Pengamat Intelejen: KPK jelas Ikuti Pesanan Amerika Dibalik Penangkapan Siti Fadhilah Supari

Pengamat Intelejen: KPK jelas Ikuti Pesanan Amerika Dibalik Penangkapan Siti Fadhilah Supari
Berita Islam 24H – Apa yang terjadi di diri mantan Mneteri Kesehatan Yaitu suatu upaya pembunuhan karakter sesuai pesanan pihak Asing
Pengamat Intelejen Sofjan Lubis Menyebut “Negeri ini sudah ‘kelewat batas’, menjalankan konspirasi atas pesanan asing di karenakan alasan sang mantan menteri telah banyak melukai pihak pihak kapitalis di bidang kesehatan Global di WHO dan Namru amerika
Kisah sang Menteri berawal dari saat Siti Fadilah Supari melarang semua rumah sakit di Indonesia untuk mengirimkan sampel virus flu burung ke laboratorium Namru. Sebab, kontrak kerjasama dengan Namru telah berakhir sejak Desember 2005.
Siti Fadilah Menyebut dirinya keberadaan Namru-2 mengganggu kedaulatan Indonesia. Sebab, pusat penelitian itu meneliti virus yang dilakukan Angkatan Bahari AS. “Saya tak akan rela Seandainya di wilayah yang berdaulat ini ada penelitian tapi ada militernya, tapi kok tak jelas. Mudah-mudahan tak terjadi lagi,” harapnya..
Ahli intelijen Laksamana Muda (Purn) Subardo tetap meyakini keberadaan laboratorium medis milik angkatan Bahari AS, The U.S. Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan alat intelijen AS. Hal ini diyakini Subardo berdasarkan penilaiannya selama lebih dari 30 tahun bekerja di bidang intelijen serta Sempat menjabat Bagaikan Kepala Forum Sandi Negara (Lemsaneg) tahun 1986-1998.
Kisah pun berlanjut saat banyak negara (termasuk Indonesia) dilanda Bala virus Flu Burung. WHO mewajibkan negara-negara yang menderita virus Flu Burung untuk menyerahkan virusnya ke laboratorium mereka.
Namun anehnya, hasil penelitian dari virus tak diberikan kepada negara penderita (affected countries). Tiba-tiba vaksinnya sudah ada dan dijual dengan cara komersial. Vietnam, contohnya, mempunyai banyak penderita penyakit Flu Burung. Vietnam pun membagikan sampel virusnya ke WHO. tak ada vaksin yang didapat malah terpaksa untuk membeli vaksin Flu Burung dari Disorientasi satu perusahaan farmasi AS dengan harga mahal. Darimana vaksin itu berasal Seandainya bukan dari sampel virus flu burung Vietnam?
Ibu Menteri mencium aroma kapitalistik dari negara-negara maju, sebut aja, Amerika Serikat. Jelas aja ini akan sangat merugikan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya apabila membagikan virus Flu Burung namun tak mendapatkan vaksinnya.
Ada dugaan Seandainya WHO justru menjual kembali virus itu kepada perusahaan farmasi AS untuk dibuatkan vaksinnya yang akan dijual dengan cara komersial kepada negara-negara yang menderita pandemi Flu Burung.
Hal ini semakin jelas saat pihak WHO yang diwakili Dr. Heyman mendatangi Ibu Menteri Kesehatan memaksa Ibu Siti Fadilah untuk membagikan sampel virus Flu Burung Indonesia kepada WHO. Dari hasil suatu penelitian, virus Flu Burung ala Indonesia mempunyai tingkat keganasan yang sangat tinggi.
Vaksin flu burung yang sudah ada waktu itu tak mampu mengatasi virus Flu Burung ala Indonesia. Ibu Menteri Kesehatan menyadari bahwa virus Flu Burung ala Indonesia yang sangat dibutuhkan WHO Yaitu suatu bargaining power untuk mereformasi WHO yang tak adil dan menguntungkan AS aja.
Tindakan dan aksi seorang Siti Fadhillah Supari telah mendunia, namun di ini semua itu wajib terbayar oleh antek antek asing di negeri ini, melalui tangan tangan nya di KPK
Dengan menahan tangisnya, di karenakan dikhianati bangsanya sendiri, seorang Siti Fadhilah Supari akhirnya kemarin (senin 24/10/2016) ditangkap KPK
Siti Fadilah terlihat berusaha menahan supaya air matanya tak jatuh di berbicara kepada pers.
Siti Fadilah yang sudah mengenakan rompi ‘Tahanan KPK’ mengaku Bagaikan pihak yang dikriminalisasi di kasus Itu.
Siti Fadilah membantah Sempat menerima uang haram di bentuk Berdikari Travellers Cheque (MTC) seperti yang dituduhkan kepada dirinya.
Apalagi, Siti Fadilah mengaku hari ini diperiksa hanya sebatas konfirmasi.
“tak ditanya apa-apa. Cuma ditanya kenal ini Serupa kenal ini tak. (setelah itu) kok ditahan. Belum hingga di inti perkara. Saya merasa ini tak adil,” Perkataan Siti Fadilah di hendak digelandang ke mobil tahanan, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Dimanakah Keadilan di Negeri ini kawan? [ceramahterbaru.net / lnc]

Pengamat Intelejen: KPK jelas Ikuti Pesanan Amerika Dibalik Penangkapan Siti Fadhilah Supari

Facebook Comments

Leave a Reply