Home Berita Islam Terbaru Nasihat Enteng untuk Bung Jokowi

Nasihat Enteng untuk Bung Jokowi

182
0
Nasihat Enteng untuk Bung Jokowi
Berita Islam 24H – Sedikit banyak, masyarakat yang di 411 menjalankan demo supaya penegakan hukum dan keadilan atas skandal Ahok di Kepulauan Seribu, merasa lumayan lega begitu Ahok dijadikan tersangka.
Namun, di pengamatan saya, yang sejak semula Empati demo dan aksi damai sejak 14 Oktober, ada pertanyaan besar. Mengapa Ahok tetap bebas dan masih Bisa mengumbar pernyataan yang kian memanaskan suasana?
Bagaikan contoh pernyataannya bahwa Indonesia belum utuh dan Pancasila belum benar-benar berfungsi apabila minoritas belum Jadi Presiden. Juga celotehannya Seandainya hingga masuk penjara, justru dia akan Jadi presiden seperti halnya Nelson Mandela di Afrika Selatan. Bahkan, Ahok menuduh setiap pendemo 411 dibayar Rp 500 ribu. Dia makin ngawur.
Bung Jokowi, mohon jangan menyalahkan para pendemo apabila ada kesan Anemia percaya di pemerintahan kalian di menegakkan hukum dan keadilan di Ahok. kalian sendiri sangat terlambat mengambil sikap tegas di Ahok dan baru bersuara di dini hari 5 November di Istana. Seusai kalian menyaksikan gelombang unjuk rasa yang Paling Besar dan paling merata sepanjang sejarah negara kita.
Bung Jokowi, kita mundur sebentar. saat lebih dari dua juta hektare hutan kita dibakar oleh puluhan perusahaan tahun lalu, kalian bereaksi keras di karenakan menyadari hutan Yaitu tabungan kehidupan masa depan untuk seluruh umat manusia. Negara pun diperkirakan rugi Rp 0 triliun, kalian Menyebut supaya perusahaan pembakar hutan dicabut izinnya dan diproses dengan cara hukum.
“Sekali lagi saya ingin tegaskan bahwa tindakan hukum akan diambil dengan sangat tegas.” setelah itu, “Jangan hanya menyasar rakyat biasa, akan tetapi wajib juga tegas dan keras di perusahaan yang menyuruh membakar.”
Kenyataannya, sepanjang 2016, hanya ada satu perusahaan pembakar hutan Jadi tersangka. Padahal bukan kerugian materiil aja yang wajib diingat, ribuan anak bangsa yang sesak saluran pernapasannya, apalagi anak-anak, sesungguhnya merupakan kejahatan Manusia.
di ini puluhan perusahaan yang diduga keras terlibat pembakaran hutan itu sudah mengantongi SP3 atau surat perintah penghentian penyelidikan dari kepolisian. Mereka tersenyum dan sudah berjalan lenggang kangkung, sementara kebanyakan rakyat Hayati makin kembang-kempis. Kita Jadi ingat omongan Ahok bahwa kalian tak mungkin Jadi presiden tanpa dukungan para pengusaha.
Bung Jokowi, tulisan ini tak ada unsur SARA-nya. apabila ada orang menghina suku, agama, ras atau golongan Eksklusif, itu menyangkut SARA. Namun Menyebut nama orang di karenakan dia menjalankan kejahatan, apa pun suku, agama, ras dan golongannya justru kita perlukan.
apabila SARA Jadi penghalang orang Menyebut pelaku kejahatan di karenakan takut menyinggung SARA Eksklusif, SARA semakin Jadi momok penegak hukum dan keadilan. Masyarakat kita Jadi munafik di karenakan pelaku kejahatan selalu melenggang bebas, tak Bisa dibuka di karenakan takut menyinggung SARA.
Para cukong dewasa ini sudah sangat percaya diri dan sudah tinggi waktunya menggenggam ekonomi dan politik sekaligus. Mereka bahkan menuduh Letjen TNI Johanes Suryo Prabowo Bagaikan rasis gara-gara menasihati, “apabila Cina sedang berkuasa, jangan sok jago”.
Walaupun mereka sudah menggenggam kekuatan ekonomi nyaris sempurna, akan tetapi masih sesak napas, masih terkungkung di ghetto ekonomi. Mereka bertanya apa salahnya apabila mereka juga Jadi bupati, wali kota, gubernur, menteri, dan lainnya.
Sekelebatan aspirasi mereka itu demokratis. Namun jangan lupa, Bung Jokowi, seorang Milton Friedman, dedengkot ekonomi neolib aja memperingatkan lewat pendapatnya, “The combination of economic along with political power inside the same hands will be a sure recipe for tyrany”.
