang itu tanpa terkecuali meskipun orang itu mengelak seraya berkata: “Aku tak tahu!”
wajib diketahui bahwa bermain-main dengan suatu pemikiran lebih berbahaya daripada bermain-main dengan api. Misalnya beberapa orang yang bersepakat untuk memunculkan Disorientasi satu di antara mereka Jadi tokoh yang terpandang di tengah-tengah kaumnya, setelah itu mengadakan acara penobatannya dan membuat-buat gelar yang tiada terpikul oleh siapa pun. Niscaya di suatu hari akan tersingkap kebobrokannya.
Mengapa!? Sebab perbuatan seperti itu berarti bermain-main dengan pemikiran. Sepintas lalu apa yang mereka ucapkan mungkin benar, namun lambat laun masyarakat akan tahu bahwa mereka telah tertipu!
 

Loading...

6. Jahil dan Mengabaikan Hakikat Diri (Lupa Daratan)
Sekiranya seorang insan benar-benar merenungi dirinya, asal-muasal penciptaannya hingga tumbuh Jadi manusia sempurna, niscaya ia tak akan terkena penyakit ujub. Ia pasti meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala supaya dihindarkan dari penyakit ujub sejauh-jauhnya. Disorientasi seorang penyair bertutur di suatu syair yang ditujukan kepada orang-orang yang terbelenggu penyakit ujub:
“Hai orang yang pongah di keangkuhannya.
Lihatlah tempat buang airmu, sebab kotoran itu selalu hina. Sekiranya manusia merenungkan apa yang ada di perut mereka, niscaya tak ada satupun orang yang akan menyombongkan dirinya, bagus pemuda ataupun orang tua.Apakah ada anggota tubuh yang lebih dimuliakan selain kepala?Namun demikian, lima macam kotoranlah yang keluar darinya!
Hidung beringus sementara telinga baunya tengik.
Tahi mata berselemak sementara dari mulut mengalir air liur. Hai bani Adam yang berasal dari tanah, dan bakal dilahap tanah, tahanlah dirimu (dari kesombongan), di karenakan engkau bakal Jadi santapan kelak.
Penyair ini mengingatkan kita di asal muasal penciptaan manusia dan keadaan diri mereka serta kesu-dahan Hayati mereka. Maka apakah yang mendorong mereka berlagak Arogan? di awalnya ia berasal dari setetes mani hina, setelah itu akan Jadi bangkai yang kotor Padahal semasa hidupnya ke sana ke mari membawa kotoran.
 

7. Berbangga-bangga Dengan Nasab dan Keturunan
Seorang insan terkadang memandang mulia diri-nya di karenakan darah biru yang mengalir di tubuhnya. Ia menganggap dirinya lebih utama dari si Fulan dan Fulan. Ia tak mau mendatangi si Fulan sekalipun berkepentingan. Dan tak mau mendengarkan ucapan si Fulan. tak syak lagi, ini merupakan penyebab utama datangnya penyakit ujub.
di suatu kisah di Masa kekhalifahan Umar radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa saat Jabalah bin Al-Aiham memeluk Islam, ia mengunjungi Baitullah Al-Haram. Sewaktu tengah menjalankan thawaf, tanpa sengaja seorang Arab badui menginjak kainnya. Tatkala mengetahui seorang Arab badui telah menginjak kainnya, Jabalah langsung melayangkan tangannya memukul si Arab badui tadi hingga terluka hidungnya.
Si Arab badui itu pun melapor kepada Umar radhiyallahu ‘anhu mengadukan tindakan Jabalah tadi. Umar radhiyallahu ‘anhu pun memanggil Jabalah lalu berkata kepadanya: “Engkau wajib diqishash wahai Jabalah!” Jabalah membalas: “Apakah engkau menjatuhkan hukum qishash atasku? Aku ini seorang bangsawan Padahal ia (Arab badui) orang pasaran!” Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab: “Islam telah menyamaratakan antara kalian berdua di hadapan hukum!”
Tidakkah engkau ketahui bahwa:
Islam telah meninggikan derajat Salman seorang pemuda Parsi
Dan menghinakan kedudukan Abu Lahab di karenakan syirik yang dilakukannya.
saat Jabalah tak mendapatkan dalih untuk melepaskan diri dari hukuman, ia pun berkata: “Berikan aku waktu untuk berpikir!” Ternyata Jabalah melarikan diri di malam hari. Diriwayatkan bahwa Jabalah ini akhirnya murtad dari agama Islam, lalu ia menyesali perbuatannya itu. Wal ‘iyadzubillah
 

