Motivasi : Kisah nabi muhammad

Kisah cerita nabi muhammad – Semoga beberapa kisah singkat dibawah ini menjadikan teladan yang bagus untuk kita semua , dimanakah kita mengambil teladan bila bukan di nabi muhammad ? adakah orang didunia ini yang bagus teladannya selain nabi muhammad ? oleh di karenakan itu sering – seringlah membaca kisah beliau supaya menjadikan kita Bagaikan hamba yang taat dan tabah di segala keadaan dan cobaan. untuk lebih jelas marilah Serupa – Serupa kita simak kisah dibawah ini dan petiklah hikmahnya

Motivasi : Kisah nabi muhammad

Bismillahirrahmaanirrahiim

Diriwayatkan di di itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman di kaum muslimin. Banyak sahabat yang Empati beserta Nabi di peperangan ini. tak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

di mendekati kota Madinah, di Disorientasi satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. saat itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu Itu melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, di karenakan itulah tangan saya kasar.”

Rasulullah Yaitu manusia paling mulia, akan tetapi orang yang paling mulia Itu begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar di karenakan Menelusuri nafkah yang halal, Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tak akan Sempat disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.
=======================================================================

Sempat Rasulullah pulang di waktu pagi. Tentulah beliau amat lapar saat itu. Akan akan tetapi dilihatnya tak ada apa pun yang tersedia untuk di buat sarapan. Yang mentah pun tak ada lantaran Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu ‘anhaa belum ke pasar. hingga beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira merupakan panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan)

Aisyah rodliyallahu ‘anhaa menjawab dengan merasa agak serba Disorientasi, “Belum ada apa-apa Yaa Rasulallah.”

Rasulullah lantas berkata, ”Seandainya begitu saya puasa aja hari ini.” tanpa sedikitpun tergambar rasa kesal di wajahnya.

Sempat Rasulullah bersabda, “sebaik-bagus lelaki Yaitu yang paling bagus dan lemah lembut kepada isterinya.”

Subhaanallaah….Prihatin, sabar serta tawadhuknya Rasulullah Bagaikan kepala keluarga.

di suatu saat Rasulullah Jadi imam sholat. Diamati oleh para sahabat, pergerakan beliau antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi kemerutuk seolah-olah sendi-sendi di tubuh beliau yang mulia itu bergeser antara satu Serupa lain. Sahabat Umar yang tak tahan melihat kondisi beliau itu Genjah bertanya sesudah selesai sholat :

“Yaa Rasulallah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah kalian sakit yaa Rasulallah?”

“tak, ya Umar. Alhamdulillah, saya sehat dan segar” jawab beliau.

“Yaa Rasulallah… mengapa tiap kali baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh baginda?

Kami yakin kalian tengah sakit…” desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat kaget. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

“Yaa Rasulallah! Adakah apabila baginda menyatakan lapar dan tak punya Boga, kami tak akan mendapatkannya buat baginda?”

Seusai itu beliau menjawab dengan lembut dan senyum, ”tak para sahabatku. saya tahu, apa pun akan kalian korbankan demi Rasulmu. akan tetapi apakah yang akan saya jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila saya Bagaikan pemimpin, Jadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini selaku hadiah ALLAH buatku, supaya umatku kelak tak ada yang kelaparan di Global ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

Subhanallaah…begitu cintanya beliau di umatnya…..sedang cinta kita untuk beliau??? apakah kita sering ingat kepada beliau??? apakah kita sering membaca sholawat untuk beliau??? apakah akhlak Rasulullah yang begitu lembut, santun, pemaaf, ikhlas dan tawadlu’ serta selalu menyentuh hati telah kita teladani???
=======================================================================
Baginda Sempat tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.
=======================================================================
Hanya diam dan bersabar di kain surbannya diambil dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.
=======================================================================
Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di di masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

=======================================================================
Kecintaannya yang besar kepada ALLAH TA’ALA dan rasa kehambaan di diri Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang tinggi menjadikan beliau seorang yang tawadlu’ yang tak ingin dimuliakan.

Anugerah kemuliaan dari ALLAH tak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, saat di depan Generik ataupun di kesendirian.

saat pintu Surga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga Sempat baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi.

apabila ditanya oleh Sayyidatina ‘Aisyah rodliyallahu ‘anhaa, “Yaa Rasulallah, bukankah kalian telah dipastikan masuk Surga? Mengapa kalian masih bersusah payah begini?”

Jawab baginda dengan lunak, “Yaa ‘Aisyah, bukankah saya ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya saya ingin Jadi hamba-Nya yang bersyukur.”

Rasulullah benar-benar sosok hamba yang sangat bersyukur kepada-Nya, beliau mensyukuri semua anugerah yang beliau terima dengan ibadah yang sungguh-sungguh….Subhaanallaah…..

Demikian sedikit apa yang Bisa kami sampaikan mengenai agungnya dan mulianya Rasulullah, tak lupa juga kami ucapkan terima Afeksi untuk siapa aja yang menyempatkan waktu membaca artikel sederhana ini. kalian juga Bisa mengunjungi laman lainnya disini.

Motivasi : Kisah nabi muhammad

Facebook Comments

Leave a Reply