Pejabat Polri yang Sebut Orang Gila Serang Ulama wajib Disanksi

Pejabat Polri yang Sebut Orang Gila Serang Ulama wajib Disanksi

Berita Islam 24H – Institusi Polri mengakui ceroboh di menyimpulkan di kasus penyerangan terhadap simbol agama. bagus terhadap kiai, ulama, rumah ibadah, dan pendeta. Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto pun meminta maaf atas kecerobohan kesimpulan kasus itu. Namun demikian permintaan maaf jenderal bintang tak tiga itu tak Bisa serta merta menghilangkan kegelisahan di tengah masyarakat.
Atas hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police watch (IPW) Neta S Pane meminta institusi seragam coklat itu untuk memberi sanksi kepada pejabat yang mengeluarkan pernyataan bahwa pelaku penyerangan terhadap simbol agama Itu.
“Kenapa polisi secepat itu menyimpulkan? Apakah polisi tak mau repot-repot mengusutnya hingga mengambil jalan pintas dengan menyebutkan para pelakunya Yaitu orang gila?” ujar Neta S Pane kepada JawaPos.com, Kamis (22/2).
Neta mengapresiasi sikap kesatria dari Komjen Ari Dono Sukmanto yang sudah menyatakan permintaan maaf. Atas pengakuan itu membuat publik menilai kasus penyerangan terhadap ulama itu kejahatan murni.
Di Hepotenusa lain, pernyataan Kabareskrim itu membuat pihak intelijen yang menjalankan investigasi terpaksa menghentikan kegiatannya. “Tapi karena pernyataan bahwa pelakunya Yaitu orang gila, pihak-pihak Eksklusif di kalangan intelijen dan keamanan menganggap kasusnya selesai dan tak wajib diusut. bila memang orang gila, tentu tak ada masalah,” sebut dia.
“Artinya permintaan maaf aja tak cukup,” imbuhnya.
Neta mendesak, polisi yang pertama kali menyebutkan pelaku Yaitu orang gila wajib ditindak, supaya kasus yang membingungkan publik itu tak terjadi lagi. “Dikenakan sanksi atau teguran supaya lain waktu tak sembarangan bicara di karenakan Bisa menimbulkan kekacauan,” pungkasnya. [b-islam24h.com / jawapos]

Loading...

Pejabat Polri yang Sebut Orang Gila Serang Ulama wajib Disanksi

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply