Merdeka Tanpa Kemerdekaan

ceramahterbaru.net.com – SIRKULASI pergantian kepemimpinan nasional, tampak belum mampu mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan rakyat. Kontras dari itu, kesejahteraan elite politik dan pemilik modal, jauh terdongkrak tinggi.

Bahkan, sirkulasi itu hanya memproduksi ketimpangan, segregasi sosial, dan disparitas ekonomi yang menganga lebar. Akhirnya, rakyat bertanya, apa hasil gonjang-ganjing elite politik selama ini?

Sejak proklamasi kemerdekaan, seyogianya bangsa Indonesia telah mampu melepaskan nasib anak bangsa dari belenggu penderitaan. di faktanya, penjajahan di format baru belum mampu dienyahkan. Kekuasaan ekonomi masih diakumulasi oleh segelintir orang dengan sokongan kuasa politik.

bila Masa kolonialisme primitif dilakukan dengan cara kasar, bahkan dengan pendekatan militer, di ini proses relasinya dilakukan dengan cara sophisticated .



bila di Masa kolonialisme primitif, memakai sistem cultuurstelsel  untuk menopang surplus ekonomi Negara kapitalis maju, dewasa ini memakai logika perdagangan bebas yang dikendalikan sistem informasi.

Loading...

Makna kemerdekaan ada dua, yakni kemerdekaan dengan cara prosedural-konstitusional dan kemerdekaan substantif. Kemerdekaan prosuderal-konstitusional Yaitu kemerdekaan yang dengan cara prosedur, bangsa dan rakyat Indonesia telah mampu mengusir penjajah dan melepaskan diri dari kolonialisme asing.

Bahkan, dengan cara konstitusional, alinea Pertama Pembukaan UUD 1945 menyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah Copyright segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas Global wajib dihapuskan di karenakan tak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Merdeka Tanpa Kemerdekaan

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply