Home Kisah Islami Nabi Menyambung Kembali Tangan Terpotong

Nabi Menyambung Kembali Tangan Terpotong

21
0
Bagaikan seorang Nabi dan Rasul, Mukjizat Yaitu merupakan suatu keistimewaan yang Allah berikan kepada para Nabi, untuk menjadikan para ummatnya meyakini dengan sebenarnya bahwa mereka Yaitu utusan Allah. Begitu juga dengan baginda Muhammad SAW. Nabi Muhammad banyak mempunyai mukjizat yang Allah berikan kepadanya, Bagaikan bukti Kerasulan Beliau. Diantaranya di kisah diceritakan oleh sahabat beliau bernama Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah menyambung kembali tangan yang terpotong seorang badui yang dipakainya menampar Nabi. Bagaimana kisahnya ? berikut kisah selengkapnya.
saat Nabi Muhammad saw memasuki rumah Siti Fatimah, di di itu pula Fatimah mengadu bahwa dirinya sedang di keadaan lapar.”
“Ayah, kami sekeluarga sudah tiga hari tak makan.”
Maka dengan rasa sedih perut beliau ditampakkan, yang di itu diganjal dengan batu dan diikat di perut beliau.
“Fatimah,” sabda beliau, “bila engkau tiga hari tak makan, ayahmu sudah empat hari.”
setelah itu beliau keluar dari rumah itu sambil mengeluh, ” Aduh kasihan, Hasan dan Husain sangat lapar!” Beliau terus melanjutkan perjalanan, hingga hingga ke luar kota Madinah. setelah itu langkah beliau terhenti saat melihat orang Badui yang menimba air di suatu sumur. Orang Badui itu tak tahu bahwa yang berhenti itu Yaitu Rasulullah.
“Hai Badui’ ucap Rasulullah, “Adakah pekerjaan yang Bisa kau berikan kepadaku?”
“Ya,” jawab Badui. “Kerja apa?” tanya Nabi.
“Menimbakan air sumur ini,” jawab Badui sambil membagikan timba kepada Nabi Muhammad saw. Beliau lalu menimba air sumur, dan Badui itu memberinya upah sebanyak tiga buah kurma. Nabi pun memakannya. setelah itu Nabi saw menimba lagi sebanyak delapan kali, tapi Seusai mau masuk kesembilan kalinya, tali timba Frustasi dan jatuh ke sumur, hingga Nabi saw berhenti dan merasa kebingungan. Melihat timba itu jatuh, si Badui datang memarahi dan menampar wajah beliau, setelah itu ia membayar ongkosnya, sebanyak dua puluh empat butir kurma. Ongkos itu diambil oleh Nabi saw tanpa menunjukkan sikap marah, lalu beliau turun ke di sumur untuk mengambil timba yang terjatuh.
Seusai timba itu Bisa terambil dengan tangan beliau yang mulia, lalu dikembalikan kepada Badui itu. Genjah si Badui meninggalkan tempat itu. Di tengah jalan ia tertegun dan berpikir sejenak. “Jangan-jangan orang itu Yaitu Nabi Muhammad,” pikirnya. setelah itu ia mengambil pisau dan memotong tangan yang menampar tadi, sehingga ia pingsan ke tanah. 

Beberapa di setelah itu datanglah sekelompok musafir lewat di tempat itu. Mereka tertegun saat melihat orang Badui itu pingsan dan tangannya terpotong. Lalu mereka menyirami air ke sekujur tubuhnya hingga pulih kembali. Sesudah itu mereka bertanya,
“Musibah apa yang menimpamu?”
“Saya telah menampar wajah seseorang, yang saya sangka orang itu Yaitu Muhammad, di karenakan itu saya potong tangan yang menamparnya, di karenakan takut akan mendapat musibah” ulas Badui itu.
Sehabis berkata begitu, ia mengambil tangannya yang dipotong, setelah itu ia datang ke masjid. Setibanya di sana, ia memanggil-manggil, “Wahai sahabat! Mana yang bernama Muhammad? Mana Muhammad.” la terus berkata begitu. Maka Abu Bakar, Umar, Usman, yang di itu berdiam di masjid bertanya, “Mengapa kita bertanya Nabi Muhammad?”
“Saya wajib berjumpa dengannya,” jawab Badui itu.
Salman kala mendengar Perkataan itu, bangkit dan memegang tangan Badui, setelah itu dibawa ke rumah Siti Fatimah. Setibanya di rumah, si Badui itu memanggil Nabi saw dengan suara keras, “Muhammad!” di itu Nabi Muhammad saw sedang mendudukkan Hasan di atas paha kanan dan Husein di atas paha kiri beliau sambil memberi kurma kepada mereka.
Begitu Rasulullah mendengar panggilan itu, beliau menyuruh Fatimah untuk menemuinya.
“Lihatlah, siapa di depan pintu itu!” sabda beliau. Siti Fatimah Genjah keluar Futuristis pintu, tiba-tiba ia tertegun saat melihat orang Badui yang tangan kanannya terpotong dan dibawa dengan tangan kirinya serta darahnya masih mengalir.
Melihat Fenomena ini, Siti Fatimah bergegas mendatangi Nabi Muhammad saw dan mengabarkan apa yang dilihatnya.
Nabi Muhammad saw terkejut mendengar berita dari putrinya, lalu bangkit Futuristis pintu menemui Badui itu. Seusai melihat kedatangan Nabi saw, Badui itu berkata, “Maafkanlah aku Muhammad, di karenakan saya tak mengenalmu.”
“Mengapa tanganmu terpotong?” tanya beliau heran.
“tak akan kekal tanganku yang telah menampar wajahmu.”
“Masuklah Islam, supaya kita selamat.”
“Hai Muhammad! Seandainya kau memang benar Nabi, perbaikilah tanganku” ujar Badui itu menguji Rasulullah.

Loading...
Beliau menatap sebentar di tangannya yang dipotong itu, setelah itu dengan hati-hati tangan itu disambung kembali ke tempat asal, setelah itu diusap-usap dengan ludah sambil mengangkatnya. Maka dengan izin Allah tangan itu Bisa tersambung kembali seperti sedia kala, dan orang Badui Itu akhirnya masuk Islam. Wallahu A’lam ..[Kisah Orang Sabar]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Nabi Menyambung Kembali Tangan Terpotong

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here