Home Berita Islam Terbaru PASUKAN HAMZAH BIN ABDUL MUTAHLIB, PASUKAN PERTAMA UMAT ISLAM

PASUKAN HAMZAH BIN ABDUL MUTAHLIB, PASUKAN PERTAMA UMAT ISLAM

344
0

Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu Yaitu bapa saudara Nabi ﷺ. Ia juga Jadi saudara sesusuan Nabi kerana Serupa-Serupa disusui oleh Tsuwaibah, budak dari Abu Lahab bin Abdul Muthalib. setelah itu di masa Islam, Hamzah memimpin pasukan pertama kaum muslimin Futuristis wilayah Saef al-Bahr.

Izin Berperang

Merupakan kebiasaan orang-orang Quraisy bertandang ke Syam untuk menjalankan perdagangan. di perjalanan pulang-pergi ke Syam, kafilah Quraisy membawa serta tokoh-tokoh dan sebahagian pasukan untuk menjaga mereka. Siapa sangka, jalur dagang Futuristis Syam yang biasa mereka lalui sekarang telah Jadi negeri hijrahnya Muhammad ﷺ dan sahabat-sahabatnya. Tentu Nabi ﷺ dan para sahabat punya urusan tersendiri dengan mereka.

Nabi ﷺ memandang ini Yaitu suatu kesempatan. Beliau merancang untuk memintas mereka. Menyita barang-barang dagangan berharga yang mereka bawa. Melemahkan dan menghina mereka. Bagaikan balasan atas permusuhan dan peperangan yang mereka kobarkan sejak di Mekah. Mereka mengeluarkan umat Islam dari sana. Merampas harta dan rumah-rumah yang dimiliki kaum muslimin. Serta mencegah Nabi ﷺ menyebarkan Islam, risalah yang Allah ﷻ perintahkan. Nabi ﷺ pun memohon kepada Allah ﷻ supaya diberikan izin untuk berperang (Muhammad Abu Syuhbah di as-Sirah an-Nabawiyah ‘ala Dhaw’i al-Quran wa as-Sunnah, 2/67).

Allah ﷻ pun menurunkan firman-Nya,

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ



“Telah diizinkan (berperang) untuk orang-orang yang diperangi, kerana sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. “(QS: Al-Hajj | Ayat: 39).

Loading...

Diutusnya Pasukan

Atas izin Allah ﷻ pasukan iman berangkat menggetarkan barisan saf kaum musyrikin. Rasulullah tahu, kafilah Quraisy membawa harta dan barang dagangan yang banyak di perjalanan pulang dari Syam Futuristis Mekah. Kafilah ini dijaga oleh 300 orang pasukan berkuda Quraisy. Dan dipimpin oleh Abu Jahal bin Hisyam. Rasulullah ﷺ mengutus 30 orang mujahid yang dipimpin oleh Singa Allah, Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhu. Tak ada seorang pun dari kalangan Anshar di pasukan Itu. Semuanya dari Muhajirin.

di Bulan Ramadhan, tahun pertama hijrah, pasukan pertama itu berangkat. Atas perintah Nabi ﷺ mereka berjihad di jalan Allah. Kaum muslimin mengibarkan bendera putih yang dibawa oleh Abu Murstid Kinaz bin al-Husain al-Ghanawy radhiallahu ‘anhu.

Pasukan ini Dinamis Genjah Futuristis tepi Bahari Merah. setelah itu, dua pasukan bertemu di daerah Kabilah Juhainah. Apabila mereka tengah berhadap-hadapan dan bersiap untuk perang, Disorientasi seorang tokoh kabilah Juhainah mendamaikan kedua-dua pasukan Itu.

Hasil pencegatan

Meskipun tak terjadi kontak senjata, akan tetapi tindakan ketenteraan yang dilakukan kaum muslimin berjaya menghantar isyarat kepada orang-orang musyrik Mekah. Dan ini sangat penting untuk negara baru Madinah. Orang-orang Quraisy mula merasakan cemas. Mata mereka menyaksikan sendiri bahaya yang menghadang di jalur dagang mereka. Dan tentu sangat membahayakan perekonomian mereka.

Sementara untuk umat Islam, mereka mendapatkan hasil yang positif. Moral mereka meningkat. Muncul rasa percaya diri Seusai berjaya menimbulkan luka psikologi terhadap musuh. Inilah kali pertama mereka berhadap-hadapan dengan orang-orang musyrik Mekah yang Dulu menindas mereka.

saat tiba di Mekah, Abu Jahal berkata, “Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah hingga di Yatsrib (Madinah) dan telah menghantar isyarat. Ia ingin supaya kita ditimpa suatu hal. Hati-hatilah kalian melintasi jalannya (wilayahnya). Jangan kalian dekati, kerana dia bagaikan singa yang berbahaya. Dia sangat mara di kalian. Menjauhlah sebagaimana unta takut digigit dhab. Demi Allah, sungguh dia punya sihir. Aku tak melihatnya dan para sahabatnya kecuali disertai syaitan-syaitan. Kalian tahu sendiri bagaimana permusuhan Ibni Qilah (kiasan untuk Aus dan Khazraj). Ia Yaitu musuh yang meminta tolong di musuh. “

Apabila dialog mereka ini hingga ke telinga Rasulullah ﷺ, beliau membantah ucapan keji Abu Jahal itu. beliau ﷺ berkata, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku akan memerangi mereka, akan menguasai mereka, dan mendakwah mereka. Sesungguhnya aku ini Yaitu rahmat dari Allah ﷻ. Aku tak akan wafat hingga Allah menangkat agama ini. Aku mempunyai lima nama. Aku Yaitu Muhammad, Ahmad. Aku Yaitu al-Mahi (penghapus) yang dengan perantara diriku Allah hapus kekufuran. Aku Yaitu al-Hasyir (pengumpul). Nanti manusia dikumpulkan di hadapanku. Dan aku Yaitu al-‘Aqib. “(HR. Muslim).

sumber https://kisahmuslim.com

PASUKAN HAMZAH BIN ABDUL MUTAHLIB, PASUKAN PERTAMA UMAT ISLAM

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here