Home Ceramah Islam Terbaru PENGANTAR FIKIH SHALAT, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

PENGANTAR FIKIH SHALAT, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

26
0
KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

BAB SHALAT


A. MUKADIMAH

 a. Definisi dan Sejarah Pensyariatan Shalat
Shalat berasal dari Perkataan shallâ yushalli shalâtan yang berarti doa kebaikan. Allah berfirman:

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

“Dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kita itu (Jadi) ketenteraman Heroisme untuk mereka.” (At-Taubah: 103).

dengan cara istilah fikih, shalat Yaitu sekumpulan ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Shalat merupakan ibadah yang disyariatkan di seluruh umat manusia sejak Masa para nabi terdahulu. Allah SWT berfirman mengenai sifat Nabi Ismail AS:

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

“Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia Yaitu seorang yang diridhai di Hepotenusa Tuhannya.” (Maryam: 55).

shalat di masjidil harma

saat Nabi Muhammad SAW diutus Jadi nabi, beliau melaksanakan shalat dua rakaat di pagi dan petang. hingga akhirnya beliau menjalankan perjalanan suci Isra’ Mi’raj dan diperintahkan untuk melaksanakan shalat lima waktu. Rasulullah SAW bersabda di hadits panjang yang diantaranya:

فُرِجَ عَنْ سَقْفِ بَيْتِيْ وَأَنَا بِمَكَّةَ، فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ… ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِيْ فَعَرَجَ بِيْ إِلَى السَّمَاءِ… فَفَرَضَ عَلَى أُمَّتِيْ خَمْسِيْنَ صَلاَةً… فَرَاجَعْتُهُ، فَقَالَ: هِيَ خَمْسٌ وَهِيَ خَمْسُوْنَ، لاَ يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ

“Terbukalah atap rumahku saat aku di Mekkah. Jibril lalu turun… Lalu ia memegang tanganku dan membawaku naik ke atas langit… Maka Allah mewajibkan atas umatku lima puluh shalat… Aku pun kembali lagi kepada-Nya (meminta keringanan), maka Allah berfirman: “Dia lima (shalat) dan dia (Serupa dengan) lima puluh (shalat). tak berubah Ungkap di diri-Ku.” (Muttafaq alaih).

b. Keutamaan Shalat
Shalat merupakan Disorientasi satu rukun Islam dan merupakan tiang utama agama.

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ ‏ ‏مُحَمَّدًا ‏ ‏رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun diatas lima perkara: syahadat (kesaksian) bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Yaitu utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa Ramadhan.” (Muttafaq alaih).

Shalat mempunyai banyak sekali keutamaan. Diantaranya Yaitu menghapus dosa kemaksiatan sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْراً بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ ؟ قَالُوْا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قَالَ: فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

“Bagaimana menurut kalian bila ada suatu sungai di pintu kalian yang ia mandi disana lima kali sehari. Apakah akan tersisa sesuatu dari kotorannya?” Para sahabat menjawab, “tak akan tersisa sesuatu pun dari kotorannya.” Beliau bersabda, “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dengannya.” (Muttafaq Alaih).

Shalat juga merupakan wasilah kita meminta pertolongan kepada Allah di menghadapi musibah dan masalah kehidupan. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan kesabaran dan shalat.” (Al-Baqarah: 153).

Loading...

Dan shalat Yaitu ibadah yang Bisa menjauhkan pelakunya dari kemaksiatan dan kemungkaran. Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (Al-Ankabût: 45).

c. Hukum Shalat dan Hukum Orang yang Meninggalkannya
Shalat lima waktu, Yaitu Shubuh, Zhuhur, Ashar, Magrib dan Isya’, hukumnya Yaitu wajib. Ini berdasarkan berbagai dalil bagus dari Alquran, hadits ataupun ijmak para ulama. Diantaranya Yaitu kisah seorang arab badui yang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai Islam, maka beliau bersabda:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِيْ الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ

“Lima shalat di satu hari semalam.” Lalu orang Itu bertanya lagi: “Adakah yang lain yang wajib aku kerjakan?” Beliau menjawab:

لاَ إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ

“tak, kecuali bila ingin melaksanakan shalat sunah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat Yaitu kewajiban yang paling tinggi kedudukannya dibandingkan dengan ibadah yang lain sehingga meninggalkan shalat dianggap Bagaikan kemaksiatan Paling Besar melebihi kemaksiatan dan dosa besar lainnya. Rasulullah SAW bersabda kepada Ummu Aiman RA:

لاَ تَتْرُكِيْ الصَّلاَةَ مُتَعَمِّدَةً، فَإِنَّهُ مَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ مُتَعَمِّداً فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللهِ وَرَسُوُلِهِ

“Janganlah kita meninggalkan shalat dengan cara sengaja. di karenakan barang siapa meninggalkan shalat dengan cara sengaja maka telah terlepas darinya tanggungan Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Ahmad).

Meninggalkan shalat dilakukan seseorang Bisa di karenakan adanya uzur, atau malas dan lalai, atau menolak kewajibannya, atau menganggap remeh (rendah) urusan shalat. Barang siapa meninggalkan shalat di karenakan uzur, Yaitu tertidur, terlupa, atau lainnya maka ia tak berdosa akan tetapi wajib mengqadhanya bila telah hilang uzurnya.

Barang siapa meninggalkan shalat di karenakan menolak kewajibannya atau merendahkan hukum shalat maka ia telah murtad dan keluar dari Islam. Penguasa wajib memerintahkannya bertaubat. bila ia bertaubat dan mau melaksanakan shalat maka dibebaskan, tapi bila tak mau maka ia dibunuh Bagaikan orang kafir sehingga tak diperlakukan Bagaikan jenazah muslim.

Adapun bila ia meninggalkan shalat di karenakan malas dan lalai akan tetapi masih mengakui kewajiban shalat maka penguasa memintanya bertaubat dan melaksanakan shalat serta mengqadha shalat yang telah ditinggalkan. bila ia tak mau melakukannya maka ia wajib dihukum mati berupa hukuman had Bagaikan seorang muslim yang menjalankan dosa besar. Dan diperlakukan jenazahnya seperti layaknya seorang muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللّهِ، وَيُقِيْمُوْا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَصَمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللّهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Yaitu utusan Allah. Serta melaksanakan shalat dan menunaikan zakat. bila mereka menjalankan itu maka mereka terjaga darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya. Dan perhitungan mereka diserahkan kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

WALLAHU A’LAM

Sumber : http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

PENGANTAR FIKIH SHALAT, KAJIAN FIKIH MAZHAB SYAFII

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here