Bung Jokowi, mengapa saya sampaikan hal ini di karenakan saya yakin kasus Ahok ini tak berdiri sendiri. Ahok ini suatu mata rantai kekuatan ekonomi yang sudah bercokol di Indonesia.
Tentu kalian lebih paham dari saya di karenakan kalian di pusaran kekuatan itu sehingga kami paham apabila kalian menghadapi pilihan sulit di penuntasan skandal Ahok. Untuk Menyebut langsung nama Basuki Tjahaja Purnama aja, kalian wajib jeda 15 detik di karenakan beban psikis yang kalian alami. Itu terekam di media sosial saat kalian berkunjung ke PP Muhammadiyah.
Akhirnya saya ingin sampaikan nasihat entheng-enthengan untuk kalian. Jangan kalian Sempat berilusi satu detik pun, kalian mampu meletakkan TNI dan Polri berhadap-hadapan dengan rakyat Indonesia sendiri. Sepekan yang lalu kalian bersafari sangat intensif ke markas-markas Kopassus, Kostrad, Brimob, Marinir, juga ke PBNU, PP Muhammadiyah, PKB, PPP, PAN, dan lainnya.
Ada pernyataan kalian yang mengagetkan bahwa selaku Presiden, kalian Bisa menggerakkan Kopassus Bagaikan pasukan elite cadangan di keadaan darurat. di karenakan safari intensif kalian terjadi Seusai demo 411, banyak yang membaca dengan tafsir ganda. Seandainya ada musuh menyerang negara kita atau Seandainya ada pemberontakan separatis, pernyataan kalian itu sangat oke.
Namun Seandainya demo menuntut penegakan hukum dan keadilan, dengan cara Implisit kalian kategorikan Bisa Jadi bahaya (emergency) yang wajib dihadapi dengan senjata TNI kita, kalian, maaf, Disorientasi besar. Disorientasi total.
TNI, dengan Sumpah Prajurit dan Sapta Marganya, Polri dengan Tribrata dan Catur Setyanya hanya setia di bangsa, negara, dan pemerintah. Namun loyalitas di pemerintah ini tentu dengan catatan selama pemerintah masih konsisten di rel kepentingan bangsa dan negara. Bukan terseret di kepentingan kelompok, apalagi kepentingan aseng dan asing.
Bung Jokowi, seragam gagah yang dipakai seluruh prajurit TNI, alutsista yang cukup mahal untuk memelihara integritas teritorial Indonesia, dan seluruh pendanaan latihan dan pendidikan TNI berasal dari uang rakyat.
Demikian juga yang berkaitan dengan kepolisian kita. Bahkan pesawat kepresidenan, helikopter yang membawa kalian dari satu tempat ke tempat lain, seluruh anggota paspampres dan biaya apa aja yang dibutuhkan seorang presiden berasal dari uang rakyat.
Rakyat Indonesia, bukan rakyat negara lain. di karenakan itu berpihaklah di rakyat dengan cara adil, termasuk umat Islam yang merupakan komponen Paling Besar rakyat Indonesia. Hari-hari ini lewat proses hukum, pemerintah Genjah menuntaskan dugaan penistaan Alquran dan ulama oleh Ahok. Di atas pasal dan ayat KUHP dan undang-undang (UU), rasa keadilan masyarakat tentu jauh lebih Fundamental.
Nasihat saya, jangan gegabah. Unggulkan kepentingan bangsa dan rakyat sendiri. Apalagi melancarkan tuduhan ada aktor politik penunggang demo 411, ada rencana makar menjelang 212, diperparah lagi oleh JK dengan menyatakan safari kilat kalian Pasca 411 bukan di karenakan akan ada kudeta (tentu tambah memperunyam suasana). Akibatnya, sumber masalah Jadi makin tertutupi.
Muncullah isu ada gerakan massa mau mengganti dasar negara dan merobohkan Jokowi, ada kekuatan anti-Bhineka Tunggal Ika, ada aspirasi ISIS di demo 411, ada penggalangan //people power// ala 1998, dan berbagai isu lain yang menyeramkan.
Masalah inti kita Yaitu skandal Ahok. Titik! Selesaikan dengan cara Genjah, tegas, transparan, dan adil sesuai janji kalian. Jangan melebar, jangan bermain api. Bung Jokowi, jadilah bagian dari solusi. Jangan Jadi bagian dari masalah. Bravo!
Oleh:M Amien Rais, Mantan Ketua MPR RI
[ceramahterbaru.net / rci]
Loading...
loading…

Nasihat Enteng untuk Bung Jokowi

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here