8. Berlebih-lebihan di Memuliakan dan Menghormati
Barangkali inilah hikmahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sahabat-sahabat beliau untuk berdiri menyambut beliau. di suatu hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang suka supaya orang-orang berdiri menyambutnya, maka bersiaplah dia untuk menempati tempatnya di Neraka.” (HR. At-Tirmidzi, beliau katakan: hadits ini hasan)
di hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kita berdiri menyambut seseorang seperti yang dilakukan orang Ajam (non Arab) sesama mereka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu)
 

9. Lengah Terhadap karena yang Timbul dari Penyakit Ujub
Sekiranya seorang insan menyadari bahwa ia hanya menuai dosa dari penyakit ujub yang menjangkiti dirinya dan menyadari bahwa ujub itu Yaitu suatu pelanggaran, sedikitpun ia tak akan kuasa bersikap ujub.
Apalagi bila ia merenungi sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
”Sesungguhnya seluruh orang yang Arogan akan dikumpulkan di hari Kiamat bagaikan semut yang diinjak-injak manusia.” Ada seseorang yang bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah seseorang itu ingin supaya baju yang dikenakannya bagus, sandal yang dipakainya juga bagus?” Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, dan menyukai Estetika, hakikat Arogan itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) awal hadits berbunyi: “tak akan masuk Surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan di hatinya).




 

Dampak ujub
 

1. Jatuh di jerat-jerat kesombongan, sebab ujub merupakan pintu Futuristis kesombongan.
 

2. Dijauhkan dari pertolongan Allah. Allah Subahanahu Wata’ala berfirman:
“Orang-orang yang berjihad (untuk Menelusuri keri-dhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)
 

3. Terpuruk di menghadapi berbagai krisis dan cobaan kehidupan.
apabila cobaan dan musibah datang menerpa, orang-orang yang terjangkiti penyakit ujub akan berteriak: ‘Oii teman-teman, carilah keselamatan masing-masing!’ Berbeda halnya dengan orang-orang yang teguh di atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala , mereka tak akan melanggar rambu-rambu, sebagaimana yang dituturkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
Siapakah yang mampu lari dari hari kematian?
Bukankah hari kematian hari yang telah ditetapkan?
apabila sesuatu yang belum ditetapkan, tentu aku Bisa lari darinya.
Namun siapakah yang Bisa menghindar dari takdir?

4. Dibenci dan dijauhi orang-orang. Tentu aja, seseorang akan diperlakukan sebagaimana ia memperla-kukan orang lain. bila ia memperlakukan orang lain dengan bagus, niscaya orang lain akan membalas lebih bagus kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apabila kita dihormati dengan suatu penghor-matan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih bagus, atau balaslah (dengan yang serupa).” (An-Nisa’: 86)
Namun seseorang kerap kali meremehkan orang lain, ia menganggap orang lain tak ada apa-apanya dibandingkan dirinya. Tentu aja tak ada orang yang suka kepadanya. Sebagaimana Perkataan pepatah ‘bila engkau menyepelekan orang lain, ingatlah! Orang lain juga akan menyepelekanmu’
 
5. Azab dan pembalasan Genjah ataupun lambat. Se-orang yang terkena penyakit ujub pasti akan merasakan pembalasan atas sikapnya itu. di suatu hadits dise-butkan:
“saat seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub di dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi hingga hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari)
Hukuman ini dirasakannya di Global karena sifat ujub. Seandainya ia lolos dari hukuman Itu di Global, yang jelas amalnya pasti terhapus. Dalilnya Yaitu hadits yang menceritakan mengenai seorang yang bersumpah atas nama Allah bahwa si Fulan tak akan diampuni, ternyata Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni si Fulan dan menghapus amalnya sendiri.
Dengan begitu kita wajib berhati-hati dari sifat ujub ini, dan hendaknya kita membagikan nasihat kepada orang-orang yang terkena penyakit ujub ini, Yaitu orang-orang yang menganggap hebat amal mereka dan menyepelekan amal orang lain.

Wallahu a’lam.



abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

PENYAKIT SIFAT UJUB untuk ORANG ALIM YANG BESAR PENGAJIANNYA

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here