Ombudsman RI: KPU Lakukan Maladministrasi

ceramahterbaru.net.com – Banyaknya petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal Global membuat Pemilu 2019 Jadi pemilihan Generik terburuk di sejarah Indonesia.

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie menyebutkan, ada indikasi maladministrasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Generik (KPU) RI selama penyelenggaraan pemungutan suara 17 April lalu.

Diketahui, hingga Kamis (25//4) pukul 18.00 WIB kemarin, petugas KPPS yang meninggal Global jumlahnya sudah mencapai 225 orang. Selain itu, menurut data KPU ada 1.470 petugas yang sakit di karenakan kelelahan. Artinya, Pemilu 2019 hingga di ini telah menimbulkan musibah untuk 1.695 petugas.

Menurut Alvin, banyaknya petugas yang meninggal Global Itu di karenakan Anemia istirahat. “Jumlah petugas tak memadai, tak ada pengaturah shift dan jeda untuk istirahat,” imbuhnya, Jumat (26/4).

Selama hari pencoblosan, petugas KPPS telah Berawal Dari bekerja sejak pukul 07.00. Mereka terus bekerja bahkan hingga lebih dari 17 jam non-stop.

Loading...


Selain itu, Alvin juga mengindikasikan maladministrasi pemungutan suara di Pemilu 2019 terjadi di lokasi pemungutan suara (TPS).

“Di TPS tak disediakan: 1. Tempat istirahat yang memadai, 2. dukungan layanan kesehatan, 3. Kesempatan istirahat yang memadai,” tandasnya.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengungkapkan, pihaknya akan mengevaluasi dan mengkaji ulang besaran honor untuk para petugas KPPS. Diketahui, honor untuk Ketua KPPS Yaitu sebesar Rp550 ribu, Padahal anggota KPPS sebesar Rp500 ribu.

“Kita berusaha maksimal menaikkannya, tapi anggarannya kan terbatas,” ujar Ilham di jumpa pers di Gedung KPU, Kamis (25/4).  [rmol]

Ombudsman RI: KPU Lakukan Maladministrasi

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply